Skip to content
Yellow Desk
September 17, 2026
Humaniora

Basarnas siapkan skenario jika cuaca hambat penyelaman KM Virgo

Linda Gonzalez - kabarsatunusa.com 4 mins read

Operasi pencarian penumpang KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, memasuki hari ketiga dengan tantangan besar dari cuaca buruk. Badan SAR

Basarnas siapkan skenario jika cuaca hambat penyelaman KM Virgo

Cuaca Buruk Menunda Penyelaman dalam Pencarian KM Virgo Transport 8

Kabarsatunusa.com – Operasi pencarian penumpang KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, memasuki hari ketiga dengan tantangan besar dari cuaca buruk. Badan SAR Nasional (Basarnas) masih memprioritaskan keselamatan personel sehingga rencana pencarian di bawah permukaan laut belum dapat dijalankan secara penuh.

Hingga Selasa (15/9) pukul 22.00 WITA, sebanyak 114 korban telah ditemukan dan seluruhnya sudah tiba di Banjarmasin. Dari jumlah itu, 108 orang selamat, sedangkan enam lainnya meninggal dunia. Masih ada 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 penumpang dan awak yang berada di kapal tersebut.

KM Virgo Transport 8 hilang kontak pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA di kawasan perairan Masalembo. Kapal itu berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9), sebelum insiden memicu pengerahan unsur pencarian melalui udara dan laut.

Penyelaman Menunggu Kondisi Aman

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan bahwa pencarian bawah laut menjadi sasaran penting pada hari ketiga operasi. Tiga tim penyelam beserta perlengkapan pendukung telah disiapkan untuk bekerja di sekitar bangkai kapal, tetapi kondisi perairan belum memungkinkan pelaksanaan tugas dengan tingkat keamanan yang memadai.

Gelombang, arus di permukaan maupun di bawah laut, serta keterbatasan jarak pandang menjadi sejumlah faktor yang harus diperhitungkan. Situasi tersebut tidak hanya memengaruhi mobilitas kapal pencari, tetapi juga dapat meningkatkan risiko bagi penyelam yang akan memasuki area pencarian.

“Operasi hanya mungkin dilaksanakan atas dasar jaminan aman karena memang di situlah teori safety. Mudah-mudahan kondisi cuaca memungkinkan sehingga kita bisa melakukan tindakan semaksimal mungkin apa yang bisa kita lakukan,” kata Syafii di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa malam.

Basarnas tetap mengerahkan pencarian dari udara dan di permukaan laut sembari menunggu peluang cuaca yang lebih aman. Langkah ini dilakukan agar cakupan pencarian tidak berhenti, meski operasi penyelaman dan pemeriksaan langsung terhadap bangkai kapal belum bisa dimaksimalkan.

Teknologi Bawah Laut Belum Bisa Digunakan Maksimal

Dalam operasi ini, Basarnas juga mendapat dukungan KRI Canopus yang dilengkapi perangkat pengamatan bawah laut. Kapal tersebut memiliki remotely operated vehicle atau ROV serta multibeam echosounder, teknologi yang dapat membantu memetakan kondisi di bawah permukaan tanpa selalu mengandalkan penyelam.

ROV dapat digunakan untuk melakukan pengamatan bawah laut dari kapal pendukung, sementara multibeam echosounder membantu memperoleh gambaran kontur dan objek di dasar perairan. Namun, perangkat tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena kondisi laut dinilai sangat buruk dan berbahaya.

Syafii menjelaskan kemampuan penyelam dan peralatan yang tersedia pada dasarnya dapat mendukung pencarian di kedalaman lebih dari 150 meter. Meski demikian, kapasitas teknis tidak dapat dipisahkan dari keadaan aktual di lapangan. Kecepatan arus, tinggi gelombang, dan visibilitas tetap menjadi pertimbangan utama sebelum tim diturunkan.

Penundaan penyelaman bukan berarti pencarian dihentikan. Keputusan itu menjadi bagian dari pengelolaan operasi SAR agar personel tidak menghadapi bahaya tambahan saat berupaya menemukan korban. Keselamatan tim pencari menjadi syarat penting sebelum setiap tahap operasi bawah laut dimulai.

Skenario Salvage dan Pembukaan Akses Bangkai Kapal

Apabila cuaca terus menjadi penghambat, Basarnas telah menyiapkan pilihan langkah lain untuk membuka akses ke lokasi kapal. Sejumlah pihak yang memiliki kemampuan penanganan bangkai kapal dapat dilibatkan, termasuk dalam penghitungan proses salvage.

Salvage merupakan upaya teknis untuk menangani kapal yang mengalami kecelakaan atau tenggelam. Dalam konteks pencarian KM Virgo Transport 8, langkah tersebut dapat mencakup kemungkinan membalikkan posisi kapal atau menariknya agar tim penyelamat memperoleh akses lebih baik untuk mencari korban.

“Kita akan berupaya untuk bisa membawa kapal itu atau minimal kita bisa membalikkan kondisi kapal itu sehingga kita bisa melaksanakan operasi pencarian terhadap korban. Setelah itu, tentunya akan kita serahkan kepada tim-tim investigasi yang dipimpin oleh Kepala KNKT,” ujar Syafii.

Rencana tersebut menunjukkan bahwa operasi tidak hanya bergantung pada satu metode pencarian. Ketika penyelaman langsung belum aman, evaluasi terhadap posisi bangkai kapal dan pilihan penanganannya menjadi bagian dari strategi berikutnya. Setelah kebutuhan pencarian dan penyelamatan diselesaikan, penanganan lebih lanjut akan berada dalam proses investigasi yang dipimpin Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT.

Pencarian Tetap Berlangsung

Sampai hari ketiga operasi, unsur pencarian dari udara, laut, masyarakat, serta kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi belum menerima informasi mengenai korban tambahan. Basarnas tetap melanjutkan pencarian sesuai ketentuan yang berlaku sambil terus menilai perubahan situasi di perairan.

Operasi di laut terbuka membutuhkan koordinasi antara kapal pencari, personel di lapangan, peralatan pendeteksi, serta dukungan informasi dari berbagai unsur. Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, setiap pergerakan harus disesuaikan dengan kebutuhan pencarian dan batas keselamatan yang berlaku.

Fokus utama saat ini tetap menemukan 129 orang yang belum terdata dalam daftar korban selamat maupun meninggal. Dengan pencarian permukaan yang terus berjalan dan persiapan operasi bawah laut yang tetap dilakukan, Basarnas menunggu kondisi perairan Laut Jawa memungkinkan tindakan yang lebih intensif di sekitar bangkai KM Virgo Transport 8.

Frequently Asked Questions

What is Basarnas siapkan skenario jika cuaca hambat?

Basarnas siapkan skenario jika cuaca hambat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Basarnas siapkan skenario jika cuaca hambat matter?

Basarnas siapkan skenario jika cuaca hambat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *