Skip to content
Yellow Desk
Agustus 3, 2026
Uncategorized

Key Strategy: Bantah Kelangkaan MinyaKita, Bulog Sulselbar Sudah Distribusikan 1,5 Juta per Bulan

Christopher Jackson 3 mins read

rategy untuk Pastikan Pasokan MinyaKita Tidak Langka Key Strategy - Dengan Key Strategy, Bulog Sulselbar menegaskan bahwa isu kelangkaan MinyaKita di Sulawesi

Key Strategy: Bantah Kelangkaan MinyaKita, Bulog Sulselbar Sudah Distribusikan 1,5 Juta per Bulan

Bulog Sulselbar Gunakan Key Strategy untuk Pastikan Pasokan MinyaKita Tidak Langka

Key Strategy – Dengan Key Strategy, Bulog Sulselbar menegaskan bahwa isu kelangkaan MinyaKita di Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) tidak benar. Informasi terkini menyebutkan bahwa lembaga tersebut telah menyalurkan sekitar 1,5 juta liter MinyaKita per bulan ke pasar, memenuhi kebutuhan masyarakat. Kuota distribusi yang diberikan kepada Bulog mencapai 2 juta liter per hari, menjadi jaminan untuk menjaga pasokan yang stabil. Strategi ini dirancang untuk mengurangi risiko kelangkaan dan memastikan akses minyak goreng kepada seluruh lapisan masyarakat.

Collaborative Efforts to Ensure Supply Stability

“Distribusi MinyaKita tidak hanya dijalankan oleh satu pihak, tetapi melibatkan kerja sama antara Bulog, BUMN Pangan, serta distributor swasta lainnya,” ujar Karmila Hasmin Marunta, Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Sulselbar, Selasa (23/6). Menurutnya, strategi kolaboratif ini adalah bagian dari Key Strategy untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, terutama di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada rantai pasok.

Karmila menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM, khususnya Pertamax, memengaruhi distribusi MinyaKita dari Pasangkayu, Sulawesi Barat, ke Sulsel. Meski ada tekanan harga di pasar bebas, pihaknya tetap berupaya menjaga harga MinyaKita di tingkat pengecer sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700. Key Strategy mereka berfokus pada pengawasan harga, distribusi rutin, serta koordinasi dengan mitra strategis.

Berdasarkan data yang diungkapkan, Bulog Sulselbar telah menyalurkan 9,5 juta liter MinyaKita hingga semester I tahun 2026. Angka ini mencakup distribusi dari Januari hingga bulan berjalan, menunjukkan komitmen terus-menerus untuk memenuhi permintaan. Pemenuhan volume distribusi yang signifikan ini memperkuat Key Strategy mereka dalam menangani ketergantungan pasokan dan menstabilkan harga di tengah fluktuasi pasar.

Untuk menjaga ketersediaan MinyaKita menjelang Idul Adha, Perum Bulog Sumatera Utara menegaskan pasokan komoditi tersebut tetap aman. Lembaga ini menjamin pasokan jutaan liter untuk menjaga stabilitas harga sesuai HET. Sementara itu, Bulog Kanwil Jambi juga gencar menyalurkan MinyaKita dan bantuan pangan, memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Key Strategy di setiap wilayah diterapkan dengan pendekatan yang serupa, yaitu pengendalian harga dan distribusi berkelanjutan.

Perum Bulog Sumut intensifkan pengawasan di pasar lokal bersama pemangku kepentingan. Langkah ini diambil menghadapi tantangan fluktuasi harga dan keterbatasan pasokan di beberapa wilayah. Pemerintah Kota Bandung, misalnya, memastikan harga MinyaKita di mitra Bulog sesuai HET, meski mengakui adanya kenaikan di pasar bebas. Key Strategy mereka mencakup koordinasi antar-instansi, analisis permintaan, dan pengalihan pasokan jika diperlukan.

Bulog Cabang Baubau telah menyalurkan 8.900 liter MinyaKita untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga. Sementara di Tegal, 1,6 juta liter MinyaKita disalurkan ke tujuh wilayah eks-Keresidenan Pekalongan. Semua upaya ini menjadi bagian dari Key Strategy yang dijalankan secara terpadu, memastikan tidak ada penumpukan harga di atas HET serta menjaga ketersediaan komoditi pangan pokok.

Strategi distribusi MinyaKita oleh Bulog Sulselbar juga mencakup penguatan jaringan distribusi di daerah-daerah terpencil. Dengan Key Strategy ini, mereka berupaya mengurangi kesenjangan akses antara kota besar dan daerah pedesaan. Penggunaan sistem logistik modern, seperti armada khusus dan sistem distribusi pintar, mempercepat proses penyampaian minyak goreng ke seluruh wilayah Sulselbar. Upaya ini selaras dengan visi nasional menjaga ketersediaan pangan dan meminimalkan risiko krisis harga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *