Angga Dwimas Sasongko Siapkan Film Aksi Fantasi “Ratu Malaka” untuk Tayang 2027
Kabarsatunusa.com – Industri perfilman Indonesia akan segera menyambut satu proyek ambisius baru dari rumah produksi Visinema Pictures. Sutradara sekaligus pendiri Visinema, Angga Dwimas Sasongko, mengonfirmasi bahwa film aksi fantasi berjudul “Ratu Malaka” dijadwalkan tayang pada tahun 2027. Proyek ini bukan sekadar tambahan dalam daftar produksi; ia merupakan karya yang Angga sebut sebagai sesuatu yang personal dan monumental dalam perjalanan kreatifnya. Dengan latar dunia imajiner yang ia bangun sendiri, film ini menandai kembalinya sang sutradara ke kursi penyutradaraan setelah sebelumnya lebih banyak berperan di balik layar sebagai produser eksekutif.
Dunia Imajiner Malaka dan Tema yang Disuguhkan
Cerita “Ratu Malaka” berpusat pada seorang ratu yang berjuang mempertahankan takhtanya di sebuah kerajaan kriminal bernuansa mistis bernama Malaka. Naskah film ini sebenarnya sudah ditulis Angga sejak tahun 2016, artinya proyek tersebut telah mengendap dalam proses pengembangan selama hampir satu dekade sebelum akhirnya diumumkan ke publik. Selama periode pengembangan itu, dunia Malaka terus diasah menjadi ruang naratif yang memadukan elemen masa lalu, mistis, budaya, dan sejarah ke dalam satu tatanan fantasi kontemporer.
Angga menjelaskan bahwa genre fantasi dipilih bukan tanpa alasan. Baginya, Malaka adalah cerminan dari sebuah tempat yang hidup di masa kini namun masih membawa jejak-jejak dari warisan budaya dan kepercayaan lama. Tema-tema yang mengemuka dalam narasi meliputi kesetiaan, pengorbanan, resiliensi, serta kebangkitan—semuanya diolah melalui lensa aksi yang intens.
“Kenapa saya bilang fantasi, karena memang filmnya fantasi. Saya membayangkan sebuah tempat hari ini, dengan banyak pengaruh dari hal-hal yang berkaitan dengan masa lalu, mistis, budaya dan sejarah.”
Pendekatan ini menempatkan “Ratu Malaka” dalam kategori yang berbeda dari film-film aksi Indonesia yang selama ini lebih banyak berakar pada latar realistis perkotaan atau period drama. Dengan membangun seluruh konflik di atas fondasi dunia fiksi, Angga membuka ruang bagi visual, tata artistik, dan desain suara yang tidak terikat pada akurasi geografis maupun historis nyata.
Daftar Pemeran dan Pembagian Peran
Barisan pemain yang terlibat dalam proyek ini cukup kuat dan lintas generasi. Marcella Zalianty dipercaya memerankan tokoh sentral, yakni Ratu Mariamah—sosok penguasa yang harus mempertahankan otoritasnya di tengah ancaman internal dan eksternal kerajaan Malaka. Tiga aktor muda, Dion Wiyoko, Ganindra Bimo, dan Faris Fadjar, masing-masing memerankan anak-anak dari Mariamah. Sementara itu, Claresta Taufan mengambil peran sebagai Rafah, karakter yang menjadi bagian penting dari dinamika kekuasaan dalam cerita.
Kehadiran Marcella Zalianty sebagai figur utama memberikan bobot dramatis tersendiri. Aktris yang telah lama dikenal lewat peran-peran kuat di layar lebar ini kini dihadapkan pada tuntutan fisik dan emosional yang tinggi mengingat genre aksi fantasi menuntut performa yang melampaui batas konvensional peran drama.
Momen Pengumuman di Cannes
Proyek “Ratu Malaka” pertama kali diperkenalkan kepada dunia pada ajang Marche du Film dalam rangkaian Festival de Cannes 2025, yang berlangsung di Cannes, Prancis, pada 18 Mei 2025. Pemilihan forum internasional untuk pengumuman perdana menunjukkan ambisi distribusi dan positioning global yang ingin dicapai oleh Visinema Pictures. Bagi Angga, momen tersebut bukan sekadar peluncuran proyek, melainkan pernyataan niat untuk kembali aktif sebagai sutradara setelah beberapa tahun lebih banyak berada di posisi produser.
“Waktunya kembali menyutradarai film yang membakar naluri terdalam saya sebagai story teller.”
Jejak Aksi dalam Portofolio Angga
“Ratu Malaka” akan menjadi film laga kelima yang disutradarai Angga. Empat karya sebelumnya yang masuk kategori aksi meliputi “Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212” (2018), “Ben & Jody” (2022), “Mencuri Raden Saleh” (2022), dan “13 Bom di Jakarta” (2023). Rentetan karya tersebut menunjukkan konsistensi Angga dalam mengeksplorasi genre aksi dengan pendekatan yang beragam—mulai dari period martial arts, thriller keluarga, heist berlatar kolonial, hingga thriller politik kontemporer.
Pelajaran yang terkumpul dari empat proyek aksi sebelumnya kini akan diintegrasikan ke dalam “Ratu Malaka”. Angga secara eksplisit menyebut bahwa film baru ini menjadi wadah untuk menerapkan seluruh pengalaman teknis dan naratif yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun menggarap adegan laga, koreografi, dan ritme editing yang khas.
Konteks Visinema dan Ambisi di Balik Layar
Sebelum kembali ke kursi sutradara, Angga menjalankan peran sebagai produser eksekutif dalam penggarapan film animasi “JUMBO”, sebuah proyek yang menjadi tonggak transformasi bisnis Visinema Pictures. Keberhasilan “JUMBO” melampaui target komersialnya membuka ruang bagi Angga untuk mengalihkan fokus kembali ke karya-karya yang secara personal paling ia nantikan.
“Setelah transformasi Visinema berjalan baik dan ‘JUMBO’ melampaui targetnya, saya kembali ke kursi penyutradaraan untuk mengejar sesuatu yang lebih besar, film action dengan jiwa, darah, dan napas lokal yang keras.”
Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa “Ratu Malaka” tidak hanya diposisikan sebagai produk hiburan, melainkan sebagai pernyataan artistik yang membawa identitas budaya lokal ke dalam kerangka aksi fantasi berskala besar. Dengan jadwal rilis 2027, penonton Indonesia dan pasar internasional akan memiliki waktu cukup untuk menantikan bagaimana dunia Malaka—sebuah kerajaan kriminal mistis yang dibangun dari lapisan budaya, sejarah, dan kepercayaan—terwujud di layar lebar. Bagi industri film nasional, kehadiran proyek semacam ini juga menandai perluasan cakrawala genre yang selama ini didominasi oleh drama keluarga, horor, dan komedi.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Film aksi fantasi Ratu Malaka bakal?
Film aksi fantasi Ratu Malaka bakal is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Film aksi fantasi Ratu Malaka bakal matter?
Film aksi fantasi Ratu Malaka bakal matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
