KabarSatuNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pemprov Sumbar dan Ruang Guru latih guru dan siswa soal penggunaan AI

Published September 4, 2026 · Updated September 4, 2026 · By James Thomas - kabarsatunusa.com

Foto : James Thomas - kabarsatunusa.com

Sumbar Dorong Literasi AI di Sekolah Lewat Program AI Ready ASEAN

Kabarsatunusa.com – Langkah konkret menuju transformasi digital di ruang kelas kini menyentuh wilayah Sumatera Barat. Pada Kamis, Pemerintah Provinsi Sumbar menggandeng platform edukasi Ruang Guru serta ASEAN Foundation untuk menggelar pelatihan literasi kecerdasan artifisial yang menyasar kepala sekolah, pendidik, hingga pelajar tingkat SMA dan SMK di seluruh penjuru provinsi. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Program AI Ready ASEAN yang bertujuan membekali ekosistem pendidikan dengan pemahaman praktis tentang pemanfaatan teknologi AI secara bertanggung jawab.

Gubernur Mahyeldi Buka Acara di Padang

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah secara resmi membuka rangkaian pelatihan tersebut di Kota Padang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yayasan Ruang Guru atas kolaborasi yang telah terjalin untuk menyukseskan pelaksanaan program di wilayah Sumbar.

"Kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada yayasan Ruang Guru yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan Program AI Ready ASEAN di Sumatera Barat pada hari ini serta telah memberikan dukungan secara maksimal untuk terlaksananya acara ini."

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membuka akses teknologi mutakhir bagi dunia pendidikan, bukan sekadar sebagai wacana kebijakan, melainkan melalui implementasi langsung di lapangan.

AI sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti

Salah satu poin utama yang ditekankan dalam pelatihan ini adalah posisi AI sebagai instrumen penunjang pembelajaran, bukan pengganti peran guru. Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa kemajuan literasi kecerdasan artifisial harus disikapi secara konstruktif oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Teknologi ini, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk memperkaya proses belajar-mengajar selama penggunaannya dilakukan secara tepat dan bertanggung jawab.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa lanskap informasi saat ini telah berubah secara drastis. Akses terhadap data dan pengetahuan tidak lagi terbatas pada buku teks atau penjelasan di kelas. Kondisi ini menuntut pergeseran paradigma dalam cara guru membimbing siswa.

"Pendidikan tidak hanya cukup mengajarkan siswa tentang apa yang harus diketahui. Karena begitu terbukanya informasi saat sekarang ini, guru membekali para siswa dengan kemampuan untuk berpikir kritis. Guru juga harus mendorong siswa agar lebih mandiri karena sekarang informasi lebih terbuka dan siswa mampu membedakan mana informasi yang benar dan mana yang keliru."

Menyiapkan Generasi yang Memahami, Bukan Sekadar Menggunakan

Dalam konteks pelatihan AI Ready ASEAN, peserta tidak hanya diajak mengenal fitur-fitur dasar alat berbasis AI. Mereka juga dibimbing untuk memahami bagaimana merumuskan pertanyaan yang tepat, mengevaluasi berbagai kemungkinan jawaban, serta mempertanggungjawabkan pilihan yang diambil. Berpikir kritis diposisikan sebagai kompetensi inti yang tetap harus dilatih secara berkelanjutan, terlepas dari kemudahan yang ditawarkan teknologi.

"Kita tidak ingin generasi muda hanya menjadi pengguna teknologi yang diciptakan orang lain. Kita ingin mereka mampu memahami teknologi,利用 secara produktif dan pada waktunya memberikan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Maka peran guru dan sekolah merupakan suatu hal yang sangat diharapkan."

Pernyataan ini menggarisbawahi aspirasi agar pelajar Sumbar tumbuh sebagai subjek aktif dalam ekosistem digital, bukan sekadar konsumen pasif produk teknologi yang dikembangkan di luar negeri.

Konteks Regional: ASEAN dan Agenda Digital Pendidikan

Program AI Ready ASEAN sendiri merupakan bagian dari upaya kawasan untuk mempercepat adopsi kecerdasan artifisial di sektor pendidikan. ASEAN Foundation, sebagai lembaga yang mendukung inisiatif ini, berfokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia di negara-negara anggota agar mampu memanfaatkan AI secara inklusif dan etis. Sumatera Barat menjadi salah satu titik implementasi program tersebut di Indonesia, dengan melibatkan ribuan pendidik dan pelajar dari jenjang menengah atas.

Pelatihan semacam ini juga sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menempatkan literasi digital dan kecerdasan buatan sebagai kompetensi abad ke-21. Kurikulum Merdeka, misalnya, telah mulai mengintegrasikan elemen computational thinking dan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan di Sumbar bukan sekadar event sekali jalan, melainkan bagian dari pergeseran struktural dalam cara sekolah mempersiapkan lulusan menghadapi dunia kerja dan masyarakat yang semakin digerakkan oleh algoritma.

Implikasi bagi Sekolah di Sumatera Barat

Bagi kepala sekolah dan guru SMA serta SMK di Sumbar, pelatihan ini membuka ruang diskusi praktis tentang bagaimana AI dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan sehari-hari di kelas: mulai dari pembuatan soal adaptif, analisis pola kesalahan siswa, hingga pengembangan materi pembelajaran yang dipersonalisasi. Namun, sekaligus mengingatkan bahwa setiap pemanfaatan harus diiringi pemahaman tentang keterbatasan teknologi, isu privasi data pelajar, serta tanggung jawab etis dalam pengambilan keputusan berbasis mesin.

Keberhasilan program ini pada akhirnya bergantung pada keberlanjutan dukungan institusional. Jika pelatihan hari ini menjadi titik awal, maka langkah berikutnya adalah memastikan bahwa sekolah-sekolah di Sumbar memiliki akses, panduan, dan pendampingan teknis yang memadai agar literasi AI tidak berhenti sebagai pengetahuan sesaat, melainkan bertransformasi menjadi praktik pedagogis yang terukur dan berdampak nyata bagi kualitas lulusan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pemprov Sumbar dan Ruang Guru latih?

Pemprov Sumbar dan Ruang Guru latih is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemprov Sumbar dan Ruang Guru latih matter?

Pemprov Sumbar dan Ruang Guru latih matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.