Skip to content
Yellow Desk
Agustus 3, 2026
Uncategorized

Latest Program: Kolaborasi Retail Modern Alfamidi, Bank Sampah, dan KUEP Perkuat Ekonomi Pesisir Likupang

Emily Jackson 2 mins read

Pesisir Likupang Latest Program - Dalam upaya mendukung keberlanjutan ekonomi di wilayah pesisir, Alfamidi menggandeng Bank Sampah Induk Likupang serta

Latest Program: Kolaborasi Retail Modern Alfamidi, Bank Sampah, dan KUEP Perkuat Ekonomi Pesisir Likupang

Kemitraan Alfamidi dan Komunitas Lokal Tingkatkan Ekonomi Pesisir Likupang

Latest Program – Dalam upaya mendukung keberlanjutan ekonomi di wilayah pesisir, Alfamidi menggandeng Bank Sampah Induk Likupang serta Kelompok Usaha Ekonomi Perempuan (KUEP) Sarawet. Kerja sama ini bagian dari program Kampung Merdeka Alfamidi, yang bertujuan membangun komunitas tangguh melalui penghijauan mangrove. Pesisir Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, menjadi salah satu lokasi prioritas.

Program Berdampak Ganda untuk Lingkungan dan Masyarakat

Penanaman ribuan pohon mangrove menjadi elemen penting dalam inisiatif ini. Selain memperkuat ekosistem, tindakan tersebut juga menciptakan peluang ekonomi bagi warga setempat. Yudith Rondonuwu, perwakilan Bank Sampah Induk Likupang, menjelaskan bahwa bantuan dari Alfamidi bukan hanya untuk menjaga alam, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

“Bantuan ribuan pohon mangrove dari retail modern ini selain menjaga alam, juga menjadi sumber ekonomi masyarakat pesisir Likupang,” ujar Yudith Rondonuwu.

Pemantauan terhadap pertumbuhan bibit mangrove jenis Rhizophora, yang dominan di kawasan tersebut, dilakukan secara rutin. Jenis bakau ini dikenal sebagai penyangga lingkungan pesisir yang vital. Kemitraan ini menunjukkan komitmen nyata dalam menciptakan dampak positif ganda, sekaligus memperkuat peran sektor swasta dalam pengembangan ekonomi lokal.

Kolaborasi Menciptakan Ekosistem Berkelanjutan

Program ini menggabungkan kepedulian lingkungan dengan model bisnis modern. Branch Manager Alfamidi Manado, Achmad Basuki, menekankan pentingnya sinergi antara bisnis dan kelestarian alam. “Tentunya kami harus melakukan secara bersama-sama, karena merawat alam adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat pesisir dengan menanam 1.000 mangrove,” jelas Achmad Basuki.

Kelompok usaha ekonomi perempuan dan Bank Sampah berkomitmen memastikan mangrove tumbuh optimal. Sapling yang ditanam tidak hanya melindungi pantai dari abrasi, tetapi juga menjadi tempat hidup berbagai biota laut dan burung, yang mendukung keanekaragaman hayati. Daun mangrove juga berperan dalam meningkatkan kualitas udara lokal.

Sementara itu, Peruri bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan masyarakat sekitar menanam 20.000 bibit mangrove. Upaya ini bertujuan mengurangi emisi karbon serta memperkuat perekonomian wilayah pesisir. “Melalui kegiatan ini, Peruri tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan untuk masa depan bumi yang berkelanjutan,” tambah pihak terkait.

Kemitraan antara Alfamidi, Bank Sampah, dan KUEP menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan bisa diintegrasikan ke dalam strategi bisnis. Langkah ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara perusahaan dan komunitas lokal bisa menghasilkan manfaat bersama. Pesisir Watulimo, Trenggalek, juga turut merasakan dampak positif dari upaya konservasi mangrove dan terumbu karang yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *