Nadira Ditemukan Linglung di Bandung Setelah Meninggalkan Rumah
Important Visit – Setelah menghilang selama beberapa hari, mahasiswi Telkom University Nadira Az-Zahra (21) akhirnya ditemukan oleh warga di Kota Bandung. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga dan teman-temannya. Menurut Budi Purwana, paman Nadira, korban ditemukan dalam keadaan lelah dan bingung, namun tidak mengalami cedera serius. “Kondisinya memang sedang lelah, capek, dan disorientasi, tapi tidak ada tanda-tanda luka berat,” jelas Budi saat memberikan keterangan di Polrestabes Bandung, Senin (6/7).
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, mengatakan bahwa Nadira dalam kondisi sehat ketika ditemukan. Ia telah kembali ke rumah dan ditemani oleh keluarga. Meski lokasi tepat hilang belum terungkap, penyelidikan masih berlangsung intensif. Anton menambahkan bahwa alasan Nadira pergi meninggalkan rumah masih belum diketahui, karena korban belum bisa memberikan keterangan yang jelas.
Proses Pencarian yang Intensif
Kelompok warga sekitar dan tim SAR memberikan dukungan penuh dalam upaya mencari Nadira. Setelah pamit ke orang tua pada Selasa (30/6), ia menghilang tanpa meninggalkan jejak. Saksi mata menyebutkan bahwa Nadira terakhir kali terlihat berangkat ke kampus menggunakan ojol, mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana jins hitam, dan kerudung hitam. Tas ransel yang dibawanya berisi laptop dan tablet, menunjukkan bahwa ia sedang dalam aktivitas akademik.
Keluarga mengungkapkan rasa prihatin terhadap kepergian Nadira. “Kami sangat khawatir ketika ia tak kunjung kembali,” ujar Budi Purwana dalam
pernyataannya kepada media. Ia berharap dengan Important Visit yang dilakukan tim SAR, keberadaan Nadira dapat terungkap secara cepat. Dalam proses investigasi, polisi juga memeriksa lingkungan sekitar kampus dan melibatkan pihak terkait untuk menelusuri semua kemungkinan.
Kasus Terkait yang Muncul
Sementara itu, kasus kematian mahasiswi lainnya juga memicu perhatian publik. Di Mataram, polisi sedang menyelidiki kematian mahasiswi NDR yang ditemukan tak bernyawa di indekosnya. Tim SAR gabungan menemukan jasad korban setelah berusaha mencari selama beberapa hari. Kasus ini melibatkan pemeriksaan terhadap 12 saksi dan penggunaan anjing pelacak untuk mempercepat proses.
Di Gowa, Polres sedang memeriksa kematian mahasiswi Unhas berinisial PJT yang ditemukan tak sadarkan diri di area parkir kampus. Peristiwa ini memicu penelusuran penyebab kematian, sementara di Pantai Nipah, kasus pembunuhan mahasiswi Unram Ni Made Vaniradya Puspa Nutra akhirnya terungkap. Rekan prianya, Radiet Adiansyah, ditetapkan sebagai tersangka. Keberadaan Nadira dan kasus-kasus serupa menjadi perhatian utama masyarakat.
Basarnas juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap anggota keluarga lanjut usia. Seorang laki-laki berinisial RK (51) hilang sejak awal Juni setelah pamit ke istrinya untuk pergi ke kebun di Desa Kosgoro. Ia ditemukan tewas setelah dihantam ombak besar saat berenang di pantai bersama temannya. Kasus ini terjadi ketika hujan lebat mengguyur area kampus, yang membuat lingkungan lebih berpotensi berbahaya.
Teman dekat Nadira, Riza (21), mengungkapkan bahwa peristiwa ini memicu kecaman dan kepedulian dari kalangan mahasiswa. “Semua orang sedang memantau keberadaannya, termasuk kami,” tutur Riza dalam
wawancara eksklusif dengan portal berita. Ia juga menambahkan bahwa Nadira dikenal sebagai mahasiswi yang aktif di kegiatan sosial dan jarang menghilang begitu saja.
Kelanjutan investigasi akan digelar secara terbuka. Polisi berharap informasi dari warga sekitar dapat membantu menemukan petunjuk lebih lanjut. Dengan Important Visit sebagai bagian dari upaya penyelidikan, diharapkan kasus ini segera terang. Keluarga Nadira juga berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwajib dalam mencari jawaban atas kepergian mahasiswinya.
