Skip to content
Yellow Desk
Agustus 3, 2026
Politik

Main Agenda: Prabowo: Saya Kenal Keluarga Besar NU dari Kecil, Dulu Tetangga Gus Dur

Christopher Jackson 3 mins read

Main Agenda: Prabowo dan Hubungan Strategis dengan NU Main Agenda menjadi topik utama dalam pidato Prabowo Subianto saat menghadiri acara Munas Alim Ulama dan

Main Agenda: Prabowo: Saya Kenal Keluarga Besar NU dari Kecil, Dulu Tetangga Gus Dur

Main Agenda: Prabowo dan Hubungan Strategis dengan NU

Main Agenda menjadi topik utama dalam pidato Prabowo Subianto saat menghadiri acara Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Bangkalan, Jawa Timur. Ia menyampaikan bahwa kedekatan dengan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) bukan sekadar hubungan personal, tetapi juga representasi dari semangat kebangsaan yang terus dipupuk sejak masa kecil. “Saya kenal keluarga besar NU dari kecil karena dulu tinggal dekat dengan keluarga Gus Dur di Jakarta,” jelas Prabowo. Kehadiran NU dalam sejarah perjuangan kemerdekaan dan perannya dalam membentuk identitas nasional membuatnya menjadi mitra penting dalam Main Agenda pembangunan Indonesia saat ini.

Sejarah Kedekatan Prabowo dengan NU

Kerja sama Prabowo dengan NU telah terjalin sejak lama, bahkan sebelum ia terlibat dalam politik nasional. Menurutnya, hubungan tersebut diwujudkan melalui kebersamaan dengan para tokoh dan ulama di Jawa Timur. “Keluarga Gus Dur adalah bagian dari lingkaran kehidupan saya sejak dulu,” ungkap Prabowo. Hal ini mencerminkan bahwa Main Agenda dalam pembangunan tidak hanya berbicara tentang program kebijakan, tetapi juga tentang kepercayaan yang dibangun melalui interaksi sosial dan budaya. Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa NU bukan hanya organisasi keagamaan, tetapi juga menjadi wadah untuk menyatukan nilai-nilai kebangsaan di tengah keragaman masyarakat Indonesia.

“NU melebihi Kopassus. Sebelum kemerdekaan, NU sudah memiliki semangat saling mendukung, seperti Salam Komando,” ujar Prabowo. Kalimat ini menunjukkan bagaimana Main Agenda yang diusungnya mencakup sinergi antara isu keagamaan dan kebangsaan.

Peran NU dalam Membangun Konsensus Nasional

Prabowo menyampaikan bahwa NU memainkan peran kunci dalam membangun konsensus nasional. “Kiai-kiai NU adalah garda depan pemikiran kritis dan keberlanjutan nilai kebangsaan,” katanya. Ia menyoroti bagaimana organisasi ini mampu menyatukan seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan budaya. Dalam konteks Main Agenda, Prabowo berharap kolaborasi dengan NU dapat menjadi fondasi untuk menghadapi tantangan masa depan, baik dalam politik maupun ekonomi. “Kita harus merajut kebersamaan yang jauh lebih kuat,” tambahnya.

“Saya merasa tenang di tengah keluarga besar NU. Nyaman dan aman, merasa aman,” kata Prabowo. Kalimat ini menegaskan bahwa Main Agenda tidak hanya bersifat strategis, tetapi juga memiliki dampak psikologis yang mendalam.

Program Ekonomi dan Dukungan PSSI

Selain membahas hubungan dengan NU, Prabowo juga mengungkapkan rencana kerja sama dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam rangka memperkuat Main Agenda pembangunan ekonomi. “Himbara harus lebih aktif menjangkau pelaku UMKM,” tegas Prabowo. Dalam kunjungan ke Sampang, ia meninjau proyek pengembangan infrastruktur sepanjang 1.151 kilometer yang diharapkan bisa meningkatkan akses perekonomian daerah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Main Agenda memerlukan peran aktif dari berbagai institusi, termasuk organisasi keagamaan dan lembaga kemanusiaan.

Perayaan Harlah PKB dan Kehadiran Gus Dur

Prabowo juga menghadiri perayaan Harlah Partai Kebangsaan (PKB) yang ke-27, Rabu (23/7). Di acara tersebut, ia menyoroti bahwa tokoh NU seperti KH Ubaidillah Faqih dan Miftachul Akhyar masih menjadi inspirasi bagi generasi muda. “Nilai yang diajarkan Gus Dur masih terjaga hingga kini,” kata Prabowo. Dalam rangka Main Agenda memperkuat jaringan politik dan ekonomi, ia menyebut bahwa kerja sama dengan NU bisa menjadi alat untuk membangun solidaritas nasional. “Masa depan Indonesia membutuhkan kekuatan kolektif,” imbuhnya.

“Sekarang, apa itu TNI… NU sudah ada sebelum kemerdekaan,” ujar Prabowo. Pernyataan ini memperjelas bahwa Main Agenda pembangunan Indonesia tidak bisa terlepas dari kontribusi NU dalam membentuk identitas bangsa.

Langkah Strategis untuk Masa Depan

Dalam kesimpulan pidatonya, Prabowo menekankan bahwa Main Agenda harus mencakup inisiatif-inisiatif yang berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa kerja sama dengan NU akan menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat konsensus antar-komunitas. “Kita harus membangun ekonomi dengan keadilan dan persatuan,” jelasnya. Prabowo juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Main Agenda sebagai titik awal perubahan yang berdampak luas. Dengan penekanan pada hubungan dengan NU dan kerja sama dengan lembaga internasional, ia berharap Indonesia bisa meraih masa depan yang lebih stabil dan berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *