Skip to content
Yellow Desk
September 17, 2026
Tenis

Janice Tjen/Leylah Fernandez menang mudah pada babak pertama US Open

Thomas Rodriguez - kabarsatunusa.com 4 mins read

Turnamen Grand Slam terakhir dalam kalender tenis internasional tahun 2026 resmi dimulai di kompleks USTA Billie Jean King, New York, dan salah satu pasangan

Janice Tjen/Leylah Fernandez menang mudah pada babak pertama US Open

Dominasi Total Janice Tjen dan Leylah Fernandez di New York: Kemenangan 6-1, 6-1 Buka Jalan US Open 2026

Kabarsatunusa.com – Turnamen Grand Slam terakhir dalam kalender tenis internasional tahun 2026 resmi dimulai di kompleks USTA Billie Jean King, New York, dan salah satu pasangan yang langsung mencuri perhatian pada hari Kamis adalah duet lintas benua antara petenis Indonesia Janice Tjen dan petenis Kanada Leylah Fernandez. Tanpa banyak drama, tanpa gim yang benar-benar diragukan, keduanya menuntaskan laga babak pertama dengan skor telak 6-1, 6-1 atas Isabelle Haverlag (Belanda) dan Nina Radisic (Slovenia). Kemenangan ini sekaligus menjadi titik balik emosional bagi Janice, yang sehari sebelumnya baru saja menelan kekalahan di sektor tunggal.

Alur Pertandingan: Kendali Penuh Sejak Gim Ketiga

Set pembuka berjalan singkat. Janice/Leylah membuka gim pertama dengan servis yang bersih, namun Haverlag/Radisic merespons cepat dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah merebut gim kedua. Setelah momen itu, dinamika lapangan berubah drastis. Pasangan Indonesia-Kanada tidak lagi memberi ruang bagi lawan untuk membangun momentum. Mereka merangkak naik ke angka 5-1 dalam rentetan gim yang nyaris tanpa perlawanan berarti, sebelum menutup set pembuka dengan servis penutup pada gim keenam. Skor akhir set pertama: 6-1.

Set kedua bahkan lebih singkat dalam hal ketegangan. Break servis langsung terjadi pada gim pembuka, menempatkan Janice/Leylah di posisi 1-0. Gim berikutnya mereka pertahankan servis dengan mulus untuk unggul 2-0. Haverlag/Radisic sempat memperkecil jarak menjadi 1-2, tetapi respons dari sisi Indonesia-Kanada datang dalam bentuk empat gim beruntun yang mengunci kemenangan set kedua dengan skor identik: 6-1. Total waktu pertandingan tidak membengkak, dan tidak ada satu pun gim yang melewati angka kritis tanpa dominasi jelas dari satu sisi.

Angka-angka di Balik Skor: Superioritas Statistik yang Jarang Terlihat

Skor 6-1, 6-1 memang mencolok, tetapi data di balik gim menunjukkan tingkat dominasi yang jauh melampaui kesan visual. Dari total 74 poin yang diperebutkan sepanjang dua set, Janice/Leylah merebut 53 poin atau setara 71,6 persen. Haverlag/Radisic hanya mampu mengumpulkan 21 poin. Selisih 32 poin dalam satu pertandingan babak pertama Grand Slam merupakan margin yang sangat jarang terjadi di level tertinggi tenis.

Di sisi servis, angka menjadi lebih mencengangkan. Janice/Leylah mengonversi 28 dari 31 poin servis pertama mereka, menghasilkan persentase 90,3 persen. Mereka mencatat dua ace dan tidak melakukan satu pun double fault sepanjang pertandingan. Sebaliknya, pasangan Belanda-Slovenia hanya berhasil merebut 18 dari 43 poin servis, dengan satu ace dan lima double fault yang menggerus kepercayaan diri mereka di lapangan.

Di sisi pengembalian servis, keunggulan juga terasa. Janice/Leylah merebut 13 dari 26 poin pada return servis pertama lawan dan 12 dari 17 poin pada return servis kedua. Dari delapan peluang break point yang tersedia, mereka mengonversi lima. Sementara itu, Haverlag/Radisic tidak memperoleh satu pun kesempatan untuk mematahkan servis lawan sepanjang dua set. Artinya, tidak ada satu gim pun di mana pasangan Belanda-Slovenia benar-benar mengancam kedudukan.

Konteks Tunggal: Awal yang Pahit, Akhir yang Manis

Kemenangan ganda ini datang tepat setelah Janice menutup partisipasinya di sektor tunggal US Open 2026 dengan kekalahan 2-6, 2-6 dari unggulan kelima Mirra Andreeva pada babak pertama. Dua set tanpa perlawanan berarti di tunggal tentu meninggalkan rasa kecewa, namun transisi cepat ke lapangan ganda dan performa yang langsung mengunci kemenangan menunjukkan kapasitas mental yang tinggi. Bagi Fernandez, yang juga memiliki agenda tunggal di turnamen ini, kemenangan ganda menjadi modal kepercayaan diri sebelum ia melanjutkan perjalanan di sektor tunggal.

Bagi Janice Tjen, yang mewakili Indonesia di kancah Grand Slam, setiap poin di New York membawa bobot simbolik tersendiri. Kemenangan babak pertama ganda bukan sekadar langkah administratif menuju babak kedua; ia menegaskan bahwa kombinasi lintas negara antara pengalaman dan agresivitas masih menjadi formula yang efektif di level tertinggi. Babak kedua akan mempertemukan mereka dengan pemenang laga lain di draw ganda putri, dan tekanan untuk mempertahankan intensitas seperti yang ditunjukkan pada hari Kamis akan langsung terasa.

US Open 2026 baru saja membuka pintunya, dan bagi Janice/Leylah, pintu itu terbuka lebar sejak gim ketiga set pertama.

Frequently Asked Questions

What is Janice Tjen Leylah Fernandez menang mudah?

Janice Tjen Leylah Fernandez menang mudah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Janice Tjen Leylah Fernandez menang mudah matter?

Janice Tjen Leylah Fernandez menang mudah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *