Ni Kadek Dhinda Arahkan Sisa Waktu Persiapan ke Penguatan Fisik Jelang Asian Games 2026
Kabarsatunusa.com – Setelah kembali ke Jakarta dari turnamen Pontianak Indonesia Masters 2026, pebulu tangkis tunggal putri Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi menetapkan satu prioritas utama: memperbaiki kapasitas fisik dan daya tahan tubuhnya. Dengan jendela waktu yang semakin menyempit menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, pemain berusia 20 tahun itu memilih mengalokasikan sisa hari-hari latihannya untuk membangun fondasi kebugaran sebelum bergabung dengan skuad tim putri nasional.
“Asian Games jaraknya tidak lama lagi dan setelah kembali ke Jakarta, saya mau menambah fisik dan daya tahan.”
Pernyataan tersebut diucapkan Dhinda seusai pertandingan di Pontianak pada Kamis, ketika ia baru saja menelan kekalahan di babak 16 besar turnamen tersebut. Keputusan untuk fokus pada aspek fisik ini bukan tanpa alasan. Dalam sistem kompetisi beregu tingkat internasional, seorang pemain dituntut tampil konsisten selama beberapa hari berturut-turut, dan tanpa basis kebugaran yang memadai, performa teknis akan cepat menurun di gim-gim penentu.
Seleksi ke Skuad Asian Games dan Peran dalam Tim Putri
PP PBSI telah menetapkan empat pemain tunggal putri yang akan memperkuat kontingen Indonesia di ajang multievent Asia tersebut. Dhinda masuk dalam daftar bersama Putri Kusuma Wardani, Thalita Ramadhani Wiryawan, dan Mutiara Ayu Puspitasari. Dari keempat nama itu, Dhinda secara khusus didaftarkan untuk nomor beregu, bukan perseorangan. Keputusan ini diambil setelah federasi mempertimbangkan kombinasi performa kompetitif, kesiapan fisik dan teknis, serta kebutuhan taktis tim secara keseluruhan. Total skuad bulu tangkis Indonesia untuk Asian Games 2026 berjumlah 20 pemain.
Pemilihan Dhinda ke nomor beregu juga berkaitan langsung dengan pengalamannya di Piala Uber 2026. Pada turnamen beregu putri tersebut yang berlangsung April lalu, Dhinda menjadi bagian dari tim Indonesia yang berhasil meraih medali perunggu. Pengalaman merasakan tekanan kompetisi beregu di level internasional dinilai menjadi bekal berharga yang tidak bisa digantikan oleh latihan rutin di pelatnas.
Evaluasi dari Kekalahan di Pontianak
Turnamen Pontianak Indonesia Masters 2026 menjadi ujian nyata bagi Dhinda sebelum ia memasuki fase akhir persiapan. Ia terhenti di babak 16 besar setelah dikalahkan unggulan keempat Rachel Chan dengan skor 19-21, 17-21. Bagi Dhinda, kekalahan itu bukan sekadar catatan statistik, melainkan bahan evaluasi taktis yang harus dipelajari secara mendalam.
Salah satu aspek yang paling menonjol dari pertandingan tersebut adalah perbedaan gaya bermain. Chan, yang berkebangsaan Kanada, cenderung bermain agresif dengan banyak spekulasi dan enggan terjebak dalam reli panjang. Sementara itu, pola permainan Dhinda secara alami lebih condong ke arah reli dan pertukaran bola yang berkepanjangan. Ketidakcocokan gaya ini menciptakan situasi di mana Dhinda berulang kali berada dalam posisi tidak siap.
“Lawan bermain dengan banyak spekulasi dan tidak mau diajak rally, sementara tipe permainan saya adalah rally. Tadi sebenarnya ada beberapa kali dia mati langkah tapi masih bisa membalikkan bola dan balikannya itu malah bagus dan saya posisinya malah tidak siap.”
Masalah ini memuncak menjelang akhir gim pertama ketika Chan menaikkan tempo permainan dan berusaha mengambil inisiatif serangan lebih awal. Dhinda mengaku telah mengantisipasi perubahan ritme tersebut, namun eksekusi di lapangan menunjukkan bahwa respons fisiknya belum cukup cepat untuk mengimbangi akselerasi lawan.
“Di poin-poin akhir gim pertama itu dia berusaha mempercepat permainan, mau langsung mematikan saya terus. Saya sudah antisipasi tapi memang pergerakan kakinya kurang cepat.”
Kekurangan dalam kecepatan pergerakan kaki inilah yang menjadi alasan utama Dhinda memilih penguatan fisik sebagai fokus latihan berikutnya. Tanpa kemampuan mengejar dan membalik arah yang memadai, antisipasi taktis yang sudah dibangun di kepala tidak akan pernah terwujud di lapangan.
Rekor Pertemuan dengan Rachel Chan
Pertandingan di Pontianak merupakan pertemuan kedua Dhinda dengan Chan sepanjang musim 2026. Sebelumnya, keduanya sudah berhadapan pada fase grup Piala Uber April lalu, ketika Dhinda kalah dengan skor 21-13, 19-21, 11-21. Pola kekalahan yang serupa—terutama pada gim-gim penentu di mana tempo permainan meningkat—menunjukkan bahwa Dhinda masih perlu mengembangkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan ritme secara lebih cepat.
Jadwal dan Lokasi Cabang Bulu Tangkis Asian Games 2026
Cabang bulu tangkis pada Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari, dari 20 hingga 29 September, bertempat di Ichinomiya City Municipal Gymnasium. Nomor beregu putra dan putri akan dipertandingkan terlebih dahulu pada 20–24 September, sementara kompetisi perseorangan baru dimulai pada 25 September. Artinya, pemain yang terdaftar untuk nomor beregu seperti Dhinda akan langsung turun bertanding pada hari pertama turnamen, tanpa jeda pemanasan kompetitif di dalam arena.
Kondisi ini memperkuat urgensi keputusan Dhinda untuk membenahi kondisi fisik dalam waktu yang tersisa. Setiap sesi latihan hingga hari keberangkatan ke Jepang kini menjadi bagian dari proses yang menentukan apakah ia mampu menjaga konsistensi performa selama seluruh durasi kompetisi beregu, yang bisa membentang hingga lima hari bertanding tanpa henti.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kadek Dhinda fokus benahi fisik?
Kadek Dhinda fokus benahi fisik is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kadek Dhinda fokus benahi fisik matter?
Kadek Dhinda fokus benahi fisik matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
