Skip to content
Yellow Desk
September 17, 2026
Internasional

Pemimpin BRICS desak Israel tarik pasukan dari Lebanon

Sandra Garcia - kabarsatunusa.com 4 mins read

Pemimpin BRICS desak Israel tarik pasukan dari seluruh wilayah Lebanon yang masih diduduki. Desakan tersebut disampaikan melalui pernyataan bersama dalam KTT

Pemimpin BRICS desak Israel tarik pasukan dari Lebanon

BRICS Serukan Israel Menarik Pasukan dari Wilayah Lebanon

Kabarsatunusa.com – Pemimpin BRICS desak Israel tarik pasukan dari seluruh wilayah Lebanon yang masih diduduki. Desakan tersebut disampaikan melalui pernyataan bersama dalam KTT BRICS di New Delhi, India, Sabtu. Dalam sikap resminya, kelompok negara berkembang itu juga mengecam pelanggaran gencatan senjata yang terus terjadi serta tindakan yang dianggap mengusik kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon.

Pernyataan tersebut menempatkan penghormatan terhadap kesepakatan dengan pemerintah Lebanon sebagai bagian penting dari upaya menurunkan ketegangan. BRICS menilai setiap pihak perlu mematuhi komitmen yang telah dibuat agar situasi keamanan tidak semakin memburuk dan konflik tidak meluas ke kawasan lain.

“Kami mengecam pelanggaran yang terus berlangsung terhadap gencatan senjata serta kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon.”

Desakan untuk menghormati kesepakatan

Dalam pernyataan bersama itu, para pemimpin BRICS meminta Israel menjalankan ketentuan yang telah disepakati dengan pemerintah Lebanon. Tuntutan utama mereka adalah penarikan pasukan pendudukan dari seluruh bagian wilayah Lebanon yang masih berada dalam penguasaan Israel.

Pemimpin BRICS desak Israel tarik pasukan bukan semata-mata sebagai pernyataan politik, melainkan juga sebagai penegasan atas pentingnya penghormatan terhadap batas negara. Bagi Lebanon, kedaulatan dan integritas teritorial menjadi unsur mendasar dalam menjaga keamanan nasional serta melindungi kehidupan masyarakat di wilayah yang terdampak konflik.

BRICS memandang pelanggaran gencatan senjata dapat memperbesar risiko ketidakstabilan. Ketika kesepakatan yang telah dibuat tidak dijalankan, ruang bagi diplomasi menjadi lebih sempit dan ketidakpastian bagi warga sipil dapat semakin besar. Karena itu, penghentian pelanggaran serta pelaksanaan komitmen dipandang sebagai langkah awal yang diperlukan.

“Kami menyerukan Israel menghormati ketentuan yang telah disepakati dengan pemerintah Lebanon dan menarik pasukan pendudukan dari seluruh wilayah Lebanon yang masih dikuasai.”

Penegasan BRICS atas Kedaulatan Lebanon dan Suriah

Sikap BRICS terkait Lebanon sejalan dengan penekanan mereka terhadap prinsip kedaulatan negara dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah. Para pemimpin kelompok itu menyoroti bahwa stabilitas kawasan tidak dapat dipisahkan dari penghormatan terhadap kemerdekaan politik, persatuan, dan keutuhan wilayah setiap negara.

Konflik yang berkepanjangan dapat berdampak luas, mulai dari terganggunya keamanan warga hingga sulitnya pemulihan kehidupan sehari-hari. Dalam konteks tersebut, seruan untuk mematuhi gencatan senjata menjadi penting karena penghentian kekerasan dapat membuka jalan bagi langkah diplomatik berikutnya.

Dukungan terhadap keutuhan wilayah Suriah

Selain membahas situasi di Lebanon, BRICS kembali menyatakan dukungan terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan integritas teritorial Suriah. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa perhatian mereka tidak hanya tertuju pada satu konflik, tetapi juga pada kondisi keamanan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Para pemimpin BRICS meminta Suriah mengambil sikap tegas terhadap segala bentuk terorisme dan ekstremisme. Mereka juga menyerukan langkah-langkah konkret untuk merespons kekhawatiran masyarakat internasional terkait ancaman terorisme.

“Kami mendesak Suriah untuk dengan tegas menentang segala bentuk terorisme dan ekstremisme serta mengambil langkah-langkkah konkret untuk menanggapi kekhawatiran masyarakat internasional terkait terorisme.”

Di sisi lain, BRICS kembali menegaskan perlunya pasukan pendudukan ditarik dari wilayah Suriah. Posisi tersebut menunjukkan pandangan bahwa penanganan ancaman terorisme dan penghormatan terhadap kedaulatan negara perlu berjalan bersamaan. Keamanan internal tidak dipisahkan dari hak suatu negara untuk menjaga wilayahnya dari pendudukan pihak luar.

Makna pernyataan bersama BRICS

Pemimpin BRICS desak Israel tarik pasukan dari Lebanon dalam kerangka yang lebih besar, yaitu dorongan agar konflik diselesaikan dengan menghormati perjanjian, gencatan senjata, dan batas wilayah negara. Pernyataan bersama itu juga menegaskan bahwa pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon tetap menjadi perhatian negara-negara anggota BRICS.

Bagi kawasan, seruan diplomatik tersebut menjadi bentuk tekanan politik agar semua pihak menjalankan komitmen yang telah disepakati. Pernyataan itu memang tidak langsung mengubah keadaan di lapangan, tetapi memperkuat pesan bahwa penghormatan terhadap hukum dan kesepakatan tetap dibutuhkan untuk mengurangi eskalasi konflik.

Dalam isu Suriah, BRICS menyampaikan dua penekanan yang saling berkaitan: perlunya tindakan tegas menghadapi terorisme dan ekstremisme, serta pentingnya penarikan pasukan pendudukan. Kedua hal itu dipandang sebagai bagian dari upaya menciptakan stabilitas jangka panjang.

Pertanyaan Umum

Apa tuntutan utama BRICS kepada Israel?

BRICS meminta Israel menghormati ketentuan yang telah disepakati dengan pemerintah Lebanon, menghentikan pelanggaran gencatan senjata, dan menarik pasukan pendudukan dari seluruh wilayah Lebanon yang masih dikuasai.

Mengapa BRICS menyoroti kedaulatan Lebanon?

BRICS menilai kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon perlu dihormati sebagai dasar bagi keamanan nasional, perlindungan warga sipil, serta penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.

Apa sikap BRICS terhadap Suriah?

BRICS mendukung kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan keutuhan wilayah Suriah. Kelompok itu juga meminta Suriah melawan terorisme dan ekstremisme secara tegas, sambil menyerukan penarikan pasukan pendudukan dari wilayah Suriah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *