Kovacic yakin Kroasia bisa hentikan rekor tak terkalahkan Spanyol
Kovacic Siap Pimpin Kroasia Menantang Rekor Spanyol
Kabarsatunusa.com – Tim nasional Kroasia akan menghadapi ujian berat ketika berjumpa Spanyol pada laga kedua Grup A3 UEFA Nations League 2026/27. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla, pada Rabu (30/9) dini hari WIB.
Gelandang Kroasia Mateo Kovacic menyatakan timnya datang dengan keyakinan bahwa rekor 39 pertandingan tanpa kekalahan milik Spanyol dapat dihentikan. La Roja memang menjadi lawan yang sangat sulit, tetapi Kroasia ingin menempatkan perhatian penuh pada cara bermain sendiri, bukan pada catatan lawan.
Kami tahu mereka adalah juara dunia dan sudah menjalani 39 pertandingan tanpa kalah. Namun, kami tidak ingin memikirkan hal itu. Kami ingin fokus pada permainan kami, berjuang, dan mencoba menghilangkan senjata terkuat mereka, yaitu bola. Kami ingin menang.
Pernyataan itu memperlihatkan arah pendekatan Kroasia jelang duel di Sevilla. Menguasai bola dan membatasi ruang gerak lawan akan menjadi bagian penting dari rencana mereka. Spanyol dikenal mampu membangun permainan melalui penguasaan bola, sehingga Kroasia perlu tampil rapi dalam menjaga organisasi permainan sekaligus memanfaatkan kesempatan saat merebut bola.
Modal Positif dari Laga Pembuka
Kedua tim memulai perjalanan di Nations League musim ini dengan kemenangan. Spanyol menundukkan Inggris 3-2 pada pertandingan pertama, sedangkan Kroasia mengatasi Republik Ceko dengan skor 2-1.
Hasil tersebut membuat pertemuan di matchday kedua memiliki arti besar bagi persaingan Grup A3. Kemenangan dapat menjaga momentum dan memperkuat posisi salah satu tim pada tahap awal kompetisi. Bagi Kroasia, keberhasilan menghadapi Spanyol juga akan menjadi bukti bahwa mereka tetap sanggup bersaing melawan salah satu kekuatan utama sepak bola internasional.
Kovacic, yang kini membela Manchester City, memahami bahwa tugas tersebut tidak sederhana. Ia menganggap Spanyol sebagai salah satu tim terbaik di dunia, terutama karena kualitas para pemain dan kemampuan mereka tampil sebagai unit yang kuat.
Pengalamannya di level klub juga memberi Kovacic gambaran tentang kekuatan sejumlah pemain Spanyol. Salah satunya adalah Rodri, mantan rekan setimnya di Manchester City. Meski mengenal kemampuan lawan, Kovacic menegaskan bahwa rasa hormat tidak akan berubah menjadi sikap gentar.
Kami menghormati semua lawan, terlebih ketika menghadapi juara dunia. Di luar kualitas individu, mereka sangat kuat sebagai sebuah tim.
Spanyol Memiliki Banyak Ancaman
Kovacic mengakui dirinya menikmati permainan Spanyol, baik pada masa sebelumnya maupun dengan skuad mereka saat ini. Ia menyoroti kehadiran Rodri, Pedri, dan Lamine Yamal sebagai bagian dari kualitas besar yang dimiliki La Roja.
Saya sangat menikmati menonton Spanyol sebelumnya, dengan banyak pemain hebat. Sulit membandingkannya, tetapi keduanya sangat bagus. Dengan tim yang sekarang, dengan Rodri, Pedri, atau Lamine Yamal, saya sangat menikmati melihat Spanyol bermain.
Kehadiran pemain-pemain tersebut membuat Spanyol berbahaya dari berbagai area lapangan. Rodri dapat membantu mengatur keseimbangan permainan, sementara Pedri dan Lamine Yamal menjadi bagian dari deretan pemain yang memberi kreativitas serta ancaman dalam serangan. Karena itu, Kroasia tidak cukup hanya mengandalkan semangat juang; disiplin dan pelaksanaan strategi akan sangat menentukan.
Kovacic menekankan bahwa Kroasia tidak ingin tampil terburu-buru atau kehilangan bentuk permainan demi semata-mata menghentikan Spanyol. Mereka ingin tetap kompetitif dengan pendekatan yang terukur.
Kami tidak akan bermain gila-gilaan. Kami harus fokus pada permainan kami dan bersaing.
Memori Final dan Rekor Pertemuan
Spanyol dan Kroasia sudah memiliki riwayat pertemuan penting di UEFA Nations League. Pada final edisi 2022/23, Spanyol keluar sebagai pemenang setelah laga berakhir lewat adu penalti. Pengalaman itu menjadi salah satu bukti bahwa pertandingan kedua negara kerap berjalan ketat dan penuh tekanan.
Dalam rekor pertemuan langsung, Spanyol memegang keunggulan 7-3 atas Kroasia. La Roja juga memenangi tiga pertandingan kompetitif terakhir melawan lawan tersebut. Kroasia terakhir kali meraih kemenangan atas Spanyol di Nations League pada 2018.
Catatan sejarah itu jelas menempatkan Spanyol sebagai pihak yang lebih diunggulkan. Namun, pertandingan di Sevilla tetap memberi Kroasia peluang untuk mengubah arah rivalitas tersebut. Kemenangan akan menjadi hasil besar, bukan hanya karena menghentikan laju tanpa kekalahan Spanyol, tetapi juga karena memberi dorongan kuat bagi perjalanan Kroasia di Grup A3.
Bagi Spanyol, laga ini menjadi kesempatan mempertahankan konsistensi yang telah dibangun selama 39 pertandingan. Sementara bagi Kroasia, tantangannya adalah menggabungkan ketenangan, kerja keras, serta keberanian untuk menjalankan rencana permainan saat menghadapi tim dengan kualitas tinggi. Duel ini diperkirakan akan mempertemukan penguasaan bola Spanyol dengan tekad Kroasia untuk bertahan disiplin dan mencari jalan menuju kemenangan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kovacic yakin Kroasia bisa hentikan rekor?Kovacic yakin Kroasia bisa hentikan rekor is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kovacic yakin Kroasia bisa hentikan rekor matter?Kovacic yakin Kroasia bisa hentikan rekor matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.