Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Uncategorized

Special Plan: Persis Kepri Perkuat Kolaborasi dengan Pemda untuk Pembangunan Berkelanjutan

Linda Gonzalez 3 mins read

Persis Kepri dan Pemda Tegakkan Special Plan untuk Pembangunan Berkelanjutan Special Plan - Dalam rangka memperkuat sinergi antara organisasi Islam dan

Special Plan: Persis Kepri Perkuat Kolaborasi dengan Pemda untuk Pembangunan Berkelanjutan

Persis Kepri dan Pemda Tegakkan Special Plan untuk Pembangunan Berkelanjutan

Special Plan – Dalam rangka memperkuat sinergi antara organisasi Islam dan pemerintah daerah, Persatuan Islam (Persis) Kepulauan Riau resmi meluncurkan Special Plan pada Jumat, 27 Juni, di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang. Acara pengukuhan Pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Persis Kepri ini dihadiri oleh Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Pemimpin Persis (PP Persis), Atip Latipulhayat, serta Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Kehadiran kedua tokoh ini menegaskan komitmen untuk mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan kolaboratif yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan.

Kolaborasi sebagai Fondasi Pemulihan Sosial

Special Plan dirancang sebagai platform untuk menggabungkan sumber daya organisasi Islam dengan program pemerintah daerah. Atip Latipulhayat menekankan bahwa kemitraan ini menjadi kunci dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berakhlak mulia. “Dengan Special Plan, kita bisa membangun masyarakat yang lebih berilmu dan memiliki nilai-nilai keagamaan yang tinggi,” tambahnya, menyoroti peran Persis dalam memperkaya pendidikan dan memperkuat kepedulian sosial di Kepri.

“Kolaborasi antara Persis dan Pemda Kepri tidak hanya menjadi simbol keberhasilan, tetapi juga jalan untuk menciptakan kebijakan yang berkelanjutan dan berdampak luas,” papar Ansar Ahmad, yang menyambut baik inisiatif ini.

Strategi kerja sama ini diharapkan menjadi penggerak utama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemda Kepri berkomitmen untuk mengintegrasikan visi pembangunan berkelanjutan dengan program-program yang dijalankan Persis, termasuk pendidikan, pengembangan moral, dan pemberdayaan ekonomi. Special Plan juga dijadwalkan sebagai alat untuk mempercepat keberhasilan program Patra Jasa Mengajar, yang menurunkan 53 perwira untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil.

Struktur dan Implementasi Special Plan

Pengukuhan PW Persis Kepri pada hari ini menandai langkah penting dalam mewujudkan Special Plan sebagai program utama organisasi tersebut. Atip Latipulhayat menjelaskan bahwa rencana ini melibatkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh muda, dan komunitas lokal. “Kita perlu menyatukan kompetensi, sumber daya, dan kepedulian agar Special Plan bisa berjalan secara efektif,” katanya.

“Special Plan ini adalah bagian dari upaya kita untuk menciptakan pola pembangunan yang berbasis nilai-nilai Islam, serta memastikan keberlanjutan dalam setiap sektor,” ujar Atip Latipulhayat.

Program ini juga dirancang untuk memberikan kepastian dalam pengembangan sumber daya manusia. Ansar Ahmad menegaskan bahwa Special Plan akan menjadi acuan dalam menjalankan kebijakan daerah yang lebih inklusif. “Kerja sama dengan Persis diharapkan mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat secara simultan,” imbuhnya, menyoroti kebutuhan integrasi antara pendidikan formal dan non-formal dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Sebagai organisasi Islam yang berdiri sejak tahun 1923, Persis memiliki pengalaman panjang dalam membangun masyarakat. Dalam Special Plan, keberadaan organisasi ini dianggap sebagai salah satu pilar penting dalam mendorong kesejahteraan berkelanjutan. Pemda Kepri akan memberikan dukungan penuh melalui pembagian tugas yang jelas, seperti penganggaran, pelatihan, dan pengawasan terhadap program-program yang dijalankan Persis.

Masa Depan dengan Special Plan

Pengukuhan PW Persis Kepri tidak hanya menjadi simbol keberhasilan masa lalu, tetapi juga penyemangat untuk menegakkan Special Plan dalam masa depan. Atip Latipulhayat menyebutkan bahwa inisiatif ini dirancang untuk berjalan selama 5 tahun, dengan target pembangunan yang terukur dan berkelanjutan. “Special Plan ini akan menjadi fondasi untuk mencapai visi Generasi Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

“Kita perlu menyelaraskan tujuan Special Plan dengan kebutuhan masyarakat lokal, agar setiap inisiatif memiliki dampak nyata dan berkelanjutan,” tambah Atip Latipulhayat.

Keberhasilan Special Plan diharapkan menjadi contoh terbaik dalam kolaborasi antara organisasi Islam dan pemerintah daerah. Ansar Ahmad mengungkapkan bahwa program ini akan menjadi acuan dalam pengembangan berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. “Special Plan adalah bukti bahwa kekuatan moral dan intelektual bisa menjadi pendorong utama dalam pembangunan,” ujar Gubernur Kepri, yang menginginkan kolaborasi yang lebih intensif di masa depan.

Dengan adanya Special Plan, persis Kepri diharapkan dapat berperan lebih aktif dalam menciptakan masyarakat yang lebih berakhlak mulia dan berpengetahuan. Program ini juga akan memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan instansi terkait. “Special Plan akan menjadi langkah konkrit dalam menjawab tantangan pembangunan yang ada,” pungkas Ansar Ahmad, menegaskan komitmen untuk membangun Kepri yang lebih maju dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *