Skip to content
Yellow Desk
Agustus 3, 2026
Uncategorized

Key Discussion: Wamen ATR/BPN Ajak Masyarakat Memuliakan Sungai, Sebut Sebagai Akar Peradaban Bangsa

Linda Gonzalez 3 mins read

Key Discussion: Wamen ATR/BPN Ajak Masyarakat Memuliakan Sungai Sebagai Akar Peradaban Bangsa Key Discussion menjadi topik utama dalam upaya menjaga

Key Discussion: Wamen ATR/BPN Ajak Masyarakat Memuliakan Sungai, Sebut Sebagai Akar Peradaban Bangsa

Key Discussion: Wamen ATR/BPN Ajak Masyarakat Memuliakan Sungai Sebagai Akar Peradaban Bangsa

Key Discussion menjadi topik utama dalam upaya menjaga keberlanjutan alam dan budaya Indonesia. Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) serta Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Ossy Dermawan, secara aktif mengajak masyarakat untuk bersama-sama memuliakan sungai. Menurut Ossy, sungai adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat, sekaligus simbol dari peradaban bangsa yang terus berkembang. Gerakan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga ekosistem air sebagai aset vital bangsa.

Kegiatan Lintas Sektor di Cibinong Menjadi Model Kolaborasi Nasional

Kegiatan “AYO Muliakan Sungai” yang diadakan di Yayasan Pesantren Pengrajin Bambu, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (19/06), menjadi contoh nyata kolaborasi antar sektor. Acara tersebut melibatkan Yayasan Bambu Indonesia, komunitas lingkungan, relawan, generasi muda, dan masyarakat umum, yang secara bersamaan melakukan penelusuran dan pembersihan Sungai Ciliwung. Tidak hanya membersihkan sampah, peserta juga membagikan edukasi tentang manfaat sungai bagi kehidupan manusia dan ekosistem alam.

“Key Discussion tentang memuliakan sungai tidak hanya sekadar ajakan, tetapi perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata. Sungai adalah urat nadi kehidupan yang harus dijaga bersama,” tegas Ossy Dermawan saat acara berlangsung.

Perspektif Ekosistem dan Budaya dalam Gerakan Nasional

Gerakan ini dianggap sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam mengakarikan nilai-nilai kebersihan dan kelestarian lingkungan. Ossy menekankan bahwa sungai tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga menjadi penyangga budaya yang turut berkontribusi pada pembangunan nasional. Dalam Key Discussion yang diinisiasi oleh pemerintah, ia mengajak semua pihak untuk memandang sungai sebagai warisan hidup yang tidak boleh terabaikan.

Kolaborasi dengan Pelaku UMKM dan Generasi Muda Membangun Kesadaran Lintas Generasi

Kegiatan di Cibinong juga menjadi platform untuk menggandeng pelaku usaha kecil menengah (UMKM) dan generasi muda dalam membangun kesadaran akan pentingnya kebersihan sungai. Ossy berharap, melalui Key Discussion yang terus dihidupkan, peran masyarakat sipil dalam menjaga lingkungan bisa menjadi bagian dari kebijakan nasional. Ia mencontohkan bahwa gotong royong adalah elemen penting dalam menciptakan keberlanjutan budaya dan alam.

“Key Discussion yang kita gelar hari ini adalah langkah awal untuk merangkul semua pihak, termasuk generasi muda, dalam menjaga sungai sebagai bagian dari identitas kita,” tambah AHY, yang turut hadir dalam acara tersebut.

Gerakan Mencakup Berbagai Daerah sebagai Tindakan Nasional

Gerakan Nasional “AYO Muliakan Sungai” tidak terbatas pada satu lokasi. Dalam Key Discussion yang menjadi momentum kegiatan, Ossy memaparkan bahwa aksi bersih-bersih 24 aliran sungai yang digelar serentak di berbagai daerah menunjukkan komitmen kolektif masyarakat. Contohnya, di Bantul, komunitas lokal bersatu dalam Aksi Bersih Sungai Belik, Jejeran, sementara di Serang, tradisi Ngunder Cai dianggap sebagai bagian dari Key Discussion dalam menjaga kehidupan ekosistem Sungai Cibanten.

Kampanye Gotong Royong di Samarinda Memperkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Kampanye “Jaga Sungai Lindungi Bumi” di Samarinda, yang dipimpin Wali Kota, menjadi bukti bahwa Key Discussion tidak hanya berlangsung di ruang formal, tetapi juga di tengah masyarakat. Acara tersebut menarik partisipasi ratusan warga yang secara langsung terlibat dalam pembersihan Sungai Karang Mumus. Dengan berbagai kegiatan serupa di Medan dan daerah lainnya, upaya menjaga kebersihan sungai terus diperkuat sebagai bagian dari peradaban yang berkelanjutan.

Perspektif Jangka Panjang dalam Key Discussion

Key Discussion yang diinisiasi oleh Ossy Dermawan dan diwujudkan melalui aksi nyata, diharapkan mampu menciptakan kesadaran jangka panjang mengenai pentingnya sungai. Gerakan ini tidak hanya fokus pada pembersihan, tetapi juga edukasi dan perubahan pola perilaku masyarakat. Dengan kebersamaan antar sektor, Ossy menegaskan bahwa sungai bisa menjadi simbol keberhasilan bangsa dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.

“Dalam Key Discussion, kita tidak hanya memuliakan sungai, tetapi juga mengajarkan cara mengelola sumber daya alam secara bijak. Ini adalah perjuangan untuk menjaga keberlanjutan peradaban Indonesia,” imbuh Ossy saat menutup acara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *