Skip to content
Yellow Desk
September 17, 2026
Warta Bumi

Petugas gabungan berupaya padamkan karhutla di lereng Lawu Magetan

Emily Jackson - kabarsatunusa.com 4 mins read

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mulai dapat dikendalikan hingga Senin sore. Meski kondisi api di sisi

Petugas gabungan berupaya padamkan karhutla di lereng Lawu Magetan

Api di Lereng Gunung Lawu Magetan Berhasil Dikendalikan, Petugas Tetap Siaga

Kabarsatunusa.com – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mulai dapat dikendalikan hingga Senin sore. Meski kondisi api di sisi Magetan telah mereda, petugas gabungan masih bertahan di area terdampak untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala akibat hembusan angin.

Penanganan kebakaran melibatkan Perhutani KPH Lawu Ds, Polres Magetan, TNI, BPBD, pemerintah daerah, PMI, relawan, Masyarakat Peduli Api, serta warga sekitar. Fokus utama petugas bukan hanya memadamkan api yang terlihat, tetapi juga melakukan penyisiran di kawasan atas dan membatasi kemungkinan api menjalar ke area lain.

Titik Api Diketahui Sejak Pagi

Wakil Administratur Perhutani KPH Lawu Ds, Hermawan, menjelaskan bahwa warga melihat api pada pagi hari di kawasan hutan petak 50+A RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, wilayah KPH Lawu Ds. Informasi itu segera ditindaklanjuti oleh petugas dan kelompok masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan.

“Menurut informasi dari rekan-rekan, titik api awal terlihat sekitar pukul tujuh pagi. Segenap petugas BKPH Lawu Selatan bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan warga lalu merapat ke lokasi titik api dan berupaya memadamkan,” ujarnya.

Akses dan kondisi medan di lereng gunung membuat proses pemadaman memerlukan kerja bersama. Petugas menggunakan cara manual dengan memukul serta memutus api memakai ranting pohon. Metode ini diterapkan untuk menjangkau titik-titik api di vegetasi bawah yang sulit ditangani dengan peralatan lain.

Selain pemadaman langsung, tim di lapangan membuat ilaran atau parit pembatas api. Jalur penyekat tersebut dibuat di sekitar area terbakar agar api tidak bergerak ke petak hutan lain. Langkah ini penting ketika api berada di kawasan dengan bahan bakar alami yang mudah terbakar, seperti semak, rumput kering, dan serasah di bawah tegakan pohon.

Angin Kencang Menjadi Tantangan

Vegetasi yang terdampak terdiri atas hutan pinus dengan rayutan dan ilalang di bagian bawahnya. Material kering di lantai hutan dapat mempercepat perambatan api, terlebih saat musim kemarau berada pada kondisi kering. Tiupan angin yang cukup kuat turut menyulitkan petugas saat mengendalikan arah api.

“Tanaman yang terbakar adalah jenis pinus dan di bawahnya ada rayutan serta ilalang. Kondisi angin memang menjadi kendala, namun hingga sore api sudah dapat dikendalikan. Meski demikian, petugas masih bersiaga,” katanya.

Pengendalian api tidak selalu berakhir ketika kobaran utama telah padam. Bara dapat tersimpan di tumpukan daun, rumput, kayu, atau bagian tanah yang tertutup material organik. Karena itu, petugas tetap memeriksa area yang telah dipadamkan, terutama di lokasi yang berpotensi kembali menyala saat angin bertiup.

Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo menyampaikan bahwa titik api di wilayah Kecamatan Panekan mulai berhasil diatasi melalui kerja bersama berbagai unsur. Personel yang tersisa di lokasi menjalankan pemantauan lanjutan untuk memastikan kebakaran benar-benar telah berakhir.

“Yang bertahan tinggal beberapa orang untuk memastikan bahwa titik api sudah benar-benar padam,” kata Dodik.

Pengawasan Diperkuat di Perbatasan Kawasan Hutan

Kebakaran kali ini mengenai pohon pinus di kawasan hutan pemerintah maupun hutan rakyat. Setelah api terkendali, pengawasan tetap dilakukan agar tidak terjadi perluasan ke kawasan hutan di Kabupaten Ngawi. Penyisiran diperlukan untuk mendeteksi sisa titik panas atau api kecil yang mungkin tidak langsung terlihat dari area utama penanganan.

Perhutani dan unsur terkait masih menelusuri penyebab pasti kebakaran. Hingga proses tersebut selesai, belum ada kesimpulan mengenai pemicu awal munculnya api di lereng Lawu.

Warga yang tinggal atau beraktivitas di tepian hutan diingatkan untuk menghindari kegiatan pembakaran selama cuaca kering pada puncak musim kemarau. Pembakaran sampah, pembersihan lahan dengan api, maupun api terbuka yang tidak diawasi dapat menimbulkan risiko besar ketika vegetasi di sekitarnya mudah terbakar.

Kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Pelaporan cepat saat terlihat asap atau api, serta tidak meninggalkan sumber panas di kawasan hutan, dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum api meluas. Dengan kondisi angin yang masih dapat berubah, pemantauan di lereng Gunung Lawu tetap menjadi langkah penting setelah api utama berhasil dikendalikan.

Frequently Asked Questions

What is Petugas gabungan berupaya padamkan karhutla di lereng?

Petugas gabungan berupaya padamkan karhutla di lereng is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Petugas gabungan berupaya padamkan karhutla di lereng matter?

Petugas gabungan berupaya padamkan karhutla di lereng matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *