JIEP Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu di Kawasan Industri Pulogadung
Kabarsatunusa.com – PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Perseroda) atau PT JIEP memperluas upaya pemilahan dan pengolahan sampah langsung dari titik asalnya di kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur. Langkah ini diarahkan untuk menekan jumlah sampah yang berakhir sebagai residu di tempat pemrosesan akhir, sekaligus memanfaatkan kembali material yang masih memiliki nilai guna.
Pengelolaan dari hulu menjadi penting bagi kawasan industri karena sampah tidak cukup hanya dikumpulkan dan diangkut. Pemilahan sejak awal memungkinkan sampah organik diproses menjadi produk yang bermanfaat, sementara jenis sampah lain dapat dikelola sesuai karakteristiknya. Pendekatan tersebut juga mendukung lingkungan kawasan yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Direktur Utama PT JIEP Dharma Satriadi menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan tanggung jawab perusahaan dalam mengelola kawasan industri serta melibatkan berbagai pihak di sekitarnya.
“Bagi JIEP, ini sejalan dengan peran kami sebagai pengelola kawasan industri. Karena itu, kami berupaya menerjemahkan semangat pilah dan olah sampah melalui pengelolaan di kawasan, edukasi, penyediaan sarana, serta kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat,” kata Dharma Satriadi.
Dukungan terhadap gerakan pemilahan sampah
Inisiatif PT JIEP merupakan bagian dari dukungan terhadap Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 mengenai Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Kebijakan tersebut menekankan perlunya perubahan cara pandang dalam menangani sampah: tidak semata-mata berfokus pada pengangkutan, melainkan dimulai dengan pemisahan dan pengolahan di lokasi sampah dihasilkan.
Dalam praktiknya, PT JIEP menjalankan pengelolaan melalui TPS3R di kawasan industri Pulogadung. Fasilitas ini mendorong pemilahan sampah dan mengolah sampah organik menjadi kompos. Kompos yang dihasilkan tidak berhenti sebagai produk akhir, tetapi digunakan kembali untuk kegiatan penghijauan kawasan serta kebutuhan pembibitan tanaman.
Pemanfaatan kembali kompos memperlihatkan bahwa sampah organik dapat menjadi sumber daya apabila dikelola dengan tepat. Selain membantu mengurangi material yang harus dibuang, proses tersebut turut mendukung kebutuhan tanaman di area industri tanpa memisahkan isu kebersihan dari upaya menjaga ruang hijau.
Produksi kompos mencapai lebih dari 54 ton
Pengolahan sampah organik di kawasan Pulogadung telah menghasilkan puluhan ton kompos. Sepanjang periode 2023 hingga 2026, metode manual menghasilkan 50.572 kilogram kompos, setara sekitar 50,6 ton. Produksi melalui metode mesin menambah 4.040,8 kilogram atau kurang lebih 4 ton.
“Sementara itu, pengolahan dengan metode mesin menghasilkan tambahan 4.040,8 kilogram atau sekitar 4 ton. Dengan demikian, total produksi kompos yang tercatat mencapai 54.612,8 kilogram atau sekitar 54,6 ton,” jelas Dharma.
Jumlah total produksi yang tercatat mencapai 54.612,8 kilogram, atau sekitar 54,6 ton kompos. Capaian ini menunjukkan peran proses pengolahan di tingkat kawasan dalam mengurangi beban sampah yang sebelumnya berpotensi langsung masuk ke alur pembuangan akhir.
Bagi pengelola kawasan, pemilahan bukan sekadar kegiatan teknis. Keteraturan pemisahan jenis sampah menentukan apakah sampah organik dapat diolah secara optimal. Karena itu, kesadaran pekerja, pelaku usaha, pengelola fasilitas, dan masyarakat sekitar menjadi unsur penting agar sistem dapat berjalan secara konsisten.
Edukasi untuk petugas dan masyarakat sekitar
Di luar pengelolaan internal kawasan, PT JIEP juga memperkuat kemampuan masyarakat dan pemangku kepentingan melalui kegiatan edukasi. Bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup, perusahaan memberikan pelatihan pengelolaan sampah kepada petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di sejumlah wilayah Jakarta.
Dukungan bagi warga di wilayah ring 1 kawasan juga diberikan melalui penyediaan sarana pemilahan. Fasilitas tersebut ditujukan untuk sekolah serta lingkungan RT/RW dan dilengkapi dengan edukasi mengenai kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
“Berupa tempat sampah terpilah dan gerobak sampah bagi sekolah maupun lingkungan RT/RW, yang disertai dengan edukasi mengenai pemilahan sampah dari sumber,” ucap Dharma.
Program edukasi juga mencakup pelatihan bagi komunitas bank sampah serta penguatan pemahaman pemilahan di lingkungan karyawan PT JIEP. Kegiatan semacam ini membantu memperluas penerapan pengelolaan sampah di luar fasilitas pengolahan, karena keputusan awal untuk memisahkan sampah dilakukan oleh orang-orang yang menghasilkan atau menangani sampah setiap hari.
Kolaborasi tenant untuk menekan residu
PT JIEP terus mengajak pelaku usaha dan tenant di kawasan industri untuk terlibat dalam pengelolaan sampah. Arah kolaborasinya adalah membangun kebiasaan yang tidak berhenti setelah sampah diangkut, melainkan memastikan proses pemilahan dan pengolahan turut dilakukan agar volume residu dapat ditekan.
Residu merupakan sampah yang tersisa setelah material yang masih dapat diolah atau dimanfaatkan dipisahkan. Semakin baik pemilahan dari sumber dilakukan, semakin besar peluang untuk mengurangi sampah yang pada akhirnya harus dikirim ke Bantargebang.
“Mengurangi sampah yang berakhir di Bantargebang dibutuhkan kolaborasi antara pengelola kawasan, pelaku usaha, pekerja, pemerintah, sekolah, dan masyarakat agar pemilahan serta pengolahan sampah dapat berjalan secara konsisten sejak dari sumbernya,” kata Dharma.
Dharma menekankan bahwa pengelolaan dari sumber berkaitan bukan hanya dengan kebersihan kawasan, melainkan juga dengan kemampuan mengolah kembali sampah yang masih bernilai guna. Dengan keterlibatan berbagai unsur, kawasan industri Pulogadung diharapkan dapat mengurangi kontribusi sampah ke Bantargebang dan bergerak menuju lingkungan industri yang lebih hijau serta berkelanjutan.
“Kami berharap kontribusi JIEP dapat membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di Bantargebang sekaligus mendukung terciptanya Kawasan Industri Pulogadung yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ucap Dharma.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is PT JIEP perkuat pemilahan dan pengolahan?
PT JIEP perkuat pemilahan dan pengolahan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does PT JIEP perkuat pemilahan dan pengolahan matter?
PT JIEP perkuat pemilahan dan pengolahan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
