Skip to content
Yellow Desk
September 17, 2026
Bisnis

DAMRI tetap beroperasi dengan mengikuti arahan otoritas

Susan Anderson - kabarsatunusa.com 4 mins read

Langit di atas Selat Sunda kembali berubah warna. Abu vulkanik yang terlempar dari puncak Gunung Anak Krakatau menyebar ke beberapa wilayah pesisir

DAMRI tetap beroperasi dengan mengikuti arahan otoritas

Abu Vulkanik Krakatau Tak Menghentikan Roda Bus DAMRI, Tapi Protokol Keselamatan Tetap Berjalan

Kabarsatunusa.com – Langit di atas Selat Sunda kembali berubah warna. Abu vulkanik yang terlempar dari puncak Gunung Anak Krakatau menyebar ke beberapa wilayah pesisir, menciptakan kabut kelabu yang membatasi jarak pandang dan mengancam kesehatan pernapasan warga. Di tengah situasi tersebut, satu pertanyaan langsung muncul di benak penumpang yang bergantung pada transportasi darat: apakah layanan bus antarkota masih bisa diandalkan? Jawabannya, setidaknya untuk saat ini, adalah ya. Perum DAMRI menegaskan bahwa seluruh rute operasionalnya—mulai dari koridor Jabodetabek, jalur menuju Banten, lintasan ke Lampung, hingga layanan yang menyentuh Palembang—tetap berjalan sesuai jadwal.

Pemantauan Real-Time Jadi Kunci

Niken Pratiwi Syah Putri Distian, yang menjabat sebagai Head of Corporate Communication DAMRI, menjelaskan bahwa perusahaan tidak menutup mata terhadap dinamika vulkanik. Tim operasional terus memantau perkembangan erupsi dan kondisi cuaca di setiap titik yang menjadi koridor layanan. Prinsip utamanya sederhana: keselamatan penumpang dan seluruh karyawan DAMRI tidak bisa dinegosiasikan.

“Saat ini operasional masih berjalan normal, tetapi kami tetap mengantisipasi setiap perkembangan di lapangan dan mengikuti arahan dari pihak berwenang,” ujar Niken dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Pernyataan itu disampaikan pada Minggu, ketika aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan tanda-tanda pelepasan material vulkanik ke atmosfer. Posisi gunung yang berada di perairan Selat Sunda, tepat di antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra, membuat sebaran abunya sangat bergantung pada arah angin. Ketika angin bertiup ke barat, wilayah pesisir Lampung dan Banten menjadi zona terdampak utama; ketika angin berbalik, sisi utara Selat Sunda yang berbatasan dengan Banten dan Jawa Barat ikut terdampak. Kondisi inilah yang membuat setiap operator transportasi di kawasan tersebut harus siaga.

Jalur Merak–Bakauheni: Titik Kritis yang Masih Terbuka

Salah satu segmen paling sensitif dalam jaringan DAMRI adalah layanan yang memanfaatkan penyeberangan Merak–Bakauheni. Rute Jakarta–Lampung, misalnya, mengharuskan bus menyeberang Selat Sunda melalui kapal feri sebelum melanjutkan perjalanan darat di sisi Sumatra. Niken memastikan bahwa layanan pada koridor ini juga masih beroperasi normal.

Namun, normalitas itu bersifat kondisional. Operasional penyeberangan sangat bergantung pada jarak pandang di area pelabuhan, kondisi cuaca di atas laut, serta instruksi dari otoritas pelabuhan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Apabila jarak pandang turun di bawah ambang aman atau otoritas setempat memberlakukan pembatasan, DAMRI akan menyesuaikan jadwal atau menunda keberangkatan.

“Apabila kondisi tidak memungkinkan untuk menjamin keselamatan, DAMRI akan melakukan penyesuaian operasional sesuai situasi dan arahan yang berlaku,” kata Niken.

Imbauan kepada Penumpang dan Warga

DAMRI meminta setiap calon penumpang untuk aktif memantau pembaruan informasi melalui kanal komunikasi resmi perusahaan—aplikasi, situs web, maupun nomor layanan pelanggan. Setiap perubahan kondisi yang berdampak pada jadwal atau rute akan segera diumumkan agar penumpang tidak datang ke terminal tanpa kepastian.

Di luar konteks transportasi, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada area terdampak abu vulkanik diimbau mengenakan masker dan perlengkapan pelindung mata. Abu vulkanik mengandung partikel silika halus yang dapat mengiritasi saluran pernapasan dan mata, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita asma. Mengikuti rekomendasi otoritas kesehatan dan BMKG menjadi langkah paling praktis untuk meminimalkan risiko paparan.

Latar: Mengapa Krakatau Selalu Jadi Faktor

Gunung Anak Krakatau, yang lahir dari sisa letusan dahsyat Krakatau tahun 1883, telah beberapa kali menunjukkan aktivitas signifikan dalam dua dekade terakhir. Erupsi 2018 yang memicu tsunami di Selat Sunda mengingatkan betapa cepatnya dampak vulkanik dapat mengubah kondisi transportasi dan keselamatan pesisir. Sejak saat itu, otoritas transportasi di kawasan Selat Sunda—termasuk operator bus, kapal feri, dan pelabuhan—telah menyusun protokol respons yang lebih terstruktur.

Bagi DAMRI, yang mengoperasikan ribuan unit bus di seluruh Indonesia, setiap episode abu vulkanik di Selat Sunda menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar dokumen di laci, melainkan mekanisme yang harus diuji setiap kali langit berubah warna. Selama pemantauan berjalan dan arahan otoritas ditaati, roda bus akan terus berputar—dengan satu syarat mutlak: setiap penumpang tiba di tujuan dalam keadaan selamat.

Frequently Asked Questions

What is DAMRI tetap beroperasi dengan mengikuti arahan?

DAMRI tetap beroperasi dengan mengikuti arahan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does DAMRI tetap beroperasi dengan mengikuti arahan matter?

DAMRI tetap beroperasi dengan mengikuti arahan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *