New Policy: Rekrutmen SR Sumenep Jemput Bola – Solusi untuk Tingkatkan Minat Orang Tua
New Policy – Baru saja diterapkan, New Policy terkait rekrutmen Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Sumenep mencuri perhatian masyarakat. Pemkab Sumenep mengambil langkah strategis dengan melakukan pendekatan jemput bola, yaitu mengirimkan tim ke berbagai desa dan kampung untuk memastikan lebih banyak orang tua mendaftarkan anak-anaknya ke jenjang pendidikan SR. Tindakan ini bertujuan mengatasi minat rendah orang tua terhadap program SR, khususnya di tingkat Sekolah Dasar (SD), yang masih kurang dari target kuota.
Pendekatan Jemput Bola sebagai Pendorong Partisipasi Orang Tua
Kebijakan jemput bola ini dipandang sebagai inisiatif New Policy untuk meningkatkan keterlibatan warga Sumenep dalam pendidikan dasar. Dengan tim lapangan yang aktif berinteraksi langsung, orang tua diharapkan lebih terdorong untuk menyekolahkan anak di SR. Namun, hingga 26 Juni 2026, angka pendaftar masih tergolong rendah, menunjukkan tantangan dalam menyebarkan kebijakan ini.
Sebagai upaya New Policy, Pemkab Sumenep menetapkan kuota peserta didik SR tahun ajaran 2026-2027 sebanyak 30 orang per rombongan belajar, baik untuk SD maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP). Meski SMP berhasil mencapai 38 siswa, SD masih berada di bawah 20 orang, menggarisbawahi kebutuhan perbaikan dalam kebijakan ini.
Dinsos-P3A Sumenep, lembaga yang mengawasi program SR, terus berupaya mengoptimalkan partisipasi orang tua. Salah satu hambatan utama adalah ketidaktersediaan fasilitas pendidikan permanen, sehingga KBM SR saat ini masih berlangsung di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Batuan secara sementara. Situasi ini membuat sebagian orang tua menunda pendaftaran, meski sebenarnya New Policy telah menawarkan solusi yang lebih efisien.
Strategi untuk Meningkatkan Minat Orang Tua
Sebelumnya, dalam tahun pelajaran 2025-2026, rekrutmen SR Sumenep berjalan sukses dengan mencapai target kuota 30 siswa. Namun, di tahun ajaran berikutnya, kebijakan ini menghadapi tantangan baru. Dinsos-P3A Sumenep memperkuat strategi New Policy dengan intensifkan sosialisasi, termasuk melibatkan tokoh desa dan tokoh agama. Tujuan utama adalah meyakinkan masyarakat bahwa SR adalah pilihan pendidikan yang layak dan terjangkau.
Kebijakan jemput bola juga diintegrasikan dengan layanan administrasi kependudukan. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sumenep meluncurkan program New Policy untuk memudahkan pendaftaran KTP bagi masyarakat daerah terpencil. Namun, hal ini tidak sepenuhnya mengatasi masalah utama, yaitu minat rendah orang tua terhadap SR. Beberapa anggota DPRD Kota Solo mengakui bahwa kebijakan ini perlu didukung oleh kebijakan pendamping lainnya untuk menghindari kebingungan dalam penerapan.
Dengan New Policy, Pemkab Sumenep berharap meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu. Tim lapangan akan terus berjibaku menghadapi tantangan, seperti kurangnya kesadaran akan manfaat SR dan keterbatasan fasilitas. Namun, kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjawab kebutuhan pendidikan yang lebih luas. Dengan strategi yang lebih sistematis, New Policy ini diperkirakan akan meningkatkan minat orang tua seiring percepatan kesadaran akan kualitas pendidikan yang ditawarkan.
