Special Plan: Sandiaga Uno dan Investor Strategis Bidik Pertumbuhan Bisnis Sertifikasi & Ekonomi Hijau
Special Plan – Dalam rangka mendorong perkembangan industri, MUTU terus memperkuat strategi dalam mengejar pertumbuhan melalui Special Plan yang diusung oleh Sandiaga Uno dan sejumlah investor strategis. Kehadiran pemodal besar ini menunjukkan peningkatan kepercayaan terhadap potensi bisnis perusahaan, terutama dalam bidang sertifikasi dan ekonomi hijau. PT Mutuagung Lestari Tbk, yang telah mengakuisisi lisensi strategis, kini berada di fase baru perluasan usaha setelah mendapatkan dukungan dari para pemain utama yang memiliki pengalaman luas di sektor ekonomi skala nasional hingga internasional.
Kemitraan Strategis untuk Meningkatkan Daya Saing
Sandiaga Salahuddin Uno, tokoh bisnis nasional, menjadi salah satu investor utama yang terlibat dalam pembentukan Special Plan. Melalui dua entitas, PT Samala Serasi Utama (SSU) dan PT Bumi Hijau Sedaya, investasi ini bertujuan memperkuat ekosistem bisnis berkelanjutan. SSU, yang bermitra dengan Sandiaga dan Tsamanov, berperan penting dalam menciptakan struktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi hijau. Dengan kehadiran investor strategis, MUTU diproyeksikan mampu mengembangkan inovasi sertifikasi serta layanan assurance yang semakin diminati pasar global.
Kemitraan ini juga didukung oleh Ridzki D. Kramadibrata, mantan CEO Grab Indonesia dan mantan COO AirAsia, yang menekankan pentingnya integrasi prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam transformasi ekonomi hijau. Dengan peningkatan keterlibatan dalam sistem karbon nasional, MUTU berupaya menjadi salah satu pemain kunci dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Berbagai delegasi dari 38 provinsi dan 288 kabupaten/kota serta investor internasional turut menaruh perhatian pada rencana yang dijuluki Special Plan ini.
“Special Plan ini bertujuan menciptakan peluang bisnis yang sejalan dengan kebutuhan pasar terhadap sertifikasi dan ekonomi hijau,” ujar Sandiaga Uno, Kamis (25/6). “Dengan menggabungkan kekuatan ekosistem dan inisiatif strategis, MUTU berharap mampu menjadi penggerak utama dalam pengembangan industri berkelanjutan di Indonesia.”
MUTU juga menargetkan ekspansi ke sektor halal dan makanan minuman (F&B), yang merupakan bagian dari strategi peningkatan daya saing ekonomi hijau. Dengan memperhatikan tren global terhadap produk halal yang kredibel, perusahaan berharap menjangkau pasar internasional. Kebutuhan akan sertifikasi halal yang terakreditasi secara nasional dan internasional akan terus meningkat, sehingga Special Plan menjadi pendorong penting dalam menjawab kebutuhan tersebut.
Dalam bidang ekonomi hijau, MUTU terus memperkuat keterlibatannya melalui sistem karbon nasional. Perusahaan menjadi salah satu dari sedikit Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) yang aktif dalam pengelolaan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Dengan akreditasi LVV-001-IDN dari Komite Akreditasi Nasional (KAN), MUTU berkomitmen untuk membangun MRV (Measurement, Reporting, and Verification) berstandar internasional. Ini sejalan dengan visi Special Plan dalam menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.
Pertumbuhan bisnis sertifikasi dan ekonomi hijau menjadi fokus utama Special Plan. Kehadiran investor strategis seperti Sandiaga Uno dan pemodal internasional membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, termasuk dalam pengembangan program pelatihan dan sertifikasi berbasis teknologi. Dengan berbagai inisiatif ini, MUTU berharap mampu meningkatkan kapasitas industri lokal dalam menghadapi tantangan global. Strategi tersebut juga didukung oleh pemerintah dalam mendorong ekonomi hijau sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
