KabarSatuNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kerugian kebakaran gudang kayu di Muara Angke Jakut capai Rp1 miliar

Published Oktober 6, 2026 · Updated Oktober 6, 2026 · By Betty Brown - kabarsatunusa.com

Foto : Betty Brown - kabarsatunusa.com

Kebakaran Gudang Kayu di Muara Angke Rugikan Pemilik hingga Rp1 Miliar

Kabarsatunusa.com – Kerugian kebakaran gudang kayu di Muara Angke diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Api melanda sebuah gudang kayu serta bengkel kapal di Jalan Mandala Bahari, Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Senin (5/10) malam. Peristiwa tersebut berhasil ditangani petugas pemadam kebakaran hingga Selasa dini hari.

Area yang terbakar memiliki luas sekitar 300 meter persegi. Api dilaporkan pertama kali muncul dari gudang kayu, lalu membesar dan menjalar ke bengkel kapal yang berada di dekat bangunan tersebut. Material kayu yang mudah terbakar menjadi salah satu faktor yang membuat penanganan di lokasi membutuhkan perhatian khusus.

Tidak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut. Dugaan awal penyebab insiden mengarah pada korsleting listrik, meski penyebabnya masih perlu ditelusuri lebih lanjut.

“Objek yang terbakar gudang kayu dengan bengkel kapal seluas 300 meter persegi, dengan taksiran kerugian sebesar Rp1 miliar,” kata Gatot Sulaeman.

Meski tidak menimbulkan korban meninggal maupun luka-luka, dampak kebakaran tetap besar bagi pemilik bangunan dan aktivitas usaha di sekitarnya. Gudang kayu biasanya digunakan untuk menyimpan bahan bernilai ekonomi, sedangkan bengkel kapal mendukung kegiatan perawatan dan perbaikan armada laut di kawasan pesisir.

Kerugian kebakaran gudang kayu di Muara Angke tersebut tidak hanya berkaitan dengan kerusakan bangunan. Terbakarnya bahan kayu, perlengkapan kerja, serta fasilitas bengkel berpotensi mengganggu kegiatan usaha yang berlangsung di lokasi. Evaluasi kondisi area setelah kebakaran diperlukan untuk memastikan tidak ada sisa bara atau bagian bangunan yang membahayakan.

Api Dilaporkan pada Malam Hari

Petugas menerima laporan kebakaran pada pukul 22.15 WIB. Lima menit setelah laporan diterima, pemadaman mulai dilakukan di lokasi. Respons cepat diperlukan karena api berisiko meluas pada bangunan yang berdekatan, terutama ketika melibatkan bahan yang mudah terbakar seperti kayu.

Saksi di sekitar lokasi melihat api membesar dari area gudang sebelum merambat ke bengkel kapal. Kondisi tersebut membuat petugas perlu segera melokalisir api agar tidak menyebar ke bangunan lain di kawasan Muara Angke.

“Kami mengerahkan 85 personel dengan 17 unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan kebakaran tersebut,” ujar Gatot.

Pengerahan puluhan personel dan belasan mobil pemadam dilakukan untuk mengendalikan kobaran api. Pada kebakaran gudang kayu, petugas juga harus memastikan proses pendinginan berjalan menyeluruh. Bara api dapat tersimpan di sela-sela material dan berisiko memicu kebakaran kembali apabila sumber panas belum benar-benar padam.

Api Berhasil Dilokalisir Sebelum Tengah Malam

Api berhasil dilokalisir pada pukul 23.39 WIB. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan pada bagian bangunan dan material yang terdampak. Tahap ini menjadi bagian penting dari penanganan agar situasi dapat kembali aman.

Pemadaman dinyatakan selesai pada Selasa pukul 00.40 WIB. Dengan demikian, proses penanganan berlangsung sejak laporan masuk pada malam hari hingga dini hari. Kerugian kebakaran gudang kayu di Muara Angke menjadi perhatian karena kebakaran melibatkan dua objek usaha, yakni gudang kayu dan bengkel kapal.

“Api baru bisa dipadamkan Selasa dini hari pukul 00.40 WIB dan kebakaran dapat diatasi petugas dalam keadaan aman,” ungkap Gatot.

Peristiwa ini mengingatkan pengelola gudang, bengkel, dan bangunan usaha untuk memeriksa kondisi instalasi listrik secara berkala. Kabel, sambungan listrik, panel, dan perangkat yang digunakan dalam kegiatan usaha perlu dipastikan tetap layak agar risiko gangguan listrik dapat diminimalkan.

Kesiapan akses bagi kendaraan pemadam, alat pemadam api ringan, serta jalur evakuasi juga penting diperhatikan. Langkah pencegahan tidak selalu menghapus seluruh risiko kebakaran, tetapi dapat membantu mempercepat respons dan mengurangi kemungkinan api meluas ketika keadaan darurat terjadi.

FAQ Kebakaran Gudang Kayu di Muara Angke

Berapa nilai kerugian akibat kebakaran?

Taksiran kerugian kebakaran gudang kayu di Muara Angke mencapai Rp1 miliar. Nilai tersebut berkaitan dengan kerusakan pada gudang kayu dan bengkel kapal yang terbakar.

Apakah ada korban jiwa?

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Petugas menyatakan kebakaran berhasil ditangani dalam keadaan aman.

Di mana lokasi kebakaran terjadi?

Kebakaran terjadi di Jalan Mandala Bahari, Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Apa dugaan awal penyebab kebakaran?

Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik. Penelusuran lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan penyebab kebakaran secara pasti.

Related Reading