Irwan Meilano Tekankan Tata Kelola KKP yang Bertumpu pada Data
Kabarsatunusa.com – Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Irwan Meilano memulai tugas barunya dengan menempatkan keterbukaan dan pemanfaatan data sebagai pijakan penting dalam pengambilan keputusan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pendekatan tersebut diharapkan memperkuat penyelenggaraan program kelautan dan perikanan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih jelas oleh masyarakat.
Irwan resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis. Dalam struktur kepemimpinan KKP, ia akan bertugas bersama Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf untuk mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Fokus pada data bukan hanya berkaitan dengan penghimpunan informasi, melainkan juga dengan cara data dipakai untuk menentukan prioritas, mengukur hasil program, dan merespons persoalan yang muncul di lapangan. Irwan menilai keterbukaan informasi dapat membantu keputusan pemerintah dibuat dengan dasar yang lebih terukur.
“Langkah awal yang saya tekankan dalam bekerja adalah keterbukaan berbasis data sebagai dasar pengambilan keputusan,” ujar Irwan.
Integrasi informasi dan kerja sama penyelesaian masalah
Selain menekankan transparansi, Irwan membawa perhatian pada integrasi data di lingkungan kementerian. Ketersediaan informasi yang terhubung dapat mendukung pemetaan kebutuhan program serta memudahkan evaluasi atas pelaksanaannya. Dalam sektor yang mencakup perikanan tangkap, budi daya, pesisir, hingga pendidikan vokasi, kebutuhan data yang konsisten menjadi bagian penting dari tata kelola.
Ia juga menempatkan pengukuran manfaat untuk masyarakat sebagai salah satu prinsip kerja. Artinya, suatu kebijakan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi perlu dilihat hasil dan relevansinya bagi pihak yang menjadi sasaran program. Penyelesaian persoalan secara kolaboratif turut menjadi pendekatan yang akan dikedepankan dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan sektor kelautan dan perikanan yang melibatkan banyak pemangku kepentingan. Nelayan, pembudi daya, pelaku usaha, lembaga pendidikan, peneliti, serta pemerintah memiliki peran berbeda dalam pengembangan sektor ini. Karena itu, koordinasi dan pemanfaatan pengetahuan yang tersedia menjadi unsur penting dalam pelaksanaan kebijakan.
Latar belakang akademik di bidang geospasial dan kebencanaan
Irwan Meilano dikenal sebagai Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB). Keahliannya mencakup bidang geospasial dan kebencanaan, dua bidang yang berkaitan dengan pemahaman kondisi wilayah serta pengelolaan informasi berbasis lokasi.
Sebelum masuk ke jajaran pimpinan KKP, Irwan menjabat Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB untuk periode 2025–2030. Ia juga pernah mengemban tugas sebagai Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB.
Pengalaman akademiknya diharapkan memberi nilai tambah bagi penguatan riset terapan di sektor kelautan dan perikanan. Riset yang terhubung dengan kebutuhan nyata dapat membantu memperdalam pemahaman terhadap tantangan yang dihadapi sektor tersebut, sekaligus mendukung perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Mendukung enam agenda prioritas KKP
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menaruh harapan agar kehadiran Irwan dapat memperkokoh pelaksanaan enam program prioritas nasional KKP. Program-program itu meliputi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), budi daya perikanan tematik, swasembada garam, revitalisasi tambak budi daya di pantai utara Jawa, budi daya udang terintegrasi di Waingapu, serta modernisasi kapal perikanan.
Enam agenda tersebut menunjukkan cakupan kerja KKP yang luas, dari penguatan kehidupan masyarakat nelayan hingga pengembangan produksi budi daya dan pembaruan sarana perikanan. Tata kelola yang didukung data dan riset terapan diharapkan membantu kementerian memantau pelaksanaan setiap agenda secara lebih terarah.
Dalam konteks ini, data dapat berfungsi sebagai alat untuk mengenali kebutuhan, menentukan sasaran, dan melihat perkembangan program. Sementara itu, riset terapan dapat mempertemukan pengetahuan akademik dengan persoalan yang dihadapi sektor kelautan dan perikanan dalam praktik sehari-hari.
Penguatan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan
Trenggono juga menilai pengalaman Irwan di dunia pendidikan dapat mendukung pengembangan pendidikan dan penelitian KKP. Salah satu perhatian utama adalah percepatan transformasi Politeknik KKP melalui penguatan Ocean Institute of Indonesia (OII) sebagai pusat unggulan yang diselaraskan dengan kebutuhan industri.
Penguatan lembaga pendidikan vokasi memiliki arti penting bagi kesiapan sumber daya manusia di sektor kelautan dan perikanan. Lulusan tidak hanya diharapkan menguasai keahlian yang relevan, tetapi juga mampu memenuhi standar yang dibutuhkan dunia kerja di tingkat nasional maupun internasional.
“Kita ingin Politeknik KKP ini menjadi satu politeknik yang excellent, sebuah Center of Excellence. Lulusannya harus 100 persen siap kerja dan memenuhi standar industri nasional maupun internasional,” kata Trenggono.
Dengan masuknya Irwan Meilano ke jajaran pimpinan KKP, penguatan tata kelola berbasis data, riset, dan pendidikan vokasi menjadi bagian dari arah yang ingin didorong kementerian. Tantangannya adalah memastikan seluruh pendekatan tersebut diterjemahkan menjadi kerja yang terukur, kolaboratif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat kelautan dan perikanan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Wamen KP Irwan Meilano siap dorong?
Wamen KP Irwan Meilano siap dorong is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Wamen KP Irwan Meilano siap dorong matter?
Wamen KP Irwan Meilano siap dorong matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
