Latest Program: Berau Percepat Digitalisasi Keuangan Melalui Laku Pandai untuk Inklusi Ekonomi
Latest Program – Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, terus memperkuat komitmen dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif melalui latest program berupa pengembangan Laku Pandai. Program ini bertujuan meningkatkan akses layanan perbankan dan transaksi non-tunai bagi warga di daerah terpencil, yang sebelumnya kesulitan memperoleh fasilitas keuangan formal. Dengan memperkenalkan agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor, Berau berusaha memastikan keuangan digital bisa mencapai setiap pelosok desa, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan transparansi dalam sistem pembayaran.
Laku Pandai: Solusi untuk Masyarakat Terpencil
Latest program Laku Pandai, yang dikembangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjadi inisiatif penting untuk menjangkau masyarakat yang terisolasi secara geografis. Layanan ini memungkinkan berbagai aktivitas keuangan seperti pembukaan rekening, penarikan tunai, transfer dana, dan pembayaran tagihan bisa dilakukan melalui agen lokal, tanpa harus ke kota besar. Selain itu, program ini juga memberikan pelatihan dan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat, sehingga mereka lebih percaya dan mampu menggunakan layanan digital secara efektif.
Program Laku Pandai didukung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang menekankan pentingnya transformasi digital dalam menekan penggunaan uang tunai dan mendorong inklusi ekonomi. Dengan adanya agen-agen Laku Pandai, transaksi keuangan bisa dilakukan lebih cepat dan akurat, serta mengurangi risiko kesalahan administrasi. Hal ini juga memungkinkan warga kampung, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk terhubung ke pasar nasional dan internasional secara lebih mudah.
Kinerja QRIS dan Digitalisasi Layanan Pemerintah
Salah satu indikator keberhasilan latest program digitalisasi keuangan di Berau adalah peningkatan penggunaan QRIS (Quick Response Infrastructure for Services). Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah transaksi QRIS mencapai 686 ribu dalam empat bulan pertama 2026, naik 96 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menggambarkan pergeseran masyarakat dari transaksi tunai ke sistem digital yang lebih efisien dan aman.
Berikutnya, Berau juga berupaya mendorong digitalisasi layanan pemerintahan. Berdasarkan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), kabupaten ini mencatatkan nilai 94,8 persen pada Semester II 2025, menempatkan Berau sebagai daerah yang konsisten mengadopsi latest program transformasi digital. Hal ini tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Inklusi Keuangan
Adopsi Laku Pandai dan QRIS dalam latest program digitalisasi keuangan Berau telah memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah. Dengan akses ke layanan finansial, masyarakat bisa melakukan investasi, tabungan, dan pembayaran berbagai kebutuhan tanpa tergantung pada uang tunai. Program ini juga membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas jaringan bisnis melalui sistem pembayaran digital, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih seimbang.
Dalam konteks inklusi ekonomi, Berau bertujuan mewujudkan sistem keuangan yang lebih merata. Dengan meningkatkan literasi keuangan, masyarakat bisa memanfaatkan layanan seperti pinjaman mikro, asuransi, dan layanan e-commerce. Latest program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mengurangi kesenjangan ekonomi antara daerah perkotaan dan pedesaan, sekaligus memperkuat kemandirian warga dalam mengelola keuangan.
Digitalisasi transaksi menjadi komponen krusial dalam mendukung program latest program Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Berau. Program ini tidak hanya fokus pada keuangan, tetapi juga mencakup digitalisasi layanan pemerintahan di berbagai bidang. Penggunaan uang tunai berkurang, sementara transparansi dan akuntabilitas meningkat.
Kontribusi Pemerintah dan Kemitraan dengan Bank
Percepatan digitalisasi keuangan di Berau tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah daerah dengan lembaga keuangan. Sebagai contoh, pengembangan agen Laku Pandai dilakukan secara bersamaan dengan Bankaltimtara, yang berperan sebagai mitra utama dalam menyebarkan layanan digital ke berbagai pelosok kabupaten. Bupati Sri Juniarsih Mas mengatakan bahwa keberhasilan latest program ini bergantung pada partisipasi aktif warga, pemberdayaan UMKM, dan penguatan jaringan layanan keuangan di tingkat desa.
Program Laku Pandai juga menjadi bagian dari upaya menekan angka pengangguran dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Dengan akses ke layanan perbankan dasar, warga bisa menyimpan penghasilan, mengatur keuangan, dan memanfaatkan berbagai insentif finansial. Selain itu, latest program ini memberikan peluang bagi masyarakat yang sebelumnya kurang terjangkau untuk menjadi bagian dari sistem ekonomi modern yang lebih inklusif.
