Skip to content
Yellow Desk
September 17, 2026
Internasional

Pengadilan Bangladesh vonis mati tujuh pejabat pendukung Sheikh Hasina

Jennifer Miller - kabarsatunusa.com 3 mins read

Pengadilan Bangladesh vonis mati tujuh pejabat yang terkait dengan Liga Awami, partai politik pimpinan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina. Putusan yang

Pengadilan Bangladesh vonis mati tujuh pejabat pendukung Sheikh Hasina

Pengadilan Bangladesh Vonis Mati Tujuh Pejabat Pendukung Sheikh Hasina

Kabarsatunusa.com – Pengadilan Bangladesh vonis mati tujuh pejabat yang terkait dengan Liga Awami, partai politik pimpinan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina. Putusan yang dibacakan Pengadilan Kejahatan Internasional di Dhaka pada Selasa tersebut berkaitan dengan dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam gelombang pemberontakan yang terjadi pada 2024.

Ketujuh terpidana tidak hadir ketika persidangan berlangsung karena berstatus buronan. Mereka diketahui berada di luar Bangladesh, termasuk di India dan Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan putusan masih bergantung pada perkembangan penegakan hukum serta keberadaan para terdakwa di masa mendatang.

Majelis Hakim dan Para Terpidana

Perkara ini diperiksa oleh majelis yang terdiri atas tiga hakim dengan Hakim Nazrul Islam Chowdhury sebagai pemimpin sidang. Putusan tersebut menjadi salah satu rangkaian proses hukum setelah pemerintahan Sheikh Hasina jatuh menyusul pergolakan politik pada 2024.

Sejumlah tokoh senior Liga Awami termasuk dalam daftar orang yang dijatuhi hukuman. Mereka antara lain Sekretaris Jenderal Liga Awami Obaidul Quader, mantan Menteri Negara Urusan Informasi Mohammad Ali Arafat, serta Wakil Sekretaris Jenderal AFM Bahauddin Nasim.

Pengadilan juga menjatuhkan vonis terhadap Sheikh Fazle Shams Parash, ketua organisasi pemuda Liga Awami, dan Moinul Hossain Nikhil yang menjabat sekretaris jenderal organisasi itu. Selain itu, Saddam Hussain selaku ketua sayap mahasiswa partai serta Sheikh Wali Asif Enan, sekretaris jenderal organisasi mahasiswa tersebut, turut dinyatakan bersalah.

Pengadilan Bangladesh vonis mati tujuh pejabat ini dalam perkara yang dikaitkan dengan kekerasan selama aksi besar dan pemberontakan pada 2024. Putusan tersebut menyoroti peran tokoh politik serta pimpinan organisasi pendukung Liga Awami dalam situasi yang menimbulkan banyak korban.

Penyitaan Aset untuk Keluarga Korban

Selain hukuman mati, majelis memerintahkan penyitaan separuh kekayaan milik Quader, Nasim, Arafat, dan Parash. Aset yang disita direncanakan untuk diberikan kepada keluarga korban meninggal serta orang-orang yang terluka dalam aksi yang berlangsung pada Juli.

Perintah kompensasi itu menempatkan kebutuhan korban sebagai bagian dari putusan. Bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarga atau mengalami dampak langsung akibat kekerasan, kebijakan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk pemulihan atas kerugian yang mereka hadapi.

Putusan pidana dan penyitaan aset menjadi dua unsur penting dalam perkara ini, dengan perhatian pada pertanggungjawaban terdakwa serta kompensasi bagi korban.

Dalam tujuh putusan dari dua pengadilan, total 68 terdakwa telah dinyatakan bersalah setelah jatuhnya pemerintahan Sheikh Hasina. Dari jumlah tersebut, 22 orang menerima hukuman mati. Sebanyak 18 terdakwa masih dalam pelarian, sedangkan empat terdakwa lainnya telah berada dalam tahanan.

Perkara Terpisah Sheikh Hasina

Sheikh Hasina sendiri sebelumnya dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan yang sama pada November. Perkara terpisah itu juga terkait kejahatan terhadap kemanusiaan dan perannya dalam penindakan keras terhadap aksi pada 2024 yang akhirnya menggulingkan pemerintahannya.

Mantan perdana menteri Bangladesh tersebut meninggalkan negaranya dan tinggal di India. Hasina menyatakan rencana untuk kembali pada Desember tahun ini, sementara proses hukum terhadap sejumlah tokoh pendukungnya terus berjalan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat sedikitnya 1.400 orang tewas dan ribuan lainnya terluka dalam pergolakan 2024. Korban disebut jatuh akibat tindakan pasukan keamanan di bawah pemerintahan Hasina serta pendukung Liga Awami. Besarnya jumlah korban membuat perkara ini melampaui persoalan elite politik dan berkaitan langsung dengan tuntutan keadilan masyarakat.

Pengadilan Bangladesh vonis mati tujuh pejabat dalam situasi ketika sebagian terdakwa masih berada di luar negeri. Karena itu, pembacaan putusan belum otomatis berarti hukuman dapat segera dilaksanakan. Penanganan selanjutnya akan dipengaruhi oleh status hukum para buronan dan kemungkinan mereka kembali ke Bangladesh.

FAQ Putusan Pengadilan Bangladesh

Siapa saja yang dijatuhi hukuman mati?

Putusan dijatuhkan kepada tujuh tokoh yang terkait dengan Liga Awami, termasuk Obaidul Quader, Mohammad Ali Arafat, AFM Bahauddin Nasim, Sheikh Fazle Shams Parash, Moinul Hossain Nikhil, Saddam Hussain, dan Sheikh Wali Asif Enan.

Apakah para terpidana berada dalam tahanan?

Tidak. Ketujuh terpidana tidak hadir dalam persidangan karena berstatus buronan dan diketahui berada di pengasingan di India maupun Amerika Serikat.

Untuk apa aset para terdakwa disita?

Separuh aset milik empat terpidana diperintahkan untuk disita sebagai kompensasi bagi keluarga korban meninggal dan orang-orang yang terluka dalam aksi pada Juli.

Berapa jumlah korban dalam pergolakan Bangladesh 2024?

Menurut catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa, sedikitnya 1.400 orang tewas dan ribuan orang lainnya mengalami luka dalam rangkaian aksi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *