Skip to content
Yellow Desk
Oktober 7, 2026
Humaniora

Kemenag: Penghulu hingga tokoh agama bisa bantu warga dapat bansos

Jennifer Miller - kabarsatunusa.com 4 mins read

Kementerian Agama mengajak unsur-unsur di lingkungan kerjanya, termasuk penghulu, penyuluh agama, guru, dosen, pembimas, santri, kiai, tokoh agama, dan tokoh

Kemenag: Penghulu hingga tokoh agama bisa bantu warga dapat bansos

Jaringan Kemenag Didorong Bantu Warga Mengakses Bantuan Sosial

Kabarsatunusa.com – Kementerian Agama mengajak unsur-unsur di lingkungan kerjanya, termasuk penghulu, penyuluh agama, guru, dosen, pembimas, santri, kiai, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, untuk terlibat sebagai agen Perlindungan Sosial atau Perlinsos. Peran sukarela ini ditujukan untuk membantu warga menjalani proses pendaftaran sebagai calon penerima bantuan sosial.

Ajakan tersebut membuka ruang bagi jejaring keagamaan yang telah dekat dengan masyarakat untuk ikut mendampingi warga yang membutuhkan. Kehadiran agen Perlinsos diharapkan dapat menjembatani warga dengan mekanisme pendaftaran, terutama bagi kelompok yang belum terbiasa menggunakan layanan digital atau memerlukan penjelasan mengenai tahapan pengajuan.

Jaringan hingga daerah

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad menyampaikan bahwa Kemenag memiliki jangkauan kelembagaan yang luas hingga berbagai daerah melalui instansi vertikal. Jaringan tersebut dinilai dapat mendukung perluasan akses perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian.

“Kami mengajak seluruh ASN dan keluarga besar Kementerian Agama, mulai dari guru, dosen, penyuluh agama, penghulu, pembimas, hingga santri, kiai, tokoh agama, serta tokoh masyarakat, untuk berpartisipasi menjadi agen Perlindungan Sosial,” ujar Abu Rokhmad.

Pelibatan berbagai unsur itu menempatkan pendampingan sosial sebagai kerja bersama di lingkungan terdekat. Penghulu, penyuluh, pendidik, maupun tokoh masyarakat sering berinteraksi langsung dengan warga sehingga dapat membantu menyampaikan informasi dan mengarahkan mereka yang memerlukan bantuan dalam proses registrasi.

Dalam konteks ini, agen bukanlah pihak yang menentukan apakah seseorang berhak memperoleh bantuan. Tugas utamanya adalah memfasilitasi warga, memberi penjelasan, serta membantu penggunaan portal Perlinsos untuk pendaftaran atau pengajuan sanggah. Penetapan kelayakan penerima bantuan sosial tetap berada di luar kewenangan agen.

Pendampingan untuk registrasi dan sanggah

Penyuluh Sosial Ahli Muda Direktorat Jaminan Sosial Kementerian Sosial Tri Wahyuni menjelaskan bahwa agen Perlinsos dapat membantu masyarakat saat melakukan registrasi maupun ketika mengajukan sanggah melalui portal yang tersedia. Peran ini juga mencakup edukasi bagi warga yang akan mendaftar sendiri.

Pendaftaran mandiri dapat dilakukan khususnya oleh warga yang telah mempunyai Identitas Kependudukan Digital atau IKD serta telepon seluler. Meski warga mampu mengakses sistem secara langsung, agen tetap dibutuhkan untuk memberi panduan dan memastikan masyarakat memahami jalur layanan yang digunakan.

“Jadi, baik skema mandiri maupun skema agen tetap ada tugas bagi agen,” kata Tri.

Pendampingan semacam ini penting karena proses administrasi digital tidak selalu mudah dipahami semua orang. Warga mungkin memerlukan bantuan untuk mengetahui langkah awal pendaftaran, menyiapkan akses melalui perangkat seluler, atau memahami fungsi pengajuan sanggah. Agen dapat membantu menjelaskan prosedur tanpa menjanjikan hasil atau menentukan status penerimaan bantuan.

Tri berharap para agen memulai tugas pendampingan dari lingkungan paling dekat, seperti tetangga dan masyarakat sekitar yang diperkirakan masuk dalam kelompok sasaran Program Keluarga Harapan atau bantuan sembako. Pendekatan di tingkat lingkungan dapat membantu informasi menjangkau warga yang belum mengetahui adanya jalur pendaftaran.

Persiapan penerima bantuan 2027

Registrasi yang berlangsung pada 2026 disebut sebagai bagian dari persiapan penetapan penerima bantuan sosial untuk 2027. Karena itu, masyarakat yang membutuhkan bantuan perlu memahami bahwa pendaftaran merupakan tahapan pengusulan dan pendataan, bukan jaminan otomatis untuk menerima bantuan.

Agen Perlinsos berfungsi sebagai fasilitator dalam jalur tersebut. Mereka membantu warga mengakses proses yang tersedia, sedangkan penilaian kelayakan tetap dilakukan melalui mekanisme yang berlaku. Pemisahan peran ini penting agar masyarakat memperoleh pemahaman yang tepat mengenai tujuan pendampingan.

Keikutsertaan sebagai agen juga tidak bersifat wajib. Kementerian Agama mendorong partisipasi sukarela dari aparatur sipil negara dan keluarga besar Kemenag, bersama tokoh-tokoh yang memiliki kedekatan dengan masyarakat. Dukungan mereka diharapkan memperluas jangkauan informasi serta mengurangi hambatan warga saat mengurus pendaftaran.

“Mari bergerak bersama. Jangan biarkan tetangga kita terpuruk karena kemiskinan ekstrem, sakit, atau putus sekolah tanpa ada perhatian dari kita. Kita bergerak dengan ikhlas, jujur, dan penuh dedikasi demi menjaga kemaslahatan umat dan martabat kemanusiaan,” kata Abu Rokhmad.

Pesan itu menekankan pentingnya kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Warga yang mengetahui ada tetangga atau kerabat dengan kondisi rentan dapat mendorong mereka untuk mencari informasi mengenai pendaftaran dan, bila diperlukan, meminta pendampingan kepada agen Perlinsos.

Dengan keterlibatan penghulu, penyuluh, tenaga pendidik, tokoh agama, serta tokoh masyarakat, akses informasi bantuan sosial diharapkan menjadi lebih dekat dengan kehidupan warga sehari-hari. Peran mereka bukan menggantikan proses penetapan penerima, melainkan membantu masyarakat menavigasi prosedur agar kesempatan untuk mengajukan diri dapat dimanfaatkan secara lebih baik.

Frequently Asked Questions

What is Kemenag?

Kemenag is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemenag matter?

Kemenag matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *