Skip to content
Yellow Desk
September 17, 2026
Bisnis

GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi di Sulsel

Sandra Garcia - kabarsatunusa.com 4 mins read

Sebuah kapal phinisi yang berlabuh di kawasan Pantai Losari, Makassar, menjadi panggung bersejarah bagi dunia ekonomi kreatif Sulawesi Selatan. Di atas

GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi di Sulsel

Pengurus Baru GEKRAFS Sulsel Diharapkan Jadi Katalis Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah

Kabarsatunusa.com – Sebuah kapal phinisi yang berlabuh di kawasan Pantai Losari, Makassar, menjadi panggung bersejarah bagi dunia ekonomi kreatif Sulawesi Selatan. Di atas lambung kapal ikonik itu, pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GEKRAFS Sulawesi Selatan periode 2026–2029 resmi dilantik pada hari Jumat, menandai dimulanya babak baru bagi organisasi yang berfokus pada pemberdayaan pelaku kreatif di provinsi tersebut. Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan, melainkan sinyal bahwa sektor ekonomi kreatif di Sulsel akan mendapat dorongan struktural yang lebih terorganisir dalam beberapa tahun ke depan.

Sulawesi Selatan selama ini dikenal sebagai salah satu pusat gravitasi ekonomi di kawasan Indonesia Timur. Makassar sendiri berfungsi sebagai simpul perdagangan, logistik, dan jasa yang melayani jutaan penduduk di sekitarnya. Di balik dinamika ekonomi konvensional itu, tersimpan kekayaan budaya Bugis, Makassar, Mandar, dan berbagai etnis lain yang selama puluhan tahun belum sepenuhnya dikonversi menjadi nilai ekonomi kreatif yang terukur. Dari kuliner khas seperti konro dan coto Makassar, hingga tenun ikat, seni pertunjukan, hingga konten digital lokal, potensi tersebut masih tersebar dan belum terhubung secara sistematis dengan rantai pasok pasar nasional maupun internasional.

Komitmen dari Puncak Organisasi

Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian, menegaskan bahwa setiap wilayah di Indonesia memiliki karakter ekonomi kreatif yang unik dan tidak dapat disamaratakan. Dalam pernyataan yang disampaikan di Jakarta pada Selasa, ia menekankan bahwa pengurus baru di Sulsel dituntut untuk mengidentifikasi kekuatan lokal spesifik dan menjembatannya ke pasar yang lebih luas.

“Setiap daerah memiliki potensi ekonomi kreatif dengan karakter yang berbeda dan GEKRAFS Sulsel diharapkan mampu mengangkat kekuatan lokal dan menghubungkannya dengan pasar yang lebih luas.”

Lukistian menambahkan bahwa provinsi berjuluk “Lontara” itu menyimpan kapasitas ekonomi yang sangat besar. Tantangannya bukan pada ketersediaan bahan baku kreatif, melainkan pada mekanisme yang mengubah potensi mentah menjadi kekuatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

“Kita ingin GEKRAFS menjadi rumah bersama bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk berkarya, berkembang, dan membuka akses yang lebih luas.”

Harapan dari level nasional juga tertuju pada kemampuan kepengurusan baru untuk menjadi ruang kolaborasi lintas sektor. Pelaku UMKM, komunitas seni, generasi muda, hingga pemangku kepentingan pemerintah daerah diharapkan dapat berinteraksi dalam satu wadah yang memfasilitasi lahirnya inovasi dan membuka peluang ekonomi baru yang sebelumnya tidak terjangkau.

Konsolidasi Pasca-Pelantikan

Di sisi lain, Ketua OKK DPP GEKRAFS Arifin Ihsan Rismansyah memberikan catatan penting terkait dinamika internal organisasi setelah pelantikan. Ia mengingatkan bahwa konsolidasi dan kekompakan menjadi prasyarat mutlak agar energi kolektif tidak terfragmentasi. Keberagaman latar belakang para pengurus—yang mencakup berbagai disiplin ilmu, profesi, dan pengalaman industri—dinilainya bukan sumber friksi, melainkan bahan bakar intelektual untuk melahirkan gagasan-gagasan segar.

“Teman-teman di Sulsel punya banyak potensi dan kreativitas, tinggal bagaimana kita satukan dalam satu gerakan sehingga dampaknya bisa dirasakan oleh pelaku ekonomi kreatif.”

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa efektivitas organisasi tidak diukur dari jumlah anggota semata, melainkan dari kapasitasnya menyelaraskan kekuatan heterogen menjadi satu vektor yang terarah. Dalam konteks Sulsel, di mana pelaku kreatif tersebar dari sektor kuliner, fesyen, musik, hingga teknologi informasi, kemampuan menyatukan narasi menjadi faktor penentu dampak ekonomi.

Visi Kepemimpinan Baru

Andi Rahmat Manggabarani, yang kini memimpin DPW GEKRAFS Sulawesi Selatan, secara eksplisit menolak narasi bahwa keberhasilan organisasi bergantung pada satu figur. Baginya, kekuatan sejati terletak pada kolaborasi seluruh jajaran pengurus yang masing-masing membawa keahlian dan perspektif berbeda.

“Kami menilai keberadaan pengurus dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam menjadi modal penting untuk menjadikan GEKRAFS sebagai wadah yang mampu melahirkan gagasan serta program konkret bagi para pelaku ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan.”

Andi Rahmat sendiri terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah yang berlangsung di Makassar pada 25 Mei 2026. Proses pemilihan tanpa kontestasi ini mengindikasikan konsensus internal yang kuat terhadap arah organisasi, sekaligus mengurangi risiko polarisasi yang kerap menghambat eksekusi program di fase awal kepemimpinan baru.

Implikasi dan Arah Ke Depan

Pengurus baru ini diharapkan memperluas spektrum kolaborasi tidak hanya di antara sesama pelaku kreatif, tetapi juga dengan pelaku usaha formal, komunitas akar rumput, pemerintah daerah, dan berbagai sektor ekonomi kreatif lainnya. Dalam lanskap kebijakan nasional yang semakin menempatkan ekonomi kreatif sebagai pilar pertumbuhan—sebagaimana tercermin dalam berbagai dokumen perencanaan pembangunan—peran organisasi seperti GEKRAFS di tingkat provinsi menjadi semakin krusial sebagai jembatan antara aspirasi kebijakan dan realitas lapangan.

Bagi pelaku UMKM kreatif di Makassar dan sekitarnya, keberadaan struktur organisasi yang aktif dan terkoordinasi berarti akses yang lebih mudah terhadap pelatihan, pendampingan bisnis, pameran, dan koneksi pasar. Bagi generasi muda yang ingin menjadikan kreativitas sebagai jalur ekonomi, wadah kolaboratif semacam ini menawarkan alternatif dari ketergantungan pada sektor-sektor konvensional yang semakin kompetitif. Sementara bagi pemerintah daerah, sinergi dengan organisasi masyarakat sipil yang terstruktur dapat mempercepat implementasi program ekonomi kreatif tanpa harus membangun seluruh infrastruktur dari nol.

Momentum yang tercipta di atas Kapal Phinisi itu, dengan demikian, bukan sekadar titik awal administratif. Ia merupakan deklarasi bahwa ekonomi kreatif Sulawesi Selatan akan memasuki fase yang lebih terorganisir, terarah, dan berdaya guna—di mana potensi budaya yang selama ini terpendam akan diarahkan menjadi kekuatan produktif yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Frequently Asked Questions

What is GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi?

GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi matter?

GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *