Banyuwangi Ajukan Sirkuit BMX Terbaik Asia sebagai Tuan Rumah Kejuaraan Internasional
New Policy telah diusulkan oleh Indonesia Cycling Federation (ICF) dalam upaya memperkuat Banyuwangi sebagai destinasi olahraga internasional. Dalam kongres federasi balap sepeda Asia dan dunia, ICF secara resmi menyerahkan proposal untuk menggelar Kejuaraan BMX Asia di Sirkuit BMX International Banyuwangi. Kebijakan baru ini menekankan keunggulan infrastruktur sirkuit yang dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Asia, dengan harapan meningkatkan partisipasi atlet dan mengakselerasi pengembangan olahraga sepeda nasional.
Dalam pidatonya, Sekretaris Jenderal ICF, Jadi Rajagukguk, mengungkapkan bahwa kejuaraan BMX Asia akan menjadi bentuk penerapan new policy yang lebih komprehensif. “Sirkuit ini bukan hanya menyediakan lintasan panjang 465 meter, tetapi juga obstacle beragam seperti high jump, serta start gate dengan ketinggian 5 dan 8 meter yang memudahkan para peserta,” katanya. Penyelenggaraan event ini diharapkan menjadi pengakuan global terhadap kualitas kebijakan yang dijalankan oleh ICF dalam mendukung olahraga sepeda di Indonesia.
“Kami yakin sirkuit ini akan menarik minat atlet dari berbagai negara karena kualitasnya yang tak tertandingi di Asia,” tambah Jadi. “Ini adalah langkah konkret dari new policy untuk menempatkan Banyuwangi sebagai pusat kegiatan balap sepeda internasional.”
Menurut Jadi, new policy ini juga menjadi bagian dari strategi ICF untuk memperluas aksesibilitas olahraga BMX. Selain itu, sirkuit dilengkapi tujuh line yang memiliki karakteristik berbeda, membuatnya siap untuk semua kelas lomba. “Dengan berbagai fasilitas ini, Banyuwangi bisa menjadi tempat latihan dan kompetisi yang memadai bagi atlet Asia,” jelasnya. Kebijakan baru ini juga diharapkan meningkatkan kerja sama dengan ACC dan organisasi olahraga internasional lainnya.
Implementasi Kebijakan Baru ICF
Kebijakan baru ICF berfokus pada penguatan kualitas event balap sepeda di Banyuwangi. Tidak hanya Kejuaraan BMX Asia, program ini juga mencakup Indonesia BMX Series yang direncanakan digelar tahun depan. “Kami ingin mengajak provinsi lain seperti Sumatera Selatan, Jakarta, dan Kalimantan Timur untuk bergabung dalam kegiatan ini,” ujar Jadi. Dengan new policy yang konsisten, ICF berharap menumbuhkan ekosistem olahraga sepeda yang lebih kuat.
Pengembangan sirkuit BMX di Banyuwangi bukan hanya untuk kejuaraan, tetapi juga sebagai bagian dari new policy yang menekankan keberlanjutan. ICF bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk memastikan event ini memberikan dampak positif baik secara ekonomi maupun sosial. Banyak warga Banyuwangi memanfaatkan kesempatan ini dengan membuka usaha kuliner, penyewaan kendaraan, dan tempat penginapan, yang semuanya mendukung ekonomi lokal.
New Policy ICF juga mencakup peningkatan infrastruktur olahraga sepeda lainnya. Selain Sirkuit BMX, Banyuwangi menjadi tuan rumah International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) pada 22–25 Juli 2024. Kapolri, yang juga ketua umum PB Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI), hadir dalam acara tersebut. Sebanyak 357 pembalap downhill dari dalam dan luar negeri akan berlomba di Bike Park Gantasan, menunjukkan komitmen Banyuwangi untuk mengembangkan berbagai jenis event olahraga sepeda.
Keberhasilan new policy dalam mempromosikan Banyuwangi sebagai tuan rumah kejuaraan BMX Asia akan menjadi contoh bagus bagi daerah lain di Indonesia. ICF menekankan bahwa kebijakan ini dirancang untuk memperkuat hubungan dengan ACC serta menarik investasi dari sektor swasta. “Dengan keberlanjutan program ini, Banyuwangi bisa menjadi magnet bagi olahraga sepeda dan mengakselerasi pertumbuhan olahraga di tingkat nasional,” tutur Jadi.
New Policy di Banyuwangi juga berdampak pada pengembangan talenta muda. Event-event internasional yang digelar di sirkuit ini memberikan kesempatan bagi atlet lokal untuk berkompetisi dengan peserta dari berbagai negara. “Poin penting dari kebijakan ini adalah memperkenalkan Banyuwangi sebagai kota yang bisa menampung kejuaraan kelas internasional,” jelas Jadi. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk melatih atlet BMX di Indonesia secara lebih intensif.
