KabarSatuNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

KBRI Yaounde bidik transaksi US$19,5 juta di TEI 2026

Published Oktober 14, 2026 · Updated Oktober 14, 2026 · By Linda Gonzalez - kabarsatunusa.com

Foto : Linda Gonzalez - kabarsatunusa.com

KBRI Yaounde Bidik Transaksi US 19,5 Juta di TEI 2026

Kabarsatunusa.com – KBRI Yaounde bidik transaksi US 19,5 juta dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Target tersebut setara sekitar Rp349,81 miliar dan diharapkan lahir dari pertemuan antara delegasi bisnis Afrika Tengah dengan pelaku usaha Indonesia. KBRI Yaounde memfasilitasi kehadiran 81 delegasi bisnis dari Kamerun serta sejumlah negara di kawasan Afrika Tengah untuk menjajaki peluang perdagangan dan investasi.

Duta Besar Indonesia untuk Kamerun Agung Cahaya Sumirat mengatakan target transaksi tahun ini setidaknya sama dengan potensi transaksi yang dicapai pada TEI 2025. Menurut dia, penetapan target tersebut juga mempertimbangkan usia operasional KBRI Yaounde yang baru berjalan sekitar tiga tahun.

“Saya kalau bicara angka target eksak terus terang belum mampu, tapi saya bisa bilang bahwa minimal targetnya itu seperti tahun lalu, 19,5 juta dolar AS,” ujar Agung dalam press briefing di Jakarta.

Selain Kamerun, wilayah kerja KBRI Yaounde mencakup Chad, Guinea Ekuatorial, Gabon, Kongo, dan Republik Afrika Tengah. Cakupan tersebut memberi ruang yang luas bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara Afrika Tengah melalui promosi ekspor, forum bisnis, serta pencocokan bisnis antarperusahaan.

Peluang MoU di sektor pertanian dan pupuk

Dalam TEI 2026, KBRI Yaounde bidik transaksi US 19,5 juta sekaligus mendorong terwujudnya kerja sama yang lebih konkret. Agung optimistis terdapat empat nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara delegasi Afrika Tengah dan pengusaha Indonesia yang berpeluang ditandatangani.

Potensi MoU tersebut terutama berada pada sektor pertanian dan pupuk, termasuk pupuk organik maupun anorganik. Kebutuhan pupuk di Kamerun menjadi salah satu alasan mengapa sektor ini dinilai memiliki prospek besar. Kerja sama yang terbentuk diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pasar setempat sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi produk dan pelaku usaha Indonesia.

Proses penjajakan tidak berhenti pada pameran utama. Delegasi dari negara-negara Afrika Tengah juga dijadwalkan mengikuti forum bisnis dan kegiatan business matching hingga 24 Oktober. Pertemuan tersebut dapat mempertemukan kebutuhan calon pembeli dengan produk, kapasitas, dan skema kerja sama yang ditawarkan perusahaan Indonesia.

Transportasi dan perkapalan juga menjadi perhatian

Selain pertanian dan pupuk, peluang kerja sama turut terbuka pada sektor transportasi. Bidang yang dibahas mencakup perkeretaapian, suku cadang kendaraan, serta industri perkapalan. KBRI Yaounde melihat kebutuhan transportasi air di Kamerun sebagai salah satu peluang yang layak ditindaklanjuti.

Agung menyampaikan rencana untuk menghubungi PT PAL Indonesia (Persero) dan pelaku industri perkapalan swasta nasional. Langkah ini berkaitan dengan kebutuhan dukungan kapal yang lebih memadai, mengingat Kamerun memiliki sungai-sungai besar yang dapat dimanfaatkan untuk transportasi.

Trade Expo Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten. Ajang tersebut menjadi wadah bagi pelaku usaha Indonesia untuk menawarkan produk dan layanan kepada calon mitra internasional, termasuk dari kawasan Afrika Tengah.

Potensi ekspor Indonesia ke Afrika Tengah

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan nilai ekspor Indonesia ke sejumlah negara di wilayah kerja KBRI Yaounde cukup beragam pada Januari hingga Agustus 2026. Ekspor ke Kongo tercatat sebesar US$106,9 juta atau sekitar Rp1,92 triliun. Sementara itu, ekspor ke Kamerun mencapai US$29,2 juta atau sekitar Rp523,82 miliar dan ke Guinea Ekuatorial sebesar US$13,9 juta atau sekitar Rp249,35 miliar.

Pada periode yang sama, nilai ekspor Indonesia ke Gabon tercatat US$11,4 juta atau sekitar Rp204,50 miliar. Ekspor ke Chad mencapai US$8,8 juta atau sekitar Rp157,86 miliar, sedangkan Republik Afrika Tengah mencatat US$1,7 juta atau sekitar Rp30,49 miliar. Angka tersebut memperlihatkan adanya pasar yang dapat terus dikembangkan melalui kerja sama dagang yang berkelanjutan.

Dengan dukungan delegasi bisnis, forum pertemuan, dan peluang MoU, KBRI Yaounde bidik transaksi US 19,5 juta sebagai langkah untuk memperkuat kehadiran produk Indonesia di Afrika Tengah. Keberhasilan transaksi tidak hanya bergantung pada pameran, tetapi juga tindak lanjut bisnis setelah calon mitra menemukan peluang yang sesuai.

FAQ

Kapan TEI 2026 dilaksanakan?

Trade Expo Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober di ICE BSD City, Tangerang, Banten.

Berapa target transaksi KBRI Yaounde di TEI 2026?

KBRI Yaounde menargetkan potensi transaksi minimal US$19,5 juta atau sekitar Rp349,81 miliar, setara dengan target pencapaian tahun sebelumnya.

Sektor apa yang berpeluang menghasilkan kerja sama?

Peluang kerja sama mencakup pertanian, pupuk organik dan anorganik, perkeretaapian, suku cadang kendaraan, serta perkapalan.

Related Reading