Skip to content
Yellow Desk
Oktober 15, 2026
Liga Champions

Como terjungkal 2-3 di kandang Feyenoord

Emily Jackson - kabarsatunusa.com 4 mins read

Como 1907 pulang tanpa poin dari Stadion De Kuip, Rotterdam, setelah kalah tipis 2-3 dari Feyenoord pada pertandingan kedua Liga Champions, Rabu. Skuad arahan

Como terjungkal 2-3 di kandang Feyenoord

Como gagal mempertahankan keunggulan dan kalah 2-3 dari Feyenoord

Kabarsatunusa.com – Como 1907 pulang tanpa poin dari Stadion De Kuip, Rotterdam, setelah kalah tipis 2-3 dari Feyenoord pada pertandingan kedua Liga Champions, Rabu. Skuad arahan Cesc Fabregas sebenarnya sempat berada di posisi ideal setelah membuka keunggulan, tetapi Feyenoord mampu mengubah jalannya laga melalui tekanan yang semakin kuat sepanjang pertandingan.

Assane Diao menjadi pencetak gol pertama Como, sebelum tuan rumah menyamakan kedudukan lewat Gjivai Zechiel. Feyenoord kemudian berbalik memimpin melalui Anis Hadj Moussa, sementara gol ketiga terjadi setelah bola hasil tembakan Hadj Moussa mengenai tubuh penjaga gawang Como, Robert Sanchez, dan masuk ke gawang. Gol Anastasios Douvikas pada masa tambahan waktu hanya memperkecil selisih skor.

Hasil di Rotterdam juga membuat Como belum memetik kemenangan dalam tiga laga terakhir di semua kompetisi. Sebelum menghadapi Feyenoord, Como bermain imbang tanpa gol melawan AS Roma dan menelan kekalahan 0-2 dari Frosinone di Serie A.

Awal menjanjikan Como terhenti oleh respons cepat Feyenoord

Tim tamu memulai pertandingan dengan cukup meyakinkan. Como mampu menguasai bola pada fase awal dan berusaha memanfaatkan ruang di belakang lini pertahanan Feyenoord. Pendekatan itu memberikan hasil pada menit ke-18.

Jacobo Ramon mengirim umpan panjang yang dapat dimaksimalkan Diao. Penyerang tersebut berhasil melepaskan diri dari kawalan Javi Lopez, lalu mengarahkan bola ke tiang jauh. Kiper Feyenoord tidak dapat menjangkaunya, sehingga Como unggul 1-0.

Keunggulan itu hanya bertahan dua menit. Feyenoord merespons lewat Zechiel, yang melepaskan penyelesaian terukur untuk membuat skor kembali seimbang. Gol tersebut mengubah momentum pertandingan dan memberi dorongan besar bagi tim tuan rumah.

Masalah Como bertambah ketika Diao, pencetak gol pembuka, mengalami cedera. Ia tidak dapat melanjutkan permainan dan digantikan Jesus Rodriguez pada menit ke-23. Pergantian dini itu memaksa Como menyesuaikan kembali susunan serangan mereka ketika pertandingan masih berlangsung ketat.

Selepas gol penyama kedudukan, Feyenoord secara bertahap mengambil kendali. Menjelang turun minum, mereka hampir mencetak gol kedua, tetapi Sanchez tampil sigap untuk menghentikan peluang dari Givairo Read dan Javi Lopez. Kedudukan 1-1 tetap bertahan hingga jeda.

Hadj Moussa mengubah pertandingan selepas jeda

Feyenoord kembali ke lapangan dengan intensitas yang lebih tinggi pada babak kedua. Tujuh menit setelah permainan dimulai kembali, Hadj Moussa membawa timnya berbalik unggul. Pemain tersebut melepaskan tembakan kaki kiri ke sudut kanan gawang Sanchez dan membuat skor menjadi 2-1.

Gol itu membuat Feyenoord semakin percaya diri dalam menekan Como. Sementara Como berupaya membangun serangan untuk mencari gol penyama kedudukan, tuan rumah tetap mampu mengancam melalui permainan menyerang mereka.

Gol ketiga Feyenoord hadir pada menit ke-81 dalam situasi yang sangat merugikan bagi Como. Tembakan jarak jauh Hadj Moussa lebih dulu membentur tiang kanan. Bola pantul kemudian mengenai tubuh Sanchez sebelum bergulir melewati garis gawang. Peristiwa tersebut dicatat sebagai gol bunuh diri Sanchez dan membawa Feyenoord menjauh dengan keunggulan 3-1.

Meski tertinggal dua gol, Como tidak menghentikan upaya mereka. Tekanan pada menit-menit akhir akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-90+3. Douvikas menuntaskan peluang dengan sepakan kaki kanan ke arah tiang dekat untuk mengubah skor menjadi 2-3.

Waktu yang tersisa tidak cukup bagi Como untuk menyamakan kedudukan. Feyenoord mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir, sementara Como harus menerima kekalahan setelah tidak berhasil memanfaatkan awal pertandingan yang sempat mereka kuasai.

Catatan penting dari laga di De Kuip

Pertandingan ini memperlihatkan bahwa Como mampu memberi ancaman, terutama ketika mereka dapat menggunakan umpan panjang dan pergerakan cepat di lini depan. Gol Diao menjadi bukti efektivitas pendekatan tersebut. Namun, cedera yang memaksanya keluar lebih awal menjadi salah satu titik penting karena Como kehilangan pemain yang baru saja memberi dampak langsung.

Di sisi lain, Feyenoord menunjukkan kemampuan untuk segera bangkit setelah tertinggal. Gol Zechiel dua menit seusai Como mencetak gol membuat pertandingan kembali terbuka, sebelum Hadj Moussa tampil menentukan pada babak kedua dengan gol serta tembakan yang berujung gol bunuh diri Sanchez.

Bagi Como, gol terlambat Douvikas memberi sedikit gambaran tentang daya juang tim hingga akhir laga, tetapi hasil akhir tetap memperpanjang periode tanpa kemenangan mereka. Tantangan berikutnya adalah mengubah peluang dan penguasaan permainan pada fase tertentu menjadi hasil yang lebih konsisten.

Susunan pemain

Feyenoord menggunakan formasi 4-3-3: Ernst; Read, St. Juste (Watanabe 79′), Mármol, Lopez; Zechiel, Vanhoutte, Targhalline; Hadj Moussa (Schaken 90+1′), Ferri (Van den Elshout 79′), Valente (Diarra 46′).

Como bermain dengan formasi 4-2-3-1: Sanchez; Smolcic (Yan Couto 60′), Ramón, Chalobah, Valle; Milla (Da Cunha 60′), Perrone; Diao (Jesus Rodriguez 23′), Baturina (Liberali 79′), Kaiki (Douvikas 60′); Nico Paz.

Frequently Asked Questions

What is Como terjungkal 2 3 di kandang?

Como terjungkal 2 3 di kandang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Como terjungkal 2 3 di kandang matter?

Como terjungkal 2 3 di kandang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *