Skip to content
Yellow Desk
September 20, 2026
Hiburan

Celine Dion bernyanyi dan menari tanpa alas kaki di atas mobil

Thomas Rodriguez - kabarsatunusa.com 4 mins read

Usai menyelesaikan pertunjukan ketiganya dalam residensi Paris, Celine Dion menciptakan kejutan untuk para penggemar yang menunggunya di luar sebuah hotel

Celine Dion bernyanyi dan menari tanpa alas kaki di atas mobil

Celine Dion Rayakan Konser Paris dengan Bernyanyi di Atas Mobil

Kabarsatunusa.com – Usai menyelesaikan pertunjukan ketiganya dalam residensi Paris, Celine Dion menciptakan kejutan untuk para penggemar yang menunggunya di luar sebuah hotel. Penyanyi berusia 58 tahun itu naik ke atas mobil hitam yang terparkir, melepas sandalnya, lalu bernyanyi dan menari tanpa alas kaki pada Jumat (18/9) malam.

Momen spontan tersebut berlangsung setelah Dion tampil di Plenitude Arena di Nanterre, Prancis. Arena itu sebelumnya dikenal sebagai Paris La Defense Arena. Sejumlah penggemar mengabadikan aksi Dion dari berbagai sudut ketika kerumunan berkumpul di dekat hotel.

Bernyanyi bersama penggemar

Dalam video yang beredar, Dion mula-mula duduk di kap mobil dengan posisi kaki bersilang. Ketika lagu hitnya dari 1995, “Pour Que Tu M’aimes Encore”, terdengar, ia ikut melantunkan lagu tersebut sambil bergerak mengikuti irama.

Pelantun “My Heart Will Go On” itu terlihat menghentakkan kaki, bertepuk tangan, dan mengajak para penggemar untuk bernyanyi bersama. Mereka yang berada di sekitar mobil tampak merekam momen itu sambil menyambut setiap gerakan Dion dengan antusias.

Suasana makin meriah saat Dion sempat berbaring di atas kap mobil. Ia kemudian berguling hingga dalam posisi tengkurap, tertawa, dan kembali berdiri di atas kendaraan tersebut. Setelah terus menari dan bernyanyi bersama kerumunan, ia mengakhiri pertemuan itu dengan membentuk simbol hati menggunakan kedua tangannya.

Beberapa orang yang diduga merupakan bagian dari tim keamanan Dion tampak berada di dekat mobil selama ia berinteraksi dengan penggemar. Kehadiran mereka menjaga area sekitar ketika penyanyi asal Kanada itu menikmati sambutan hangat dari para pendukungnya.

Tampilan santai di luar panggung

Untuk kesempatan tersebut, Dion memilih penampilan yang jauh lebih kasual dibanding busana glamor yang biasa dikenakannya selama residensi. Ia mengenakan celana longgar dan jaket bomber, dengan rambut ditata dalam sanggul rendah.

Pilihan busana santai itu sejalan dengan suasana pertemuan yang tidak direncanakan sebagai bagian dari konser. Namun, energi yang diperlihatkan Dion tetap mengingatkan penonton pada gaya panggungnya yang ekspresif dan dekat dengan para penggemar.

Konser Jumat itu menjadi pertunjukan ketiga dari total 26 jadwal dalam residensi Dion di Paris. Ia dijadwalkan kembali tampil pada Sabtu (19/9), melanjutkan rangkaian konser yang menandai babak penting dalam perjalanan kariernya.

Kembalinya Dion setelah jeda panjang

Perayaan singkat di atas mobil tersebut terjadi kurang dari sepekan setelah Dion menjalani konser penuh pertamanya dalam lebih dari enam tahun, pada Sabtu (12/9). Kembalinya ia ke panggung menjadi momen emosional, baik bagi sang penyanyi maupun para penggemar yang telah menantikan penampilannya.

Karier Dion sebelumnya sempat terhenti oleh pandemi COVID-19, lalu berlanjut dengan diagnosis stiff-person syndrome. Kondisi neurologis autoimun langka yang bersifat progresif itu menyerang sistem saraf pusat, termasuk otak dan sumsum tulang belakang.

Stiff-person syndrome dapat memicu kekakuan otot, kesulitan bergerak, kejang yang menyakitkan, serta sesak napas. Kondisi tersebut membuat proses Dion untuk kembali tampil di panggung memiliki tantangan tersendiri.

Janji untuk kembali bernyanyi

Pada konser penanda kembalinya, Dion sempat meneteskan air mata tidak lama setelah muncul di panggung. Ia membuka penampilan dengan “On Ne Change Pas”, lagu yang dirilis pada 1998, tetapi berhenti sejenak karena tampak berusaha menahan emosi.

Ia menyeka air mata, meletakkan tangan di dada, dan menyatukan kedua tangan sebagai ungkapan terima kasih kepada penonton. Dalam suasana haru itu, Dion berbicara tentang komitmennya untuk kembali bernyanyi di hadapan publik.

Saya membuat sebuah janji. Saya berjanji untuk kembali, untuk kembali ke atas panggung. Jadi, di sinilah saya, bernyanyi untuk kalian dan bernyanyi untuk diri saya sendiri, bernyanyi untuk kehidupan! Terima kasih banyak atas dukungan dan kesabaran kalian, dan jika boleh saya katakan: saya menjadi diri saya sekarang karena kalian mencintai saya.

Ucapan tersebut menggambarkan arti besar rangkaian konser Paris bagi Dion. Penampilannya bukan sekadar kelanjutan jadwal musik, melainkan juga bukti dari proses pemulihan dan persiapan panjang yang dijalaninya sejak diagnosis pada 2022.

Untuk mempersiapkan penampilan di Paris, Dion menjalani terapi fisik dan vokal, imunoterapi, serta berbagai latihan lain. Ia juga menggunakan obat-obatan baru sebagai bagian dari persiapannya untuk kembali menghadapi tuntutan bernyanyi di panggung.

Interaksi tanpa alas kaki di atas mobil setelah konser memperlihatkan sisi lain dari malam itu: Dion tidak hanya kembali tampil di hadapan ribuan penonton di arena, tetapi juga menyempatkan diri merayakan kebersamaan secara langsung dengan penggemar yang menunggu di luar. Bagi para pendukungnya, momen tersebut menjadi tambahan kenangan dalam periode kembalinya salah satu suara paling dikenal di musik pop dunia.

Frequently Asked Questions

What is Celine Dion bernyanyi dan menari tanpa?

Celine Dion bernyanyi dan menari tanpa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Celine Dion bernyanyi dan menari tanpa matter?

Celine Dion bernyanyi dan menari tanpa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *