Doakan Bupati Syah Afandin, Wakil Bupati Langkat Menangis
Main Agenda – Dalam rangkaian acara Main Agenda yang berlangsung di Jentera Malay, suasana di Rumah Dinas Bupati Langkat menjadi penuh keharuan saat Wakil Bupati, Tiorita Br Surbakti, menunjukkan emosi mendalam setelah menerima kabar penangkapan Bupati Langkat, Syah Afandin atau Ondim, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Acara ini, yang semula diharapkan menjadi momen bersama untuk menyemangati masyarakat, berubah menjadi pengakuan tentang kekecewaan dan kekhawatiran terhadap proses penegakan hukum. Tiorita, yang hadir di acara nonton bareb Piala Dunia, meneteskan air mata saat berbicara, menegaskan bahwa ia tetap berharap Syah Afandin diberi kekuatan untuk melalui ujian ini. “Main Agenda ini tidak hanya tentang kejuaraan sepak bola, tapi juga tentang tanggung jawab kita sebagai pemimpin daerah,” katanya.
Latar Belakang Kasus Penangkapan
Penangkapan Syah Afandin terjadi pada Kamis (2/7/2026), dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menargetkan praktik korupsi dalam lelang jabatan. Kasus ini menggegerkan masyarakat Langkat, yang sebelumnya terbiasa melihat kepemimpinan Bupati sebagai harapan untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Sebanyak tujuh orang terlibat dalam OTT, termasuk Syah Afandin, dengan komposisi beragam dari penyelenggara negara, aparatur sipil negara, dan pihak swasta. Dua di antaranya diamankan di Langkat, sementara satu orang lainnya di Binjai dan satu di Medan. KPK juga menyita uang tunai ratusan juta rupiah, yang diduga terkait fee proyek yang diberikan kepada pihak penyelenggara negara.
Kasus ini dianggap sebagai bagian dari upaya KPK untuk menyelidiki aliran dana dalam berbagai proyek di Kabupaten Langkat, terutama dalam bidang pendidikan dan perumahan. Sebelumnya, Syah Afandin sudah dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam menggerakkan pembangunan daerah, sehingga penangkapannya memicu kecemasan terhadap masa depan Langkat. Namun, Tiorita menegaskan bahwa proses hukum harus tetap dihormati. “Main Agenda kita sekarang adalah menunggu hasil penyidikan, sembari memastikan proses berjalan adil,” ujarnya.
Reaksi Politik dan Masyarakat
Penangkapan Syah Afandin memicu reaksi beragam dari berbagai pihak. Partai PAN, yang memiliki keterlibatan langsung dengan kepemimpinan Bupati, mengambil alih kepemimpinan DPW sementara di Sumatera Utara. Hal ini menunjukkan respons politik terhadap kejadian tersebut, dengan harapan untuk memperkuat koordinasi dalam penyelidikan. Di sisi lain, masyarakat Langkat mengungkapkan kekecewaan, tetapi juga dukungan terhadap keadilan. “Main Agenda untuk mengadili siapa saja yang bersalah, tapi juga melindungi yang jujur,” kata warga setempat, Andi, yang turut hadir di acara tersebut.
Sebagai wakil bupati, Tiorita tidak hanya menunjukkan perasaan pribadinya, tetapi juga menggambarkan dampak kasus ini terhadap dinamika politik dan pemerintahan Langkat. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan yang sekarang terjadi akan terus dijalankan dengan baik, meskipun ada tuntutan hukum. “Main Agenda kita adalah menjaga stabilitas daerah, meskipun ada tantangan dari dalam,” tambahnya. Ia juga menyampaikan harapan agar proses hukum ini tidak mengganggu kemajuan Langkat, terutama dalam program prioritas seperti peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan kawasan permukiman.
Detail Penyelidikan KPK
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penyelidikan terhadap Syah Afandin mencakup beberapa proyek besar di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim Kabupaten Langkat. Menurut Budi, ada dugaan penerimaan suap dari pihak swasta dalam bentuk uang tunai, yang digunakan untuk memuluskan proyek-proyek tersebut. “Main Agenda KPK adalah menegakkan hukum secara transparan, termasuk mengungkap praktek korupsi yang mungkin terjadi dalam berbagai sektor pemerintahan,” kata Budi. Ia menambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung, termasuk memeriksa apakah ada bentuk gratifikasi lain yang terkait dengan kebijakan Bupati.
Pihak KPK juga mengungkapkan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari penyelidikan yang lebih luas terhadap korupsi di tingkat daerah. Dengan penindasan terhadap penerima suap, KPK berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan. “Main Agenda KPK tidak hanya tentang menangkap pelaku korupsi, tetapi juga memberikan contoh bagi daerah lain yang mungkin terlibat dalam praktek serupa,” jelas Budi. Di samping itu, KPK juga menegaskan bahwa investigasi akan terus dilakukan hingga kebenaran terungkap sepenuhnya.
Konteks dan Impak pada Pembangunan Langkat
Kasus penangkapan Syah Afandin memunculkan pertanyaan tentang keberlanjutan program pembangunan yang telah dijalankan selama beberapa tahun terakhir. Proyek-proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim, yang sebelumnya diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, kini menjadi bahan pertimbangan kembali. Namun, Tiorita menegaskan bahwa kebijakan tersebut tetap memiliki dampak positif, meskipun ada sedikit gangguan. “Main Agenda kita adalah memastikan bahwa semua proyek yang dikerjakan benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat,” ujarnya. Ia juga berharap bahwa proses hukum ini dapat menjadi pembelajaran bagi pihak-pihak terkait untuk lebih transparan dalam mengelola dana publik.
Di samping itu, kasus ini memicu perdebatan tentang keseimbangan antara pengambilan keputusan politik dan integritas pemerintahan. Syah Afandin, yang juga dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam mengadvokasi kebijakan inklusif, akan tetap dijaga integritasnya melalui proses hukum. Tiorita menambahkan bahwa ia terus berdoa agar Bupati dapat melewati semua ujian yang diberikan, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat. “Main Agenda kita adalah memperkuat konsistensi dalam menjalankan tugas pemerintahan, meskipun ada tantangan yang tidak terduga,” pungkasnya.
