KabarSatuNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

AM Intelligence Perluas Pembangunan AI Factory NVIDIA Vera Rubin di India dan Malaysia

Published Oktober 7, 2026 · Updated Oktober 7, 2026 · By James Thomas - kabarsatunusa.com

Foto : James Thomas - kabarsatunusa.com

AMI Tambah Pesanan 20.000 GPU NVIDIA Rubin untuk Ekspansi AI Factory

Kabarsatunusa.com – AM Intelligence (AMI) memperbesar rencana pembangunan infrastruktur komputasi kecerdasan buatan di India dan Malaysia melalui dua pesanan definitif tambahan untuk 20.000 GPU NVIDIA Rubin. Kapasitas baru ini akan digunakan dalam sistem NVIDIA Vera Rubin NVL72 berskala rak dan dijadwalkan mulai dikirim pada kuartal II 2027.

Ekspansi tersebut menambah komitmen awal AMI untuk 9.000 GPU NVIDIA Rubin yang diumumkan pada 25 Agustus 2026 bagi AI Factory pertamanya di Hyderabad, India. Dengan tiga pesanan yang telah dibuat, total kapasitas yang sudah dikomitkan mencapai sekitar 29.000 GPU Rubin dengan kebutuhan daya mendekati 100 megawatt.

Tambahan kapasitas sekitar 70 MW itu akan ditempatkan di India dan Malaysia. Langkah ini dirancang agar penyedia layanan cloud, perusahaan, serta pengembang AI memiliki akses ke komputasi skala besar di kawasan yang lebih dekat dengan lokasi pengembangan maupun penerapan model AI mereka.

Infrastruktur untuk kebutuhan AI skala besar

AI factory merupakan pusat infrastruktur yang dibangun khusus untuk melatih, menjalankan, dan melayani model kecerdasan buatan. Sistem semacam ini memadukan GPU dalam jumlah besar, jaringan berkecepatan tinggi, penyimpanan data, sistem kelistrikan, serta pendinginan yang mampu menopang beban kerja intensif.

AMI menyatakan fasilitas di India dan Malaysia akan mengadopsi standar arsitektur yang sama dengan proyek di Hyderabad. Rancangannya mengintegrasikan platform NVIDIA Vera Rubin, jaringan RDMA over Converged Ethernet atau RoCE untuk mendukung perpindahan data berkecepatan tinggi, dan teknologi penyimpanan yang ditujukan bagi kebutuhan komputasi AI modern.

“Kedua fasilitas tersebut akan dibangun dengan standar arsitektur yang sama seperti AI Factory di Hyderabad, yaitu mengintegrasikan platform NVIDIA Vera Rubin dengan jaringan RDMA over Converged Ethernet (RoCE) throughput tinggi untuk pemindahan data yang cepat dan efisien serta sistem penyimpanan yang canggih,” kata Anil Chalamalasetty, Chairman AM Intelligence.

Rancangan tersebut juga mengandalkan pendinginan cair secara penuh. Pendekatan ini penting dalam pusat data AI karena kepadatan daya perangkat komputasi terus meningkat. Dengan pendinginan cair dan desain rak berdaya tinggi, AMI menargetkan infrastruktur yang dapat menampung generasi silikon AI berikutnya tanpa perlu memperluas jejak fisik fasilitas secara sebanding.

“Setiap lokasi dirancang untuk mendukung kepadatan daya rak yang tinggi dan sepenuhnya menggunakan pendingin cair, sehingga infrastrukturnya mampu mengakomodasi generasi silikon AI berikutnya dalam jejak fisik yang sama.”

Komitmen awal dalam pipeline 400 MW

Tiga pesanan GPU yang telah diumumkan menjadi tahap awal dari pipeline Compute-as-a-Service AMI yang totalnya diperkirakan sekitar 400 MW. Pipeline itu mencakup sejumlah lokasi di India, Amerika Serikat, Eropa, dan Malaysia.

Sisa pengembangan dalam pipeline tersebut masih direncanakan untuk direalisasikan melalui tahap berikutnya sepanjang 2027 hingga awal 2028. Dalam 15 bulan mendatang, AMI menargetkan penambahan 300 MW ke pasar. Perusahaan memperkirakan kebutuhan belanja modal untuk ekspansi itu melampaui US$20 miliar, di luar US$6 miliar yang telah dikomitkan bagi kapasitas awal sekitar 100 MW.

Skala investasi itu menggambarkan besarnya kebutuhan infrastruktur fisik di balik pengembangan AI. Penggunaan model AI tidak hanya membutuhkan perangkat lunak dan data, melainkan juga pasokan listrik, perangkat keras khusus, jaringan, penyimpanan, serta pengelolaan panas yang andal. Ketersediaan kapasitas komputasi di kawasan Asia dapat menjadi faktor penting bagi perusahaan dan pengembang yang membutuhkan layanan AI berlatensi rendah dan berkapasitas besar.

AMI menempatkan pipeline ini sebagai bagian dari rencana lebih luas untuk menghadirkan kapasitas Compute-as-a-Service sebesar 1 GW bagi beban kerja AI global. Rencana tersebut terhubung dengan program pusat data AI berkapasitas listrik 5 GW di India, Amerika Serikat, dan Eropa.

Peran NVIDIA Vera Rubin dalam fasilitas baru

NVIDIA Vera Rubin menjadi fondasi komputasi bagi fasilitas yang akan dibangun AMI. Sistem NVL72 dirancang dalam konfigurasi skala rak untuk mendukung kebutuhan pelatihan dan inferensi AI dalam volume besar. Pelatihan digunakan untuk membangun atau menyempurnakan model, sementara inferensi merupakan proses saat model yang telah tersedia menjalankan tugas bagi pengguna maupun aplikasi.

“AM Intelligence menghadirkan AI factory generasi berikutnya ke India dan Malaysia dengan NVIDIA Vera Rubin,” kata Vishal Dhupar, Managing Director Asia South di NVIDIA.

“Melalui perpaduan accelerated computing dengan jaringan berperforma tinggi dan infrastruktur berpendingin cair, AMI membangun landasan bagi pengembang dan perusahaan untuk mengembangkan AI yang lebih ambisius.”

Bagi pengguna layanan komputasi, kombinasi GPU, jaringan cepat, dan penyimpanan berperforma tinggi dapat membantu menangani beban kerja yang sulit dilakukan oleh infrastruktur pusat data biasa. Kebutuhan itu mencakup pengembangan model AI, penyediaan layanan inferensi dalam skala besar, dan pengoperasian aplikasi yang mengandalkan pemrosesan data intensif.

Ekosistem energi dan komputasi

AMI merupakan platform infrastruktur AI yang didirikan oleh Promotor Greenko. Perusahaan sedang mengembangkan ekosistem full-stack yang mencakup energi, pusat data, perangkat keras, serta model AI yang disesuaikan.

Dalam strategi jangka panjangnya, AMI akan memanfaatkan solusi kelistrikan, keunggulan belanja modal, dan akses terhadap infrastruktur AI generasi berikutnya untuk membangun ekonomi electron-to-token. Istilah tersebut merujuk pada upaya menghubungkan pasokan energi dengan kapasitas komputasi yang dibutuhkan untuk melatih serta mengoperasikan model AI.

Pembangkitan energi terbarukan dan penyimpanan energi milik Greenko menjadi salah satu elemen pendukung pengembangan kapasitas komputasi AMI. Perusahaan menyiapkan sistem berpendingin cair untuk melayani hyperscaler global, laboratorium AI terdepan, perusahaan berbasis AI, inisiatif AI berdaulat, penyedia neo-cloud, serta komunitas pengembang lokal.

Dengan tambahan pesanan Rubin di India dan Malaysia, AMI mempercepat pembentukan kapasitas komputasi regional yang ditujukan bagi permintaan AI berskala besar. Fokusnya bukan hanya pada jumlah GPU, melainkan juga pada kesiapan energi, jaringan, penyimpanan, dan pendinginan yang menentukan kemampuan fasilitas tersebut untuk beroperasi secara konsisten.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is AM Intelligence Perluas Pembangunan AI Factory?

AM Intelligence Perluas Pembangunan AI Factory is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does AM Intelligence Perluas Pembangunan AI Factory matter?

AM Intelligence Perluas Pembangunan AI Factory matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.