Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Uncategorized

Topics Covered: Bandara Soekarno-Hatta Ditargetkan Masuk 10 Besar Bandara Terbaik Dunia pada 2029

Sandra Garcia 4 mins read

ekarno-Hatta Targetkan Masuk 10 Besar Bandara Terbaik Dunia Tahun 2029 Topics Covered: Bandara Soekarno-Hatta terus menjadi fokus utama pemerintah dalam

Topics Covered: Bandara Soekarno-Hatta Ditargetkan Masuk 10 Besar Bandara Terbaik Dunia pada 2029

Bandara Soekarno-Hatta Targetkan Masuk 10 Besar Bandara Terbaik Dunia Tahun 2029

Topics Covered: Bandara Soekarno-Hatta terus menjadi fokus utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono, menyatakan bahwa bandara ini bertujuan masuk ke dalam sepuluh besar bandara terbaik dunia pada 2029. Pernyataan tersebut diungkapkan setelah ia memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait penguatan tata kelola ekosistem kebandarudaraan di Jakarta, Kamis (25/6). Dalam Topics Covered ini, pemerintah mengupas strategi pengembangan bandara yang mencakup peningkatan fasilitas, efisiensi operasional, dan kolaborasi dengan sektor terkait.

Strategi Peningkatan Kualitas Bandara

Menko AHY menegaskan bahwa target masuk top ten bukan sekadar ambisi, tetapi didasari perbaikan nyata dalam berbagai aspek. Pada 2026, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) berhasil meraih peringkat ke-22 dalam survei Skytrax, peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Kita memiliki target ambisius, tetapi ada dasarnya. Saat ini kita berada di posisi 22 dunia. Dalam tiga tahun terakhir, peringkat Soekarno-Hatta terus meningkat,” jelasnya. Ia optimis bahwa dengan upaya yang terus dilakukan, bandara ini bisa mencapai level lima bintang pada 2029.

“Top ten bandara terbaik dunia adalah bentuk pengakuan terhadap kualitas layanan yang berkelanjutan. Selain gengsi, ada dampak ekonomi besar ketika bandara bisa menjadi hub internasional berkualitas dan berkelas dunia,” tegas Menko AHY.

Dalam Topics Covered ini, pemerintah menekankan bahwa perbaikan kualitas bandara tidak hanya meningkatkan reputasi nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan jumlah wisatawan, investasi, dan aktivitas bisnis. Untuk mencapai ambisi tersebut, pemerintah akan memperkuat manajemen seluruh ekosistem kebandarudaraan, mulai dari layanan pelanggan, koneksi antarmoda, hingga peningkatan infrastruktur menuju kawasan bandara. Perbaikan ini diharapkan bisa mengakselerasi kinerja bandara sebagai pusat aktivitas internasional.

Kolaborasi dengan Berbagai Pemangku Kepentingan

Rapat koordinasi yang dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat seperti Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, dan Wakil Menteri Perhubungan Suntana, menjadi ruang untuk menyamakan langkah dalam membangun bandara. AHY didampingi oleh sejumlah deputi dan staf khusus, termasuk Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Odo R. M. Manuhutu serta jajaran tenaga ahli. Dalam Topics Covered, para pemangku kepentingan sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci sukses dalam mencapai target 2029.

Selain itu, peran BUMN dan lembaga pemerintah lainnya juga diapresiasi dalam upaya mendukung peningkatan kualitas fasilitas. Misalnya, kemitraan antara Kementerian ATR/BPN dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi. Peningkatan ini tidak hanya memperkuat aksesibilitas, tetapi juga meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat.

Peringkat yang Meningkat dalam Tiga Tahun

Sejak beberapa tahun terakhir, Bandara Soekarno-Hatta mencatat peningkatan peringkat yang signifikan. Tahun 2026 menjadi bukti kuat bahwa bandara ini semakin diperhitungkan dalam industri penerbangan global. Dalam Topics Covered, Skytrax mengungkapkan bahwa Soetta kini menempati posisi ke-22, dengan peringkat yang terus menguat karena perbaikan layanan, kebersihan, dan pengalaman penumpang. “Dengan komitmen yang konsisten, kita yakin bisa memasuki sepuluh besar pada 2029,” ujar Menko AHY.

Kenaikan peringkat ini juga didukung oleh keberhasilan layanan imigrasi Soekarno-Hatta yang mempertahankan posisinya sebagai salah satu yang terbaik dunia versi Skytrax 2026. Dalam Topics Covered, kinerja bandara tidak hanya diukur dari jumlah penumpang, tetapi juga dari kemudahan dan kepuasan pengguna jasa. Angka penumpang mencapai 39,60 juta orang per tahun, menunjukkan bahwa bandara ini tetap menjadi pintu masuk utama ke Indonesia.

Peran Infrastruktur Nasional dalam Peningkatan Kinerja

Menko AHY juga menyebutkan bahwa perluasan infrastruktur nasional menjadi bagian penting dari strategi pengembangan bandara. Sebanyak 1.151 kilometer jalan yang diresmikan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk jalur menuju Bandara Soekarno-Hatta, menjadi investasi besar dalam meningkatkan aksesibilitas. Dalam Topics Covered, peningkatan jalan raya dan pengoptimalan integrasi moda transportasi, seperti kereta api dan jalan tol, diharapkan bisa mengurangi waktu tempuh dan meningkatkan kenyamanan pengguna.

Infrastruktur yang memadai tidak hanya memperkuat kinerja bandara, tetapi juga mendukung pengembangan daerah sekitarnya. Pemerintah terus memperhatikan peningkatan kualitas sanitasi dan akses air bersih di kawasan bandara, sebagai bagian dari upaya menyediakan lingkungan yang nyaman bagi penumpang dan pekerja. Dengan semua perbaikan tersebut, Bandara Soekarno-Hatta semakin dekat dengan target jadi bandara terbaik dunia.

Upaya Pemerintah dalam Membangun Ekosistem Bandara

Menko AHY menegaskan bahwa penguatan tata kelola ekosistem kebandarudaraan memerlukan peran aktif dari berbagai pihak. Dalam Topics Covered, strategi ini mencakup koordinasi antar lembaga pemerintah, BUMN, serta pihak swasta. “Kolaborasi ini penting untuk memastikan bandara bisa menjadi pusat pelayanan yang profesional dan terpercaya,” kata Menko AHY. Peningkatan kualitas juga diarahkan ke peningkatan keamanan, kecepatan penerbangan, dan layanan digital yang lebih memadai.

Dengan target 2029, pemerintah menggarisbawahi bahwa Bandara Soekarno-Hatta bukan hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pengelolaan sumber daya manusia dan teknologi. Dalam Topics Covered, peningkatan ini diharapkan bisa mengakselerasi transformasi bandara menjadi hub utama di Asia Tenggara. “Kita ingin Bandara Soekarno-Hatta bisa menjadi salah satu contoh keberhasilan dalam pengelolaan bandara di tingkat internasional,” pungkas Menko AHY.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *