KabarSatuNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

HUT ke-28, PAN terima dua pantun dari Presiden Prabowo

Published September 19, 2026 · Updated September 19, 2026 · By Sandra Garcia - kabarsatunusa.com

Foto : Sandra Garcia - kabarsatunusa.com

Prabowo Tutup Pidato HUT PAN dengan Dua Pantun

Kabarsatunusa.com – Presiden Prabowo Subianto menutup sambutannya pada puncak perayaan ulang tahun ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9) malam, dengan membacakan dua pantun. Kehadiran pantun tersebut menjadi bagian ringan di penghujung pidato yang sebelumnya memuat pesan politik, kedekatan antarelemen koalisi, serta penjelasan mengenai arah program pemerintah.

Di hadapan kader dan jajaran pimpinan PAN, Prabowo menyampaikan bahwa dirinya juga ingin ikut meramaikan tradisi berpantun yang muncul dalam acara tersebut. Ia mengawali bagian penutup pidato dengan pernyataan singkat yang disambut perhatian para peserta.

“Saudara-saudara sekalian, saya enggak mau kalah. Kalian punya pantun, saya juga punya pantun,” kata Prabowo.

Pantun untuk perjuangan PAN

Pantun pertama yang dibacakan Presiden menekankan perjalanan PAN selama 28 tahun dan kaitannya dengan amanah serta harapan. Dalam bait itu, Prabowo juga menyebut nama Zulkifli Hasan atau Zulhas, Ketua Umum PAN.

“Matahari terbit cahayanya terang, burung bernyanyi di atas dahan, bersama Zulhas, PAN terus berjuang, 28 tahun jaga amanah dan harapan.”

Setelah itu, Prabowo melanjutkan dengan pantun kedua. Pesannya menyoroti kepemimpinan Zulhas dan harapan agar PAN bergerak cepat dalam membantu masyarakat demi kemajuan.

“Pergi ke Lampung membeli mangga, singgah sebentar bertemu kawan, partai PAN hebat Zulhas ketua umumnya, gerak cepat bantu rakyat untuk kemajuan.”

Dua pantun tersebut sekaligus mengakhiri pidato Prabowo pada agenda puncak peringatan ulang tahun PAN. Pilihan penutup yang santai itu memberi nuansa berbeda dalam acara yang turut dihadiri para tokoh politik dan pejabat pemerintahan.

PAN disebut sebagai sahabat

Dalam rangkaian sambutannya, Prabowo membicarakan hubungan dekatnya dengan PAN. Ia menyebut partai tersebut sebagai sahabat, sebuah penegasan yang menempatkan perayaan HUT PAN bukan semata agenda internal organisasi, melainkan juga pertemuan politik yang dihadiri unsur pemerintahan dan pimpinan partai lain.

Presiden juga kembali menyampaikan program-program pemerintah yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Penekanan pada tujuan tersebut menjadi bagian utama dari isi pidatonya sebelum ia menutupnya dengan pantun.

Bagi kader partai, peringatan hari jadi umumnya menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan organisasi, menguatkan konsolidasi, serta menyampaikan komitmen kerja ke depan. Dalam konteks acara ini, pesan Prabowo mengenai perjuangan, amanah, bantuan kepada rakyat, dan kemajuan menjadi tema yang berulang melalui pantun maupun bagian pidatonya.

Gurauan soal acara meriah dan utang

Di atas panggung, Prabowo juga melontarkan candaan mengenai kemeriahan acara ulang tahun PAN. Ia menyebut PAN sukses membuat kegiatan yang meriah, meskipun disertai gurauan bahwa penyelenggaraannya harus berutang.

Menanggapi hal itu, Prabowo menyampaikan ungkapan Jawa “Margo Ono”, yang bermakna “ada jalan”. Ucapan tersebut tidak hanya digunakan sebagai respons ringan dalam suasana perayaan, tetapi juga memiliki keterkaitan personal dengan keluarga Prabowo.

“Margo Ono” merupakan nama kakek Presiden Prabowo, Raden Mas Margono Djojohadikusumo. Penyebutan ungkapan itu membuat bagian pidato tersebut memadukan humor, bahasa daerah, dan rujukan terhadap riwayat keluarganya.

Makna “ada jalan” juga mudah dipahami sebagai pesan optimisme. Dalam forum politik yang dihadiri banyak pihak, kalimat singkat seperti itu dapat dibaca sebagai dorongan untuk tetap mencari solusi ketika menghadapi tantangan, termasuk dalam menjalankan agenda pelayanan kepada masyarakat.

Sejumlah tokoh hadir di JICC

Prabowo menghadiri acara puncak HUT ke-28 PAN dengan didampingi Wakil Ketua Umum DPP PAN Prasetyo Hadi serta Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Sugiono. Kehadiran keduanya menandai kuatnya unsur kepartaian dalam agenda tersebut.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut hadir. Sejumlah tokoh lain juga tampak dalam kegiatan itu, termasuk Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat yang juga Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.

Daftar tamu turut mencakup Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia yang juga menjabat Ketua Umum Partai Golkar. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga hadir dalam peringatan tersebut.

Kehadiran jajaran pemerintah dan pimpinan partai politik memperlihatkan bahwa acara ulang tahun PAN menjadi ruang silaturahmi lintas unsur. Di tengah agenda seremonial, pesan mengenai kerja untuk rakyat menjadi garis besar yang disampaikan Presiden, sementara dua pantun di akhir pidato memberi penutup yang hangat bagi perayaan 28 tahun PAN.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is HUT ke 28 PAN terima dua pantun?

HUT ke 28 PAN terima dua pantun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does HUT ke 28 PAN terima dua pantun matter?

HUT ke 28 PAN terima dua pantun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.