Skip to content
Yellow Desk
September 17, 2026
Humaniora

Basarnas perluas cari korban KM Virgo hingga 6.120 mil laut persegi

Thomas Rodriguez - kabarsatunusa.com 4 mins read

Operasi pencarian penumpang KM Virgo Transport 8 yang masih hilang memasuki hari keempat dengan cakupan wilayah yang jauh lebih luas. Tim SAR gabungan

Basarnas perluas cari korban KM Virgo hingga 6.120 mil laut persegi

Pencarian KM Virgo Transport 8 Diperluas di Laut Jawa

Kabarsatunusa.com – Operasi pencarian penumpang KM Virgo Transport 8 yang masih hilang memasuki hari keempat dengan cakupan wilayah yang jauh lebih luas. Tim SAR gabungan menyisir perairan Masalembo, Laut Jawa, hingga area seluas 6.120 mil laut persegi pada Rabu, melalui pengerahan kapal-kapal pencari serta dukungan pesawat dan helikopter.

Perluasan jangkauan dilakukan untuk meningkatkan peluang menemukan 129 orang yang belum terdeteksi. Hingga Selasa, 15 September, pukul 22.00 Wita, total 114 korban telah ditemukan dan seluruhnya telah tiba di Banjarmasin. Dari jumlah itu, 108 orang selamat, sementara enam korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang ketika hilang kontak di perairan Masalembo pada Minggu, 13 September, sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu, 12 September.

Enam Sektor Pencarian Laut

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, bertugas sebagai SAR Mission Coordinator dalam operasi ini. Ia menjelaskan bahwa kekuatan gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan BNPB dibagi ke sejumlah sektor agar penyisiran dapat dilakukan secara terarah.

“Penyisiran laut mencakup enam sektor dengan luas masing-masing sektor sekitar 1.020 mil laut persegi. Sedangkan pencarian udara diarahkan ke sektor R seluas 1.491 mil laut persegi menggunakan pesawat Cessna PK-SNK Caravan BNPB,” katanya.

Pengaturan sektor menjadi bagian penting dalam operasi di laut terbuka. Luasnya wilayah pencarian membutuhkan pembagian tugas yang jelas, sehingga setiap kapal dan pesawat dapat menjangkau area berbeda tanpa mengurangi ketelitian pencarian. Tim di lapangan terus bergerak sesuai rencana operasi yang telah disusun, dengan fokus pada titik-titik pencarian yang telah ditetapkan.

Basarnas mengoperasikan Helikopter Dauphin AS365N3+ HR 3601 untuk mendukung pemantauan dari udara. Sementara itu, unsur TNI Angkatan Laut menyiapkan pesawat CN-235, helikopter Panther HS 1310, serta P-3013 Polri untuk mendukung pencarian dan evakuasi bila korban ditemukan.

Armada Laut Menyisir Area Secara Sistematis

Di jalur laut, sejumlah kapal SAR dan kapal perang dikerahkan ke sektor-sektor yang telah ditentukan. KN SAR Laksmana 241 melakukan pencarian di sektor H. KRI Canopus ditempatkan di sektor L, sedangkan KN SAR Wisanggeni beroperasi pada sektor I dan L.

KN SAR Kamajaya menyisir sektor G, KRI Nala 363 bertugas di sektor J, dan KRI Ngurah Rai 332 memperkuat pencarian pada sektor L. Dukungan tambahan juga datang dari KN SAR Permadi serta Kapal Rigid Buoyancy Boat atau RBB yang ditempatkan pada area pencarian untuk membantu penyisiran secara teratur.

Kombinasi aset laut dan udara memungkinkan pencarian berlangsung dari berbagai arah. Kapal dapat memeriksa permukaan laut dan area yang menjadi lintasan operasi, sedangkan pesawat serta helikopter membantu menjangkau pandangan yang lebih luas dari udara. Koordinasi antarelemen menjadi krusial karena operasi melibatkan berbagai institusi dengan kemampuan dan armada yang berbeda.

Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan menyatakan pencarian akan terus dijalankan dengan memaksimalkan sarana yang tersedia. Upaya itu diarahkan untuk menemukan seluruh korban KM Virgo Transport 8 yang masih berada dalam pencarian.

Duka untuk Korban dan Harapan bagi Keluarga

Memasuki hari keempat, tim SAR juga menyampaikan belasungkawa atas enam korban yang telah dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia. Di tengah operasi yang masih berlangsung, perhatian tim tidak hanya tertuju pada perluasan area pencarian, tetapi juga pada keselamatan seluruh personel yang bekerja di laut maupun di udara.

“Dan kami semua tim SAR dan pimpinan mendoakan agar proses pencarian ini berjalan dengan aman, lancar, dan seluruh korban bisa kita evakuasi,” ujar I Putu Sudayana.

Bagi keluarga penumpang, perkembangan pencarian menjadi informasi yang sangat penting. Data sementara menunjukkan masih ada lebih dari separuh jumlah penumpang yang belum ditemukan. Karena itu, setiap sektor pencarian memiliki arti besar dalam upaya menelusuri kemungkinan keberadaan korban di perairan Laut Jawa.

Operasi SAR pada kecelakaan kapal membutuhkan ketelitian dalam menentukan wilayah penyisiran, terutama ketika area pencarian mencakup ribuan mil laut persegi. Pengerahan armada dalam jumlah besar memperlihatkan skala operasi yang dijalankan untuk merespons hilangnya kontak KM Virgo Transport 8 dalam pelayaran menuju Banjarmasin.

Dengan 114 korban telah ditemukan dan 129 orang masih dicari, operasi hari keempat menjadi tahap penting dalam upaya evakuasi. Tim gabungan tetap melanjutkan penyisiran laut dan pemantauan udara di sektor-sektor yang telah dibagi, sembari berharap seluruh korban dapat segera ditemukan.

Frequently Asked Questions

What is Basarnas perluas cari korban KM Virgo?

Basarnas perluas cari korban KM Virgo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Basarnas perluas cari korban KM Virgo matter?

Basarnas perluas cari korban KM Virgo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *