KabarSatuNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BRI Beberkan Tiga Kunci UMKM Indonesia Menembus Pasar Global

Published September 30, 2026 · Updated September 30, 2026 · By Christopher Jackson - kabarsatunusa.com

Foto : Christopher Jackson - kabarsatunusa.com

BRI Dorong UMKM Siap Ekspor Melalui Penguatan Kapasitas, Literasi, dan Akses Pasar

Kabarsatunusa.com – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah Indonesia memerlukan kesiapan yang lebih luas daripada sekadar produk yang layak dijual untuk dapat bersaing di pasar ekspor. Peningkatan skala produksi, pengelolaan keuangan yang tertata, serta hubungan dengan calon pembeli internasional menjadi tiga unsur penting yang terus diperkuat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui ekosistem pemberdayaan UMKM.

Penguatan tersebut dibahas Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. dalam Indonesia Economic Forum 2026 yang mengangkat tema “The Future of Indonesia’s Exports: Transforming Towards Value-Added, Competitive and Sustainable Growth”. Forum itu membicarakan langkah untuk meningkatkan daya saing ekspor sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, termasuk Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun, Direktur Utama DSI Luke Thomas Mahony, serta Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi.

Tiga kebutuhan utama UMKM menuju pasar internasional

Dippo menyoroti tiga tantangan yang perlu dijawab agar lebih banyak UMKM Indonesia dapat masuk ke pasar luar negeri. Tantangan itu mencakup kemampuan dan mutu produksi, pemahaman keuangan, serta terbukanya jaringan bisnis. Ketiganya saling berkaitan karena produk yang baik tetap membutuhkan kapasitas produksi stabil, tata kelola yang jelas, dan jalur menuju pembeli.

“Berangkat dari tiga hal tersebut, kami memberikan pembiayaan untuk membantu kapasitas, kami memberikan program pendampingan untuk membantu literasi, dan kami membuka sebesar-besarnya akses yang kami miliki untuk membantu akses bisnis dari UMKM,” ujar Dippo.

Pembiayaan ditempatkan sebagai dasar untuk memperluas kemampuan usaha. Modal dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan volume produksi, memperbaiki kualitas barang, dan memenuhi persyaratan yang berlaku di pasar yang lebih besar. Dalam perdagangan lintas negara, kesiapan pasokan dan konsistensi mutu menjadi bagian penting dari kepercayaan pembeli.

Komitmen penyaluran pembiayaan itu tercermin pada kinerja BRI hingga akhir triwulan II 2026. Kredit untuk segmen UMKM mencapai Rp1.235,4 triliun, atau tumbuh 8,6 persen secara tahunan. Porsi UMKM mencapai sekitar 75,1 persen dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group.

Literasi keuangan menjadi bagian dari kesiapan ekspor

Akses modal belum otomatis membuat sebuah usaha siap berjualan ke luar negeri. Pasar ekspor menghadirkan tuntutan yang lebih beragam, mulai dari kemampuan menjelaskan proses produksi hingga transparansi kondisi keuangan. Pelaku usaha perlu dapat menunjukkan asal bahan, cara menghasilkan produk, serta pengelolaan bisnisnya kepada calon buyer.

“Ekspor itu bukan hanya menjual barang. Buyer di luar negeri juga menuntut adanya transparansi keuangan. Kemampuan dari produsen menjelaskan bagaimana cara memproduksi, bagaimana keuangannya, sumbernya dari mana, itu juga penting untuk dilihat dari sisi buyer,” jelas Dippo.

Kesiapan administrasi dan pemahaman finansial karena itu menjadi kebutuhan praktis, bukan hanya pelengkap. Catatan usaha yang rapi dapat membantu UMKM memahami biaya, kapasitas, dan kebutuhan pendanaan. Pada saat yang sama, pengelolaan yang baik memberi calon mitra bisnis gambaran lebih jelas mengenai kemampuan usaha dalam memenuhi permintaan secara berkelanjutan.

BRI menjalankan pemberdayaan UMKM bersamaan dengan pembiayaan. Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah mencakup lebih dari 5.700 desa binaan. Program Klasterku Hidupku menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha. Untuk penguatan digital, LinkUMKM telah digunakan oleh sekitar 17,3 juta pelaku UMKM, sementara pendampingan melalui Rumah BUMN melibatkan sekitar 596 ribu pelaku usaha.

“Yang paling berat adalah bagaimana secara pelan-pelan kita meningkatkan skala mereka, literasi mereka sampai mereka bisa diakses secara internasional. Ini tidak boleh dibalik. Kalau hari ini kita kasih akses tapi literasinya belum dapat, maka akses itu akan sia-sia juga,” ungkap Dippo.

Pendekatan bertahap tersebut menempatkan kesiapan usaha sebelum perluasan pasar. Pelaku UMKM yang baru memperoleh kesempatan bertemu pembeli asing tetap membutuhkan kemampuan untuk mengelola pesanan, menjaga kualitas, dan menyampaikan informasi usahanya secara meyakinkan. Tanpa fondasi itu, peluang pasar yang telah terbuka berisiko tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Membuka hubungan dengan buyer dan rantai nilai yang lebih besar

Setelah kapasitas dan kesiapan bisnis dibangun, akses pasar menjadi tahap berikutnya. BRI menggunakan ekosistem nasabah dari beragam segmen melalui pendekatan One BRI Solution. Skema ini membuka peluang bagi UMKM untuk terhubung dengan nasabah korporasi dan komersial, termasuk kemungkinan masuk ke rantai nilai yang lebih besar.

Hubungan tersebut penting bagi UMKM karena pasar internasional tidak selalu mudah dijangkau secara mandiri. Jaringan bisnis, pemahaman kebutuhan pembeli, dan kesempatan melakukan business matching dapat memperpendek jarak antara produsen lokal dengan permintaan di negara lain.

Salah satu wadah yang digunakan adalah BRI UMKM EXPO(RT). Pada penyelenggaraan 2025, acara tersebut melibatkan lebih dari 1.000 UMKM. Business matching dalam kegiatan itu menghasilkan commitment deal senilai USD90,6 juta atau sekitar Rp1,5 triliun. Ajang tersebut juga mempertemukan pelaku UMKM dengan 506 pembeli terdaftar yang berasal dari 34 negara.

Potensi pengembangan akses global itu terlihat pula pada UMKM sektor perikanan dan industri kayu di Jawa Timur. Dalam upaya membuka pasar internasional, BRI memanfaatkan jaringan nasabah korporasi dan komersial yang telah memiliki relasi bisnis dengan buyer di berbagai negara.

Strategi ini memperlihatkan bahwa perjalanan UMKM menuju ekspor membutuhkan ekosistem yang terhubung. Pembiayaan membantu usaha tumbuh, pendampingan memperkuat kemampuan pengelolaan, dan akses bisnis memberi jalan untuk menjangkau pasar. Ketika tiga aspek tersebut berjalan bersama, UMKM memiliki ruang yang lebih besar untuk meningkatkan nilai produk Indonesia di pasar global.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is BRI Beberkan Tiga Kunci UMKM Indonesia?

BRI Beberkan Tiga Kunci UMKM Indonesia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BRI Beberkan Tiga Kunci UMKM Indonesia matter?

BRI Beberkan Tiga Kunci UMKM Indonesia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.