Telkom Perkuat Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T Melalui Key Strategy Program Rural Youth AI Facilitator
Key Strategy – Dalam upaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkenalkan Key Strategy Program Rural Youth AI Facilitator. Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan digital, memastikan generasi muda menjadi penggerak utama dalam adopsi kecerdasan buatan (AI), dan memberdayakan UMKM melalui kemajuan teknologi. Dengan fokus pada inklusivitas, Telkom berkomitmen menumbuhkan ekosistem bisnis digital yang merata, meningkatkan daya saing lokal, dan memperkuat kemandirian ekonomi.
Program Kemitraan dengan Generasi Muda Lokal
Key Strategy ini melibatkan kolaborasi dengan 70 mahasiswa dari Universitas Negeri Manokwari (UNIMUDA) Sorong dan Universitas Papua (UNIPA) Waisai. Mereka menjalani pelatihan melalui pendekatan Train the Trainer, yang memastikan mereka memiliki keterampilan mengajar dan memfasilitasi. Dengan menjadi mentor, peserta program diberi kesempatan untuk melatih UMKM dalam pengembangan aset digital, strategi pemasaran, serta penerapan teknologi dalam operasional usaha. Ini menjadi salah satu langkah krusial dalam meningkatkan literasi digital dan ekonomi digital di daerah terpencil.
“Key Strategy Program Rural Youth AI Facilitator adalah upaya Telkom memastikan transformasi digital tidak hanya terpusat di kota besar, tapi merata hingga ke wilayah 3T. Dengan menyiapkan talenta muda sebagai penggerak teknologi, kami membuka akses baru bagi UMKM untuk memanfaatkan AI sebagai alat peningkatan produktivitas,” jelas Hery Susanto, Direktur Jenderal Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Telkom.
Kebutuhan untuk memperkuat ekosistem digital di Papua Barat Daya semakin mendesak, terutama karena hanya sekitar 150 dari 6.823 UMKM yang berhasil mengikuti pelatihan digitalisasi hingga 2025. Program Telkom ini menawarkan solusi berkelanjutan dengan pendekatan lokal, sehingga lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, keterlibatan komunitas pemuda desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menunjukkan komitmen untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan.
Program Berbasis Teknologi dan Inovasi
Dalam Key Strategy ini, Telkom menekankan peran teknologi sebagai katalis perubahan. AI Facilitator tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga memfasilitasi pengembangan produk inovatif dan strategi pemasaran yang lebih efektif. Misalnya, melalui platform digital, pelaku usaha dapat meningkatkan jangkauan pasar, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan transparansi dalam manajemen bisnis. Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 dan SDG 9, yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi teknologi.
Program ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang dengan menciptakan lingkungan usaha yang lebih adaptif terhadap perubahan digital. Selain mengembangkan kemampuan UMKM, Telkom juga memberikan peluang bagi generasi muda untuk menjadi bagian dari transformasi ekonomi. Dengan memanfaatkan AI, mereka dapat mengakses sumber daya dan pengetahuan yang sebelumnya sulit dicapai, sehingga meningkatkan kualitas kinerja usaha mereka.
“Melalui Key Strategy Program Rural Youth AI Facilitator, Telkom berharap membangun ekosistem UMKM yang tangguh dan berkelanjutan. Kami menilai teknologi AI sebagai kunci untuk mengubah cara usaha kecil menghadapi tantangan pasar modern,” tambah Hery Susanto.
Program ini juga melibatkan kegiatan luring dan daring dengan tema “Entrepreneur Naik Kelas, Ekonomi Tancap Gas.” Acara ini diikuti oleh 75 pelaku UMKM Kota Bogor dan 20 wirausaha lainnya, termasuk aktivitas seperti Semarak Sumpah Pemuda yang digagas oleh Telkomsel Keerom. Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa Key Strategy Telkom bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang pembangunan yang terpadu dan berkelanjutan.
