Skip to content
Yellow Desk
September 17, 2026
Liga Italia

Como 1907 bungkam Napoli 2-1 di Stadion Diego Maradona

Sandra Garcia - kabarsatunusa.com 4 mins read

Stadion Diego Armando Maradona yang biasanya bergemuruh oleh sorak pendukung Partenopei justru harus menelan pil pahit pada Senin (31/8) dini hari WIB

Como 1907 bungkam Napoli 2-1 di Stadion Diego Maradona

Kekalahan Perdana Napoli di Maradona: Como 1907 Tancap Gas 2-1

Kabarsatunusa.com – Stadion Diego Armando Maradona yang biasanya bergemuruh oleh sorak pendukung Partenopei justru harus menelan pil pahit pada Senin (31/8) dini hari WIB. Napoli, sang juara bertahan yang datang dengan ambisi mempertahankan mahkota, tumbang 1-2 di hadapan Como 1907 pada giornata kedua Liga Italia Serie A musim 2026/27. Bagi tim asuhan yang baru saja memulai kampanye musim baru, kekalahan ini menjadi tamparan keras sekaligus sinyal bahwa kompetisi tahun ini tidak akan berjalan mulus.

Como, yang musim lalu berjuang keras di papan tengah, justru tampil sebagai tim yang lebih tajam dan lebih terorganisasi di laga pembuka mereka di kandang lawan. Empat poin dari dua pertandingan langsung melempar skuad asuhan Cesc Fabregas ke posisi keempat klasemen sementara — sebuah capaian yang jauh melampaui ekspektasi banyak pengamat sebelum musim bergulir.

Kronologi Gol: Tiga Menit yang Menentukan

Alur pertandingan berubah drastis dalam rentang waktu hanya tujuh menit di babak pertama. Pada menit ke-17, Como mencuri keunggulan melalui Martin Baturina. Berawal dari umpan tarik Assane Diao yang meluncur ke dalam kotak penalti, Baturina melakukan putaran badan sebelum melepaskan tendangan kaki kanan yang meluncur ke sudut gawang Alex Meret. Napoli yang baru saja kehilangan momentum langsung kebobolan tanpa sempat membangun serangan berarti.

Respons Partenopei datang cepat. Menit ke-30, Rasmus Hojlund menerima bola di tepi kotak penalti dan melepaskan tembakan mendatar kaki kiri yang tak mampu dijangkau Jean Butez. Skor kembali imbang 1-1, dan Maradona kembali bergemuruh.

Namun euforia itu hanya bertahan empat menit. Pada menit ke-34, Anastasios Douvikas — penyerang asal Yunani yang menjadi ujung tombak Como — memanfaatkan kelengahan lini belakang Napoli. Setelah merebut bola dari kesalahan distribusi, Douvikas melepaskan tendangan kaki kanan yang menggetarkan jaring dan mengubah skor menjadi 2-1 untuk tim tamu. Gol tersebut menjadi penentu nasib pertandingan.

Gol yang Tak Pernah Terjadi

Babak kedua berjalan dalam tekanan penuh dari Napoli. Partenopei menggempur tanpa henti demi mengejar ketertinggalan, dan mereka nyaris berhasil pada masa injury time. Stanislav Lobotka menyambar bola di dalam kotak penalti dan mengirimnya ke gawang Butez. Namun wasit mengangkat bendera. David Neres dinilai melakukan pelanggaran terhadap Alex Valle dalam proses terjadinya gol tersebut. Keputusan itu membuat Napoli harus pulang dengan tangan kosong dan tanpa poin.

“Skor 2-1 untuk Como bertahan hingga peluit panjang. Napoli gagal menyamakan kedudukan meski menekan sepanjang babak kedua.”

Audero di Bangku, Fabregas Percaya Butez

Bagi penonton Indonesia, satu detail menarik dari laga ini adalah absennya Emil Audero Mulyadi dari starting XI Como. Kiper tim nasional Indonesia tersebut tidak mendapat kepercayaan untuk mengawal gawang pada jornada kedua. Fabregas memilih Jean Butez sebagai penjaga gawang utama. Keputusan ini tentu menjadi catatan tersendiri bagi Audero yang harus berjuang merebut kembali tempatnya di skuad inti pada pekan-pekan berikutnya.

Butez sendiri tampil cukup solid di bawah mistar. Meski kebobolan satu gol dari tembakan Hojlund, ia beberapa kali melakukan penyelamatan penting yang menjaga keunggulan Como tetap bertahan hingga akhir laga.

Formasi dan Susunan Pemain

Napoli turun dengan skema 4-3-3: Alex Meret di bawah mistar; lini belakang diisi Giovanni Di Lorenzo, Amir Rrahmani, Rafa Marin, dan Mathias Oliveira; gelandang tengah Zambo Anguissa, Stanislav Lobotka, dan Scott McTominay; sementara trisula depan ditempati Matteo Politano, Rasmus Hojlund, dan Noa Lang.

Como menjawab dengan formasi 4-2-3-1: Jean Butez; Alex Valle, Jacobo Ramon, Trevoh Chalobah, Yan Couto; Luis Milla dan Lucas Da Cunha sebagai gelandang bertahan; Martin Baturina, Nico Paz, dan Assane Diao di lini tengah serang; serta Anastasios Douvikas sebagai ujung tombak tunggal.

Implikasi di Klasemen

Kemenangan ini menempatkan Como di peringkat keempat klasemen sementara Serie A 2026/27 dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan. Bagi tim yang musim lalu harus berjuang keras menghindari degradasi, posisi tersebut merupakan lompatan signifikan yang menunjukkan peningkatan kualitas skuad dan kedalaman taktis di bawah Fabregas.

Di sisi lain, Napoli kini tertahan di peringkat kesembilan dengan tiga poin dari dua laga. Kekalahan perdana musim ini tentu menjadi alarm bagi Partenopei yang datang ke Maradona dengan ekspektasi tinggi. Tekanan untuk segera bangkit akan menghantui skuad mereka menjelang jornada ketiga, di mana setiap poin yang hilang bisa memperlebar jarak dari papan atas secara cepat.

Bagi Como, kemenangan di kandang Napoli bukan sekadar tiga poin. Ia menjadi pernyataan bahwa tim ini siap bersaing di level tertinggi dan bahwa musim 2026/27 akan menghadirkan kejutan-kejutan yang belum terduga di papan klasemen.

Frequently Asked Questions

What is Como 1907 bungkam Napoli 2 1?

Como 1907 bungkam Napoli 2 1 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Como 1907 bungkam Napoli 2 1 matter?

Como 1907 bungkam Napoli 2 1 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *