Harga Pangan Strategis Hari Ini: Cabai Rawit Rp62.100/Kg, Telur Ayam Rp29.250/Kg
Special Plan – Dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mengumumkan harga pangan terkini pada Senin pagi. Salah satu komoditas yang mendapat perhatian adalah cabai rawit merah yang mencapai Rp62.100 per kilogram (kg), sementara telur ayam ras tercatat dengan harga Rp29.250 per kg. Pemerintah melalui Special Plan terus berupaya mengendalikan inflasi dan memastikan akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok tetap terjangkau. Data dari Bank Indonesia juga menunjukkan pergerakan harga beberapa komoditas lain, seperti bawang merah, bawang putih, dan beras, yang turut dipantau dalam program ini.
Berdasarkan catatan terkini, PIHPS mencatat harga cabai merah besar sebesar Rp50.500 per kg dan cabai merah keriting Rp50.900 per kg. Daging ayam ras segar dihargai Rp36.600 per kg, sementara daging sapi kualitas I dan II masing-masing Rp150.250 dan Rp141.500 per kg. Minyak goreng curah mencapai Rp20.600 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I dan II dijual dengan harga Rp24.250 dan Rp23.400 per liter. Dengan Special Plan, pemerintah mengharapkan penyesuaian harga ini dapat berdampak positif pada daya beli keluarga masyarakat.
Faktor yang Memicu Kenaikan Harga Pangan
Berdasarkan analisis dari Badan Pusat Statistik (BPS), fluktuasi harga pangan dipengaruhi oleh berbagai variabel, termasuk kondisi cuaca, permintaan pasar, dan ketersediaan pasokan. Di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pemerintah mengambil langkah khusus melalui Special Plan untuk mengendalikan inflasi. Dalam laporan terbaru, sekitar 242 daerah di Indonesia mengalami kenaikan harga cabai merah, terutama pada minggu pertama Mei 2026. Hal ini mengakibatkan tekanan terhadap pengeluaran masyarakat, terutama bagi keluarga yang mengandalkan bahan pangan ini sebagai bagian dari konsumsi harian.
“Perubahan harga cabai rawit dan telur ayam kerap menjadi indikator awal untuk menilai dampak inflasi pada masyarakat,” kata data dari Kemendagri.
Kenaikan harga tersebut juga dipengaruhi oleh permintaan yang meningkat seiring libur lebaran dan kebutuhan pasar musiman. Dengan diterapkannya Special Plan, pemerintah berupaya memperkuat mekanisme pengendalian harga melalui pengadaan bahan pangan secara langsung dan penyesuaian distribusi ke berbagai daerah.
Upaya Stabilisasi Pasokan dan Pendidikan Pertanian
Perum Bulog Sumut telah menyalurkan 21.643 ton beras SPHP guna menjaga ketersediaan pangan di pasar. Selain itu, Perum Bulog Tulungagung menyalurkan 200-300 ton beras SPHP setiap minggu untuk mengurangi risiko inflasi. Di Papua, Kanwil Papua terus meningkatkan efisiensi distribusi beras SPHP sebanyak 1.000 ton per bulan. Inisiatif ini merupakan bagian dari Special Plan yang melibatkan koordinasi antar instansi pemerintah untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah meluncurkan program Gerakan Tanam Cabai di Sekolah, yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan luar. Program ini dicanangkan pada Juli 2026 dan bertujuan untuk edukasi siswa tentang produksi pertanian serta mendukung stabilitas pasokan pangan. Dengan Special Plan, pemerintah berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendekatan multisektoral, termasuk pengembangan kebijakan subsidi dan harga pangan strategis.
Di sisi lain, pemerintah terus mengoptimalkan kebijakan bantuan langsung tunai (BLT) untuk meringankan beban masyarakat terhadap kenaikan harga pangan. Dalam konteks Special Plan, BLT menjadi alat penting untuk menekan inflasi di tingkat rumah tangga. Selain itu, program pengadaan bahan pangan dari produsen lokal juga ditingkatkan guna mengurangi biaya distribusi dan meningkatkan aksesibilitas harga di berbagai daerah. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi yang terus berlangsung.
