Skip to content
Yellow Desk
September 17, 2026
Lintas Kota

Jaksel imbau pengelola gedung aktifkan “water mist” untuk tekan polusi

Christopher Jackson - kabarsatunusa.com 4 mins read

Perpanjangan musim kemarau di kawasan ibu kota telah memicu lonjakan suhu udara sekaligus memperburuk kualitas atmosfer Jakarta. Mobilitas kendaraan bermotor

Jaksel imbau pengelola gedung aktifkan “water mist” untuk tekan polusi

Menekan Polusi Udara di Musim Kemarau: Jaksel Dorong Gedung-Gedung Tinggi Aktifkan Water Mist

Kabarsatunusa.com – Perpanjangan musim kemarau di kawasan ibu kota telah memicu lonjakan suhu udara sekaligus memperburuk kualitas atmosfer Jakarta. Mobilitas kendaraan bermotor yang tetap tinggi di tengah cuaca kering membuat konsentrasi partikel pencemar di udara meningkat secara signifikan. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh pengelola gedung di wilayahnya agar mengaktifkan kembali sistem semprotan kabut air atau water mist yang terpasang di masing-masing bangunan.

Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo menyampaikan imbauan itu pada Jumat di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa kombinasi cuaca panas berkepanjangan dan volume lalu lintas yang padat menciptakan beban polusi udara yang perlu ditangani secara kolektif. Dalam keterangannya, Syafrin menegaskan bahwa penyemprotan kabut air dari ketinggian gedung merupakan salah satu instrumen yang dapat meringankan tekanan pencemaran di atmosfer lokal.

“Cuaca saat ini cukup panas karena kemarau yang panjang. Mobilitas kendaraan yang high juga menyebabkan polusi cukup tinggi. Oleh karena itu, penggunaan water mist diharapkan bisa membantu mengurangi beban polusi udara.”

Mekanisme dan Spesifikasi Teknis Water Mist

Water mist pada dasarnya adalah perangkat yang mengubah air menjadi partikel ultra-halus menyerupai kabut, lalu menyebarkannya ke udara melalui tekanan pompa. Sistem ini secara minimal terdiri dari empat komponen utama: nozzle penyemprot, pompa pendorong air, kipas pendorong untuk memperluas jangkauan semburan, serta tandon atau tangki penampung air. Kombinasi komponen tersebut memungkinkan air teratomisasi menjadi droplet berukuran sangat kecil sehingga cepat menguap dan menyerap panas di sekitarnya.

Dari sisi pemasangan, water mist umumnya dipasang pada bangunan dengan ketinggian minimal 20 meter atau setara delapan lantai ke atas. Sudut nozzle diatur pada 45 derajat agar semburan kabut menyebar secara optimal ke area sekitar gedung tanpa meneteskan air ke permukaan jalan atau trotoar. Posisi ketinggian ini memastikan partikel kabut dapat bercampur dengan lapisan udara yang paling banyak diinjak oleh aktivitas warga dan kendaraan.

Jam Operasional dan Batasan Penggunaan

Pengoperasian water mist tidak dilakukan secara kontinu sepanjang hari. Sistem ini diaktifkan selama total delapan jam dalam dua sesi terpisah: sesi pagi pukul 08.00–12.00 WIB dan sesi sore pukul 15.00–19.00 WIB. Pemilihan jam tersebut mempertimbangkan puncak aktivitas lalu lintas serta paparan radiasi matahari yang paling intens, sehingga efek pendinginan dan pengenceran partikel pencemar dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat di sekitar gedung.

Pemkot Jaksel Ikut Mengaktifkan Kembali Unit di Gedung Wali Kota

Sebagai langkah konkret, Syafrin mengumumkan bahwa unit water mist generator yang terpasang di Lantai 17 Blok A Gedung Kantor Wali Kota Jakarta Selatan akan diaktifkan kembali pada pekan berikutnya. Keputusan ini sekaligus menjadi contoh bagi pengelola gedung lain di wilayah Jakarta Selatan bahwa perangkat yang sudah tersedia tidak perlu menunggu instruksi tambahan untuk dioperasikan.

Syafrin secara khusus meminta seluruh gedung di Jakarta Selatan yang memenuhi kriteria ketinggian — minimal delapan lantai atau lebih dari 20 meter — untuk melakukan hal serupa. Tujuannya agar cakupan penyemprotan kabut air tersebar merata di berbagai titik kota, sehingga efek penurunan suhu mikro dan pengurangan konsentrasi partikel pencemar dapat dirasakan secara lebih luas, bukan hanya di sekitar satu atau dua bangunan.

“Jadi mari bersama-sama kita jaga kota kita. Ini merupakan salah satu upaya yang bisa kita lakukan, untuk mengurangi polusi udara.”

Konteks dan Implikasi bagi Kualitas Udara Jakarta

Imbauan ini datang di tengah tren pemanasan global yang memperpanjang durasi musim kemarau di wilayah Indonesia. Jakarta, sebagai metropolitan dengan jutaan kendaraan bermotor dan kepadatan bangunan tinggi, menghadapi tekanan ganda: emisi gas buang dari transportasi serta efek pulau panas perkotaan (urban heat island) yang dipicu oleh permukaan beton dan aspal. Water mist tidak menggantikan kebijakan pengendalian emisi di sumber, tetapi berfungsi sebagai mitigasi lokal jangka pendek yang relatif murah dan mudah dioperasikan.

Dari perspektif kesehatan publik, penurunan suhu mikro di sekitar area pejalan kaki dan persimpangan dapat mengurangi risiko heat stress pada pekerja luar ruang, lansia, dan anak-anak. Sementara itu, pengenceran partikel PM2.5 dan PM10 di lapisan udara dekat permukaan gedung berpotensi menurunkan paparan jangka pendek bagi warga yang beraktivitas di trotoar maupun halte transit.

Keberhasilan program ini bergantung pada kepatuhan kolektif. Jika hanya segelintir gedung yang mengaktifkan water mist, efeknya akan bersifat lokal dan terbatas. Sebaliknya, ketika ratusan gedung tinggi di koridor Sudirman, Kuningan, Tebet, dan Cilandrak secara serentak menyemprotkan kabut air pada jam yang telah ditentukan, akumulasi efek pendinginan dan pengenceran partikel dapat menciptakan perubahan yang terukur pada indeks kualitas udara di tingkat distrik.

Pemkot Jaksel diharapkan akan memantau efektivitas program ini melalui data stasiun pemantau kualitas udara yang tersebar di wilayahnya, sekaligus mengevaluasi apakah perlu memperluas cakupan atau menyesuaikan jam operasional pada musim berikutnya. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola properti, dan warga menjadi kunci agar langkah sederhana seperti mengaktifkan sebuah nozzle dapat berkontribusi nyata pada udara yang lebih bersih bagi seluruh penghuni Jakarta Selatan.

Frequently Asked Questions

What is Jaksel imbau pengelola gedung aktifkan water?

Jaksel imbau pengelola gedung aktifkan water is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Jaksel imbau pengelola gedung aktifkan water matter?

Jaksel imbau pengelola gedung aktifkan water matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *