Jelang JKF 2026, Pramono Dorong Ekonomi Kreatif sebagai Sumber Pertumbuhan Baru Jakarta
Topics Covered – Dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Jumat (19/6), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa ekonomi kreatif merupakan mesin pertumbuhan baru yang penting bagi ibu kota. Ia menekankan bahwa sektor ini akan berperan signifikan dalam mendorong transformasi Jakarta menjadi kota global.
“Saya merasakan bahwa ekonomi kreatif itu merupakan new engine, itu betul,” ujar Pramono.
Pramono menjelaskan bahwa kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang diperkuat melalui penyelenggaraan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kreatif saat ini berkaitan erat dengan perkembangan ekonomi digital serta pemanfaatan kecerdasan buatan yang mengubah wajah kota besar di dunia.
“Di dalam ekonomi kreatif, ada digital economy dan artificial intelligence yang sekarang ini merubah wajah kota,” tambahnya.
Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Iwan Setiawan, mengungkapkan bahwa ekonomi Jakarta pada kuartal I 2026 mencapai pertumbuhan 5,59 persen, naik dari 4,95 persen di periode sebelumnya. Jakarta juga memberikan kontribusi sebesar 16,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. “Kita perlu bersama-sama mengembangkan hal ini,” katanya.
Iwan menyoroti sektor musik dan film yang berpotensi besar memengaruhi pariwisata, kuliner, fesyen, serta penciptaan lapangan kerja. Dalam JKF 2026, BI menyediakan ruang kolaborasi melalui tiga lini utama: olahraga, musik, dan film. Aktivitas seperti JKF Padel Competition, Band Competition, dan Jakarta Youth Film Festival (JYFF) akan menjadi bagian penting.
Kegiatan lainnya mencakup pameran UMKM, digitalisasi pembayaran, literasi ekonomi syariah, serta festival urban farming dan olahan pangan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengoptimalkan ruang kreatif, menggabungkan seni, budaya, dan inovasi. Ia berharap Jakarta menjadi pusat kreativitas global.
Pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,21 persen pada tahun pertama kepemimpinan Pramono Anung Wibowo dan Rano Karno, melampaui rata-rata nasional. Kepemimpinan kuat Gubernur menjadi faktor utama pemulihan ekonomi setelah kerusuhan 2025. Ekonomi kreatif Indonesia kini berperan sebagai mesin pertumbuhan nasional baru, didukung investasi, lapangan kerja, dan kebijakan strategis di bawah rencana pembangunan Presiden Prabowo Subianto.
Pramono juga menyoroti peran industri fesyen sebagai penggerak utama ekonomi daerah, yang tumbuh lebih tinggi dibanding sektor lain. Bank Indonesia memproyeksikan bahwa jasa dan ekraf akan menjadi penopang utama perekonomian Jakarta, dengan pertumbuhan di atas rata-rata nasional dan inflasi yang terkendali.
Pelaku Ekraf dan Pemulihan Ekonomi
Dalam pernyataannya, Pramono menekankan bahwa kepercayaan internasional terhadap Jakarta menjadi sinyal positif bagi pengembangan sektor ekonomi kreatif. Ia mengatakan bahwa peningkatan kegiatan global di Jakarta menunjukkan bahwa kota ini semakin dianggap aman dan menarik.
“Ketika panggung-panggung dunia hadir di Jakarta, kontribusinya terhadap ekonomi akan sangat signifikan,” ujarnya.
Dengan tren positif ini, Pemprov DKI Jakarta yakin bahwa ekonomi kreatif akan terus menjadi penunjang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Kebijakan strategis dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu motor penggerak perekonomian Indonesia.
