Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Uncategorized

Key Strategy: Balita Meninggal dalam Lubang Proyek di Tebet, Polisi Usut Dugaan Kelalaian

Christopher Jackson 2 mins read

Balita Meninggal dalam Lubang Proyek Tebet, Polisi Usut Dugaan Kelalaian Key Strategy - Seorang balita berusia 4 tahun, I alias O, ditemukan tewas setelah

Key Strategy: Balita Meninggal dalam Lubang Proyek di Tebet, Polisi Usut Dugaan Kelalaian

Balita Meninggal dalam Lubang Proyek Tebet, Polisi Usut Dugaan Kelalaian

Key Strategy – Seorang balita berusia 4 tahun, I alias O, ditemukan tewas setelah terjatuh ke dalam lubang proyek di Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Insiden ini menjadi sorotan karena dugaan kelalaian dalam penanganan oleh pihak terkait. Polisi tengah menyelidiki kejadian tersebut, dengan fokus pada apakah ada kegagalan pengamanan atau kesalahan protokol yang menyebabkan kecelakaan fatal.

Detik-detik Tragis Balita Terjatuh ke Lubang Proyek

Kapolsek Tebet, AKP Ischak, menjelaskan bahwa penyelidikan Key Strategy masih berlangsung untuk mengungkap detail insiden. Menurut Ischak, pihak kepolisian menerima laporan dari warga pada Sabtu, 27 Juni 2026, sekitar pukul 23.40 WIB. Dalam peristiwa tersebut, korban ditemukan terjatuh ke dalam lubang pondasi yang memiliki kedalaman 3,5 hingga 4 meter. Awalnya, upaya evakuasi dilakukan secara manual, tetapi kondisi lubang sempit menghambat proses penyelamatan.

Pencarian Intensif dan Keterlibatan Pihak Lain

Setelah mendapat bantuan dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), Puskesmas, dan RSUD Tebet, petugas akhirnya berhasil mengangkat korban pada 03.55 WIB. Sayangnya, balita tersebut tidak bisa diselamatkan. Polisi menegaskan bahwa penyebab kematian korban menjadi kewenangan tim medis, meski pihak keluarga menolak autopsi. Ayah korban, Nasrullah Dg Badang, menyebutkan bahwa anaknya, MA, terjatuh ke lubang setelah bermain handphone di rumah.

Menurut Ischak, proses penyelidikan Key Strategy mencakup pemeriksaan saksi, pengumpulan bukti, serta evaluasi keamanan di sekitar proyek. Dugaan awal menyebutkan bahwa lubang tersebut belum ditutup atau diindikasikan secara jelas, sehingga rentan menimbulkan risiko bagi anak-anak. Kepolisian juga mengecek apakah ada kekurangan pengawasan atau perlengkapan keselamatan yang tidak terpenuhi.

Korban yang meninggal adalah Abdul Rosyid Asady, warga Kecamatan Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung. Dalam penyelidikan Key Strategy ini, polisi memastikan bahwa tidak ada kelalaian dari pekerja proyek atau pihak manajemen. Selain itu, tim juga menginvestigasi apakah lingkungan sekitar memberikan peringatan yang cukup kepada warga. Evakuasi yang memakan waktu hampir 19 jam diakhiri dengan penemuan korban setelah warga tetangga mendengar suara menangis.

Insiden ini memicu refleksi mengenai pentingnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya proyek yang sedang berlangsung. Sementara itu, polisi juga menjelaskan bahwa kejadian serupa pernah terjadi di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, di mana 4 pekerja bangunan meninggal dan 3 lainnya selamat. Dalam peristiwa itu, polisi memastikan tidak ada kelalaian dari pihak terkait, meski penyebab kematian masih diteliti lebih lanjut.

Korban kedua, seorang balita perempuan, ditemukan terjatuh ke kolam ikan di Desa Tanjung Agung, Karang Jaya, Musi Rawas, Sumatera Selatan. Kedua bocah tersebut meninggal dalam kejadian yang berbeda, tetapi keduanya mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam beraktivitas di area proyek. Polisi menekankan bahwa Key Strategy dalam penyelidikan ini berfokus pada upaya mencegah insiden serupa di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *