Wagub Sumut: Percepat pembangunan huntap pascabencana bagi masyarakat
Percepatan Huntap di Sumatera Utara Jadi Fokus Pemulihan Pascabencana
Kabarsatunusa.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong percepatan pembangunan hunian tetap atau huntap bagi warga yang terdampak bencana. Pembangunan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menyediakan rumah pengganti, melainkan juga membentuk kembali lingkungan hunian yang aman, layak, dan memiliki layanan dasar bagi keluarga penerima manfaat.
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menegaskan bahwa proses pemulihan harus mencakup kesiapan infrastruktur pendukung. Jalan, jembatan, air bersih, sanitasi, listrik, drainase, hingga fasilitas pelayanan dasar dipandang sebagai unsur penting agar masyarakat dapat benar-benar melanjutkan kehidupan di kawasan baru maupun di lokasi pembangunan kembali.
"Membangun kembali rumah berarti membangun tempat masyarakat untuk memulai kehidupannya,"
Pernyataan itu disampaikan Surya seusai rapat monitoring dan evaluasi percepatan pembangunan huntap pascabencana 2025 di Sumatera. Pertemuan di Kantor Gubernur Sumut pada Jumat tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, serta perwakilan dari Aceh dan Sumatera Barat.
Rumah Aman Perlu Didukung Fasilitas Dasar
Hunian pascabencana memiliki arti lebih luas daripada bangunan fisik. Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, huntap menjadi ruang untuk memulihkan rasa aman, menghidupkan kembali kegiatan keluarga, dan menyusun masa depan setelah masa darurat berlalu. Karena itu, desain pembangunan perlu memperhitungkan keamanan kawasan serta potensi kejadian bencana berulang.
Surya meminta pemerintah kabupaten dan kota memberi perhatian serius terhadap penyelesaian proyek huntap. Kesiapan lahan menjadi salah satu hal yang perlu dipastikan sejak awal, bersama kejelasan status kepemilikan atau penggunaan tanah. Tanpa kepastian tersebut, pembangunan dapat tertunda meski kebutuhan warga sudah mendesak.
"Hunian harus memenuhi standar keselamatan, serta dilengkapi akses air bersih, sanitasi, listrik, drainase, dan fasilitas pelayanan dasar. Penerima manfaat wajib diverifikasi agar bantuan tepat sasaran dan terpantau," kata dia.
Verifikasi penerima menjadi bagian penting dari pelaksanaan program. Langkah ini diperlukan agar bantuan perumahan benar-benar diterima keluarga yang terdampak, sekaligus memungkinkan pemerintah memantau tahapan penyaluran dan penyelesaian pembangunan secara lebih tertib.
Kontribusi Berbagai Pihak di Sumatera Utara
Pembangunan huntap di Sumatera Utara melibatkan sejumlah lembaga dan unsur pemerintah. Yayasan Buddha Tzu Chi telah membangun 1.103 unit dari total 1.167 unit yang menjadi bagian keterlibatan lembaga tersebut. Unit-unit itu tersebar di beberapa daerah yang terdampak bencana.
Di Tapanuli Selatan terdapat 441 unit huntap, disusul Padangsidimpuan sebanyak 241 unit dan Sibolga 200 unit. Tapanuli Tengah memperoleh 182 unit, sementara Tapanuli Utara tercatat memiliki 103 unit. Sebaran ini menunjukkan bahwa kebutuhan pemulihan perumahan berlangsung di sejumlah wilayah dengan karakteristik dan kebutuhan penanganan yang berbeda.
Selain pembangunan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi, Posko Bencana Provinsi Sumut telah membangun 100 unit huntap. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman atau PKP juga mengerjakan 792 unit. Keterlibatan banyak pihak membutuhkan koordinasi yang konsisten agar pembangunan rumah, penyediaan utilitas, dan kesiapan kawasan dapat berjalan dalam satu arah.
"Kesiapan maupun kejelasan status lahan masih menjadi salah satu tantangan utama mempercepat pembangunan huntap di Sumut," tegas Surya.
Tantangan lahan berpengaruh langsung terhadap penentuan lokasi, perencanaan infrastruktur, dan waktu pelaksanaan konstruksi. Penyelesaian aspek ini menjadi krusial agar keluarga terdampak tidak terlalu lama berada dalam kondisi hunian sementara atau menunggu kepastian tempat tinggal permanen.
Target Nasional Dipangkas Menjadi Dua Tahun
Percepatan juga menjadi agenda di tingkat nasional. Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman Kemenko Infrastruktur Republik Indonesia, Ronny Ariuly Hutahaean, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta waktu pemulihan pascabencana dipercepat.
"Sesuai arahan bapak Presiden pada Mei 2026, target pembangunan huntap dipercepat menjadi dua tahun dari rencana awal tiga tahun. Arahan ini menuntut percepatan penyelarasan alokasi anggaran, material hingga kapasitas pelaksana di lapangan," ucap Ronny.
Perubahan target dari tiga tahun menjadi dua tahun berarti kebutuhan penyesuaian harus dilakukan pada sejumlah unsur pelaksanaan. Ketersediaan anggaran, pengadaan material, kapasitas tenaga pelaksana, serta kesiapan pemerintah daerah perlu bergerak sejalan agar percepatan tidak mengurangi standar keselamatan dan kelayakan rumah.
Data Posko Nasional Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi mencatat lebih dari 184.000 rumah mengalami kerusakan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dari sasaran pembangunan 57.027 unit huntap, sebanyak 2.085 unit telah selesai hingga awal Oktober 2026. Sebanyak 1.882 unit lainnya masih berada dalam tahap konstruksi.
Selain pembangunan di lokasi baru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga mengawal penanganan 27.809 unit melalui skema in situ, yakni pembangunan kembali di lokasi semula. Pilihan ini memungkinkan pemulihan dilakukan tanpa memindahkan seluruh warga, selama kondisi lokasi dinilai dapat digunakan dan memenuhi kebutuhan keselamatan.
Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, serta pelaksana di lapangan menjadi penentu keberhasilan pemulihan. Pembangunan huntap yang selesai tepat waktu, berdiri di lahan yang jelas, dan ditunjang fasilitas dasar akan memberi warga kesempatan lebih besar untuk memulai kembali kehidupan setelah bencana.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Wagub Sumut?Wagub Sumut is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Wagub Sumut matter?Wagub Sumut matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.