Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Uncategorized

Special Plan: Prabowo Mengaku Tahu Siapa yang Danai Demo, Singgung Dibayar Rp200.000

Sandra Garcia 3 mins read

Prabowo Ungkap Dukungan untuk Demo: Singgung Special Plan Rp200.000 Special Plan - Dalam acara PENAS Petani dan Nelayan di Gorontalo, Rabu (24/6), Presiden

Special Plan: Prabowo Mengaku Tahu Siapa yang Danai Demo, Singgung Dibayar Rp200.000

Prabowo Ungkap Dukungan untuk Demo: Singgung Special Plan Rp200.000

Special Plan – Dalam acara PENAS Petani dan Nelayan di Gorontalo, Rabu (24/6), Presiden Prabowo Subianto membuka pembicaraan dengan menyebutkan “Special Plan” sebagai salah satu strategi dalam mengelola permasalahan yang muncul dari aksi demonstrasi. Ia mengakui bahwa dirinya mengetahui siapa pihak yang memberikan dana untuk demo tersebut, bahkan menyebutkan bahwa peserta aksi seringkali tidak memahami tuntutan yang mereka ajukan. “Saya tahu siapa yang bayar demo, dan itu bagian dari Special Plan,” ungkap Prabowo.

Peserta Demo Tidak Mengerti Tujuan

Prabowo menyoroti bahwa banyak peserta demonstrasi terdorong oleh alasan finansial, dengan mengantarkan bayaran sebesar Rp200.000 per orang. Ia menyebutkan bahwa kelompok-kelompok yang terlibat dalam aksi terkadang tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan utama perjuangan mereka. “Banyak anak-anak demo yang tidak tahu mau demo apa, tapi mereka dibayar Rp200.000. Itu bagian dari Special Plan yang dirancang untuk memobilisasi massa,” jelasnya.

“Kalau kita dalam pertandingan, kita jadi suporter. Semua orang harus dukung satu tim. Negara kita ini sedang bersaing dengan banyak negara, jadi bangsa harus kompak. Special Plan ini seharusnya membantu memperkuat kesatuan,” tegas Prabowo.

Menurut Prabowo, aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah merupakan bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan rakyat. Namun, ia menekankan bahwa perlu adanya penjelasan yang jelas agar peserta tidak bingung dalam menyampaikan pesan. “Special Plan juga memperhatikan bagaimana masyarakat memahami kebijakan pemerintah. Jangan sampai mereka salah paham, maka akan ada kekacauan,” tambahnya.

Peran Pengamat dalam Special Plan

Prabowo menyebutkan bahwa beberapa pengamat memiliki motif tertentu dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Menurutnya, kritik yang diberikan oleh para pengamat bisa menjadi bagian dari Special Plan untuk menyelaraskan kepentingan berbagai pihak. “Pengamat yang terlibat dalam Special Plan ini harus objektif, jangan sampai memberi kesan bahwa ada pihak yang menguntungkan diri sendiri,” katanya.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengingatkan bahwa perlu adanya komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat. Ia menilai bahwa dengan Special Plan yang terintegrasi, kekacauan dalam aksi bisa diminimalkan. “Kita harus membangun hubungan yang baik, agar Special Plan bisa bekerja maksimal. Jangan sampai ada perbedaan penjelasan yang memicu konflik,” pungkasnya.

Prabowo memaparkan bahwa Special Plan juga melibatkan pihak-pihak dari luar daerah yang terkadang menjadi penyebab kerusuhan. Ia menyinggung bahwa beberapa kelompok dari luar negeri dan daerah lainnya memanfaatkan situasi untuk menyerang fasilitas umum. “Special Plan harus menjamin bahwa massa yang terlibat dalam demo benar-benar bersatu, dan tidak terpengaruh oleh faktor eksternal,” jelasnya.

Ekonomi dan Kebocoran Anggaran

Dalam pidato, Prabowo menyoroti masalah ekonomi sebagai salah satu aspek yang penting dalam Special Plan. Ia menyinggung bahwa pertumbuhan ekonomi tidak selaras dengan kesejahteraan rakyat, dan menyoroti praktik kecurangan seperti under invoicing yang dilakukan pengusaha. “Special Plan ini juga mengupas kebocoran anggaran mencapai USD 150 miliar per tahun, yang berdampak pada kemakmuran masyarakat,” katanya.

Prabowo memastikan akan menginvestigasi pihak yang bertanggung jawab atas aksi demo yang menyebabkan kerusakan. Ia menekankan bahwa Special Plan tidak hanya tentang mengatur dana, tapi juga mengamankan kestabilan ekonomi dan sosial. “Dengan Special Plan, kita bisa memperbaiki sistem, agar tidak ada lagi korupsi dan kekacauan,” tambahnya.

Prabowo meresmikan pengerasan jalan daerah se-Indonesia sepanjang 1.151 kilometer sebagai bagian dari programnya. Ia juga menyebutkan bahwa banyak kader NU menjadi menteri dalam kabinetnya, menunjukkan komitmen partai untuk menjaga keutuhan bangsa. “Special Plan ini tidak hanya memperkuat ekonomi, tapi juga memperkuat persatuan,” pungkas Prabowo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *