Skip to content
Yellow Desk
September 17, 2026
Humaniora

Basarnas: Hong Kong dan AS bantu operasi “salvage” KM Virgo

Christopher Jackson - kabarsatunusa.com 4 mins read

Basarnas mempersiapkan operasi penyelamatan dan pengangkatan kapal atau salvage untuk memperluas upaya pencarian penumpang KM Virgo Transport 8 yang mengalami

Basarnas: Hong Kong dan AS bantu operasi “salvage” KM Virgo

Basarnas Siapkan Salvage KM Virgo Transport 8 dengan Dukungan Ahli Internasional

Kabarsatunusa.com – Basarnas mempersiapkan operasi penyelamatan dan pengangkatan kapal atau salvage untuk memperluas upaya pencarian penumpang KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di Laut Jawa. Persiapan ini dilakukan saat kondisi cuaca masih menjadi hambatan bagi pencarian di bawah permukaan laut.

Operasi tersebut melibatkan tenaga ahli dari Indonesia, Hong Kong, dan Amerika Serikat. Kehadiran mereka ditujukan untuk mengamati kondisi kapal yang ditemukan terbalik di perairan Masalembo, kemudian menyusun pilihan tindakan yang paling aman bagi pencarian korban maupun penanganan bangkai kapal.

Asesmen kapal menjadi tahap awal

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan bahwa tim spesialis akan memeriksa keadaan kapal sebelum keputusan operasi diambil. Pemeriksaan itu mencakup observasi terhadap posisi kapal, akses ke bagian dalam, serta kebutuhan peralatan yang diperlukan apabila proses pengangkatan atau pembalikan kapal dilakukan.

Dalam operasi salvage, penanganan tidak terbatas pada menarik kapal dari lokasi kejadian. Langkah ini dapat mencakup pengamanan kapal, pembalikan posisi, pembukaan jalur akses ke bagian tertentu, pencarian korban, evakuasi, hingga pemindahan kapal setelah kebutuhan operasi SAR terpenuhi.

“Tim ahli yang dihadirkan kebanyakan dari Jakarta. Beberapa personel sudah ada di tempat kita, namun juga ada tim untuk melengkapi masih baru hadir besok kira-kira jam 10.00 pagi,” kata Syafii.

Personel yang telah tiba di lokasi akan diperkuat oleh anggota tim lainnya. Mereka dijadwalkan melakukan pengamatan dari udara sebelum kembali ke Banjarmasin untuk mengikuti rapat koordinasi. Hasil observasi tersebut akan menjadi dasar penentuan metode kerja, jenis alat, serta dukungan logistik yang harus disiapkan.

Peralatan untuk operasi dapat didatangkan dari Surabaya, berbagai wilayah di Kalimantan, atau daerah lain apabila situasi di lapangan memerlukannya. Penyiapan sarana secara bertahap dinilai penting karena kondisi kapal dan cuaca dapat menentukan tingkat kesulitan pekerjaan.

Alternatif saat pencarian bawah air terhambat

Salvage dipersiapkan sebagai pilihan apabila penyelaman dan pencarian bawah air belum memungkinkan dilakukan karena cuaca laut yang buruk. Salah satu skenario yang dipertimbangkan adalah membalikkan kapal dengan bantuan balon. Jika posisi kapal berhasil diubah, tim diharapkan dapat masuk ke bagian dalam kapal untuk melanjutkan pencarian sekaligus mengevakuasi korban.

Tahap pengangkatan kapal untuk keperluan investigasi baru akan dilakukan setelah operasi SAR dipastikan selesai. Dengan urutan tersebut, fokus utama tetap diarahkan pada pencarian orang-orang yang masih belum ditemukan, sementara penarikan kapal akan mengikuti kebutuhan penyelidikan kecelakaan.

Durasi salvage belum dapat ditetapkan secara mutlak karena pelaksanaannya bergantung pada hasil asesmen di lokasi. Faktor seperti kondisi struktur kapal, kedalaman perairan, arus, gelombang, dan kemudahan akses dapat memengaruhi waktu kerja tim.

“Berdasarkan pengetahuan dan pengalaman tim ahli, proses salvage membutuhkan waktu sekitar 24 jam apabila seluruh tahapan berjalan lancar, tetapi durasinya dapat bertambah apabila tim menghadapi kesulitan atau kondisi lain yang belum diketahui,” ujar Syafii.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa estimasi 24 jam hanya berlaku bila seluruh tahapan berjalan tanpa kendala besar. Dalam operasi penyelamatan kapal terbalik, kehati-hatian menjadi unsur penting karena tindakan yang tergesa dapat mengganggu keselamatan personel dan menyulitkan akses ke bagian kapal yang ingin diperiksa.

129 penumpang masih dicari

KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang dalam pelayaran dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin. Kapal berangkat pada 12 September 2026, lalu menghadapi cuaca buruk dan kehilangan kontak. Kapal kemudian ditemukan dalam keadaan terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada 13 September 2026 pukul 01.00 WIB.

Hingga Rabu, 16 September 2026, pukul 22.00 WITA, jumlah korban yang telah ditemukan mencapai 114 orang. Rinciannya, 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Dengan jumlah penumpang dalam manifes sebanyak 243 orang, masih ada 129 orang yang belum ditemukan.

Data tersebut menjadi alasan utama mengapa pilihan salvage terus disiapkan. Pencarian permukaan dan pencarian bawah air memiliki tantangan yang berbeda, terlebih saat cuaca tidak mendukung. Akses ke badan kapal dapat menjadi bagian penting dari langkah berikutnya apabila tim ahli menilai kondisi di lokasi memungkinkan.

Rapat koordinasi setelah observasi akan menentukan apakah pembalikan kapal, pembukaan akses tertentu, atau tindakan teknis lain dapat dijalankan. Keputusan tersebut akan disesuaikan dengan keselamatan petugas, situasi perairan, serta tujuan utama untuk menemukan dan mengevakuasi korban yang masih dicari.

Frequently Asked Questions

What is Basarnas?

Basarnas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Basarnas matter?

Basarnas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *