Kontribusi Industri Pengolahan pada PDB Diharapkan Melampaui 20 Persen
Kabarsatunusa.com – Kontribusi industri pengolahan pada PDB diharapkan dapat melampaui 20 persen pada masa mendatang. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyampaikan target tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional Bidang Investasi, Hilirisasi, Energi, dan Lingkungan Kamar Dagang dan Industri Indonesia tahun 2026 di Jakarta. Menurutnya, peningkatan peran manufaktur menjadi bagian dari mandat dan arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
"Ke depan kita ingin kontribusi industri pengolahan terhadap PDB melampaui 20 persen," ujar Faisol.
Industri pengolahan dipandang memiliki posisi penting dalam memperkuat perekonomian nasional. Sektor ini bukan hanya menghasilkan nilai tambah dari bahan baku, tetapi juga terkait dengan penyerapan tenaga kerja, peningkatan produktivitas, investasi, dan kinerja ekspor. Karena itu, penguatan manufaktur menjadi salah satu jalan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia secara lebih berkelanjutan.
Pasar Domestik Menjadi Modal Penguatan Manufaktur
Faisol menilai Indonesia memiliki modal besar berupa pasar domestik. Dengan jumlah penduduk mencapai 287,2 juta jiwa, konsumsi rumah tangga dapat menjadi penggerak utama kegiatan ekonomi sekaligus membuka peluang lebih luas bagi produk industri dalam negeri. Ia menyebut konsumsi rumah tangga sekitar Rp12,83 triliun berpotensi memberi kontribusi besar bagi perekonomian dan produktivitas industri pengolahan.
Namun, ruang pengembangan masih terbuka karena utilisasi industri pengolahan disebut masih berada di bawah 70 persen. Kondisi tersebut menunjukkan kapasitas produksi yang tersedia belum sepenuhnya dimanfaatkan. Peningkatan permintaan, penguatan investasi, serta pengembangan hilirisasi dapat membantu industri memaksimalkan kapasitas yang telah ada.
Kinerja Industri Pengolahan dan Investasi
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik, industri manufaktur atau pengolahan pada triwulan II 2026 tumbuh 5,32 persen. Sektor tersebut menyumbang Rp1.102,88 triliun terhadap PDB, dengan realisasi investasi di dalamnya sekitar 38,98 persen. Data ini memperlihatkan bahwa manufaktur tetap menjadi salah satu sektor utama dalam pembentukan nilai ekonomi nasional.
Dari sisi perdagangan luar negeri, industri pengolahan nonmigas juga memiliki peran dominan. Sektor ini menyumbang 82,40 persen dari total ekspor nasional. Besarnya porsi tersebut memperlihatkan pentingnya daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar ekspor, sekaligus menegaskan perlunya penguatan kapasitas produksi dan kualitas industri dalam negeri.
Peran Manufaktur dalam Pertumbuhan Ekonomi
BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan atau year-on-year pada triwulan II 2026. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh industri manufaktur atau pengolahan. Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi salah satu penyangga utama pertumbuhan ekonomi.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud menyampaikan bahwa PDB Indonesia pada triwulan II 2026 berdasarkan harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun. Adapun PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.576,2 triliun. Dalam struktur perekonomian, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 0,90 persen.
Sektor industri pengolahan tumbuh 4,52 persen secara tahunan dan memiliki pangsa 18,50 persen terhadap PDB. Selain manufaktur, pertumbuhan ekonomi juga didukung sektor perdagangan dengan sumber pertumbuhan 0,83 persen, konstruksi sebesar 0,62 persen, serta informasi dan komunikasi sebesar 0,48 persen.
FAQ: Target Kontribusi Industri Pengolahan terhadap PDB
Mengapa industri pengolahan penting bagi ekonomi Indonesia?
Industri pengolahan menghasilkan nilai tambah dari bahan baku, mendukung investasi, memperluas lapangan kerja, dan menjadi penyumbang utama ekspor nonmigas. Karena itu, penguatan sektor ini dapat memperbesar dampak ekonomi di berbagai bidang.
Berapa pangsa industri pengolahan terhadap PDB pada triwulan II 2026?
Menurut data BPS, pangsa industri pengolahan terhadap PDB pada triwulan II 2026 mencapai 18,50 persen.
Apa target pemerintah untuk sektor manufaktur?
Kontribusi industri pengolahan pada PDB diharapkan melampaui 20 persen. Target tersebut didukung oleh besarnya pasar domestik, peluang peningkatan utilisasi industri, investasi, dan kinerja ekspor manufaktur nonmigas.
