Skip to content
Yellow Desk
Juni 18, 2026
Uncategorized

Main Agenda: Eks Menteri Keuangan Unair Ketahuan Gelapkan Dana Organisasi untuk Lunasi Pinjol

Christopher Jackson 3 mins read

Main Agenda: Eks Menteri Keuangan Unair Terbongkar Gelapkan Dana Organisasi untuk Lunasi Pinjaman Online Main Agenda - Setelah kasus mahasiswa mesum di ruang

Main Agenda: Eks Menteri Keuangan Unair Ketahuan Gelapkan Dana Organisasi untuk Lunasi Pinjol

Main Agenda: Eks Menteri Keuangan Unair Terbongkar Gelapkan Dana Organisasi untuk Lunasi Pinjaman Online

Main Agenda – Setelah kasus mahasiswa mesum di ruang kelas memicu perdebatan publik, universitas Airlangga (Unair) kembali menjadi sorotan atas dugaan penggelapan dana organisasi oleh salah satu anggota Main Agenda. Mahasiswi yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Airlangga Bidik Misi Organization (AUBMO) periode 2025/2026, YIP, mengakui memakai dana organisasi lebih dari Rp103 juta untuk memenuhi kebutuhan pribadi, termasuk melunasi pinjaman online. Perbuatan ini dianggap sebagai kesalahan besar dalam pengelolaan dana yang seharusnya digunakan untuk kegiatan kemahasiswaan.

Kasus Masih dalam Proses Pemeriksaan

Rektor Unair, Muhammad Madyan, menyatakan bahwa penyelidikan kasus sedang berlangsung dan belum ada kesimpulan akhir. “Penanganan perkara masih dalam proses pemeriksaan,” jelas Madyan, Kamis (18/6). Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya transparansi dalam penggunaan dana organisasi. “Kami terus mengumpulkan informasi dan memantau situasi,” tambah Madyan. Selain itu, Sekretaris Dwi Setyawan menyebut Fakultas Vokasi telah mengadakan rapat internal untuk membahas isu ini. “Fakultas sudah menggelar rapat untuk mengevaluasi kejadian tersebut,” kata Dwi.

Pelaku Dituduh Gagal Memenuhi Kewajiban

Pelaku kasus, YIP, diketahui tidak memenuhi tanggung jawabnya sebagai pengurus dana organisasi. Selama periode jabatannya, ia dituduh menyalahgunakan dana yang seharusnya digunakan untuk program kemahasiswaan. “Saya mengakui telah melakukan tindakan penyalahgunaan amanah,” ujar YIP. Menurutnya, dana yang digelapkan digunakan untuk biaya pengobatan orang tua, tagihan listrik, dan keperluan pribadi lainnya. “Ini bukan tindakan yang terencana, tapi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda,” jelasnya.

“Saya berharap kesalahan ini menjadi pembelajaran bagi diri sendiri dan juga para pengurus organisasi kemahasiswaan lainnya agar lebih waspada dalam pengelolaan dana,” tukas YIP.

Langkah Peningkatan Transparansi

Kepala Pusat Humas dan Protokol Unair, Pulung Siswantara, menegaskan bahwa dana organisasi harus dipakai secara transparan dan akuntabel. “Kami akan memperbaiki sistem administrasi, termasuk mekanisme penggunaan rekening organisasi,” terang Pulung. Ia menjelaskan bahwa pihak kampus sudah memulai evaluasi untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan dana lainnya. “Ini menjadi momentum untuk meningkatkan tata kelola organisasi kemahasiswaan ke depan,” tambahnya.

“Universitas akan terus melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi agar proses penyelesaian berjalan sesuai kesepakatan,” ujar Pulung.

Kasus Membuka Pemikiran tentang Penyelenggaraan Organisasi

Kasus yang menyeret Main Agenda ini memicu refleksi mengenai penyelenggaraan organisasi kemahasiswaan di Unair. Pihak kampus menyebut bahwa dana organisasi terkadang digunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan tujuan awalnya. “Ini menjadi pembelajaran bahwa dana harus diawasi dengan lebih ketat,” kata Pulung. Rektor juga mengimbau para pengurus organisasi untuk lebih memperhatikan tanggung jawab mereka. “Seluruh anggota Main Agenda wajib menjalankan prinsip akuntabilitas,” tambah Madyan.

Penjelasan Lengkap dari YIP

Dalam penjelasan lengkapnya, YIP mengatakan bahwa ia sudah mengungkapkan masalah tersebut kepada pengurus AUBMO periode berikutnya sebelum kasus viral. “Saya sempat berdalih bahwa terjadi kesalahan transfer saat menggunakan dana organisasi,” jelas YIP. Namun, ia mengakui bahwa tindakan tersebut dilakukan secara sadar. “Saya menerima seluruh konsekuensi yang diberikan oleh pihak kampus dan bertanggung jawab penuh atas perbuatan tersebut,” kata YIP.

“Kasus ini memicu perubahan cara berpikir saya mengenai pengelolaan dana organisasi,” ujar YIP.

Kasus penggelapan dana organisasi oleh Main Agenda ini menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana kepercayaan yang diberikan kepada mahasiswa untuk mengelola dana bisa disalahgunakan. Penggunaan dana tersebut untuk melunasi pinjaman online juga menjadi contoh bagaimana tekanan keuangan pribadi bisa memengaruhi pengambilan keputusan dalam lingkungan akademik. “Saya berharap ini bisa menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati,” imbuh YIP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *