Iwet Ramadhan Tekankan Pentingnya Tidur Teratur dan Cek Tekanan Darah Setelah Stroke
Kabarsatunusa.com – Pengalaman stroke pada 2023 mengubah cara presenter Iwet Ramadhan menjaga kesehatannya. Aktivitas fisik yang selama ini menjadi bagian dari hidupnya tetap penting, tetapi kini ia memberi perhatian lebih besar pada dua hal mendasar: tidur cukup dan pemantauan tekanan darah secara rutin.
Iwet pernah mengalami pecah pembuluh darah di otak. Saat tiba di rumah sakit, tekanan darahnya tercatat mencapai angka 200. Peristiwa tersebut menjadi titik balik yang membuatnya lebih peka terhadap sinyal tubuh serta kebiasaan sehari-hari yang sebelumnya kerap dianggap sepele.
Salah satu perubahan yang paling ia jaga adalah waktu beristirahat. Sebelum mengalami stroke, jadwal kerja membuatnya terbiasa terjaga hingga larut malam. Kebiasaan itu bahkan masih berlangsung pada masa pandemi COVID-19, ketika ia sering mengikuti rapat sampai tengah malam.
“Sekarang saya sudah tidak mau tidur di atas jam 10 malam,” ujar Iwet dalam diskusi kesehatan yang digelar OMRON Healthcare Indonesia di Jakarta, Jumat.
Aktif Berolahraga Bukan Berarti Bebas Risiko
Perjalanan Iwet menunjukkan bahwa gaya hidup aktif tidak otomatis menghilangkan seluruh risiko gangguan kesehatan. Sebelum stroke, ia sudah rutin menjalani berbagai olahraga, mulai dari berlari, bersepeda, hingga berenang. Ia juga pernah mempersiapkan diri untuk triathlon dan menyelesaikan beberapa lomba maraton di Bali, Berlin, serta New York.
Rutinitas tersebut memperlihatkan bahwa ia bukan seseorang yang jauh dari aktivitas fisik. Namun, pengalaman kesehatannya mengingatkan bahwa perhatian terhadap tubuh tidak boleh hanya berhenti pada olahraga. Istirahat, pola makan, kondisi tekanan darah, dan kesadaran terhadap perubahan fisik juga perlu mendapat tempat dalam kebiasaan harian.
“Yang lari maraton juga kena stroke. Jadi jangan pernah beranggapan bahwa yang tidak mau bergerak saja yang punya risiko. Yang bergerak pun punya risiko,” katanya.
Pesan itu relevan bagi banyak orang yang merasa sudah cukup terlindungi karena rajin berolahraga. Aktivitas fisik memang dapat menjadi bagian penting dari upaya menjaga kebugaran, tetapi pemeriksaan kesehatan dan pengelolaan pola hidup tetap tidak bisa diabaikan. Seseorang dapat terlihat bugar dari luar, sambil tetap memiliki kondisi yang perlu dipantau lebih dekat.
Tekanan Darah Menjadi Perhatian Utama
Setelah stroke, Iwet menjadikan pemeriksaan tekanan darah sebagai kebiasaan yang lebih disiplin. Angka tekanan darah yang sangat tinggi ketika ia menjalani penanganan medis membuatnya memahami pentingnya mengetahui kondisi tubuh sebelum muncul masalah yang lebih serius.
Pengukuran tekanan darah secara berkala dapat membantu seseorang mengenali perubahan pada dirinya. Kebiasaan ini tidak harus menunggu hingga muncul keluhan berat. Memperhatikan hasil pemeriksaan, mencatat perubahan bila diperlukan, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan ketika ada kekhawatiran dapat menjadi langkah yang lebih bijak.
“Keep on being aware. Itu penting banget,” ujar Iwet.
Kesadaran yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan alat pemeriksaan atau angka tertentu. Hal itu juga mencakup keberanian untuk meninjau ulang gaya hidup, membatasi kebiasaan yang mengganggu waktu istirahat, dan tidak mengabaikan rasa lelah yang berulang. Dalam kehidupan yang serba cepat, tidur sering kali menjadi kebutuhan pertama yang dikorbankan. Padahal, waktu pemulihan tubuh tetap perlu dijaga secara konsisten.
Menjadikan Kesehatan sebagai Kebiasaan Sehari-hari
Iwet mengajak masyarakat untuk tidak meremehkan pola tidur. Baginya, menjaga jam istirahat perlu ditempatkan sejajar dengan perhatian pada makanan dan aktivitas fisik. Perubahan tidak selalu harus dimulai dari target besar. Menetapkan waktu tidur yang lebih teratur, menyediakan waktu untuk beristirahat, dan meluangkan beberapa menit untuk mengecek tekanan darah dapat menjadi langkah awal yang realistis.
Pengalaman pribadi itu kini turut mendorong Iwet aktif menyuarakan isu kesehatan, terutama yang berkaitan dengan pembuluh darah dan jantung. Ia melihat peristiwa yang dialaminya sebagai pengingat bahwa perlindungan terhadap kesehatan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan berulang kali.
Pesan utamanya adalah membangun perhatian yang lebih utuh terhadap kondisi diri. Olahraga tetap layak dipertahankan, tetapi tubuh juga membutuhkan tidur yang memadai, asupan yang diperhatikan, serta pemeriksaan rutin. Kebiasaan kecil tersebut dapat membantu seseorang lebih mengenali tubuhnya dan tidak menunda perhatian terhadap kesehatan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Iwet Ramadhan bagikan kebiasaan yang dilakukan?
Iwet Ramadhan bagikan kebiasaan yang dilakukan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Iwet Ramadhan bagikan kebiasaan yang dilakukan matter?
Iwet Ramadhan bagikan kebiasaan yang dilakukan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
