KabarSatuNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Operasi SAR 5 jurnalis dihentikan, ini fakta selama 10 hari pencarian

Published September 19, 2026 · Updated September 19, 2026 · By Jennifer Miller - kabarsatunusa.com

Foto : Jennifer Miller - kabarsatunusa.com

Pencarian Delapan Orang di Selat Sunda Berakhir Setelah 10 Hari

Kabarsatunusa.com – Upaya menemukan speedboat Arupadatu I beserta delapan orang di dalamnya di perairan Selat Sunda resmi dihentikan pada Kamis, 17 September 2026. Selama 10 hari operasi, tim SAR gabungan belum menemukan kapal yang membawa lima jurnalis dan tiga awak tersebut.

Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan di Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Tujuan perjalanan mereka adalah kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas gunung api itu.

Kontak terakhir diterima tidak lama setelah keberangkatan. Salah seorang anggota rombongan sempat mengirim titik lokasi sekitar pukul 14.42 WIB. Komunikasi kemudian terputus pada kira-kira pukul 15.04 WIB, ketika speedboat berada di jalur perairan antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.

Delapan Orang yang Masih Dinyatakan Hilang

Lima jurnalis dalam perjalanan tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas, Arie Basuki, Yudistiro Pranoto, Firdaus Wajidi, dan Donal Husni. Mereka didampingi tiga awak kapal, yakni Warta selaku kapten, Surakman sebagai anak buah kapal, serta Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.

Hilangnya kontak dengan Arupadatu I ditindaklanjuti Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten pada Selasa, 8 September. Sejak awal operasi, pencarian diarahkan ke area terakhir komunikasi kapal sekaligus memperhitungkan kemungkinan pergeseran posisi akibat arus di Selat Sunda.

Pencarian Dilakukan dari Laut dan Udara

Operasi melibatkan unsur laut dan udara dari berbagai instansi. Cuaca serta kondisi perairan menjadi tantangan sejak tahap pertama, dengan angin yang cukup kuat dan gelombang berkisar 1 hingga 2 meter.

Pada hari kedua, Rabu, 9 September, pencarian dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Wilayah operasi dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit atau SRU agar area penyisiran lebih luas. Sekitar 250 personel gabungan dikerahkan, tetapi kapal maupun delapan penumpangnya belum ditemukan hingga kegiatan hari itu selesai.

Tim kemudian menghentikan pencarian sementara untuk mengevaluasi langkah berikutnya sebelum operasi diteruskan keesokan hari. Pembagian sektor dan evaluasi berkala diperlukan karena area pencarian terus berkembang mengikuti kondisi laut dan kemungkinan pergerakan benda di permukaan air.

Temuan Benda Belum Terhubung dengan Arupadatu I

Area pencarian diperbesar pada Kamis, 10 September. Enam sektor dibuka dengan total cakupan sekitar 2.483 mil laut persegi. Pada hari yang sama, personel TNI AL menemukan sebuah life jacket tanpa identitas di perairan Cikoneng-Labuan, Banten.

Temuan rompi pelampung itu belum dapat dipastikan berasal dari Arupadatu I. Petugas melanjutkan pendalaman terhadap benda tersebut sembari memperluas penyisiran di wilayah yang diperkirakan relevan dengan jalur pelayaran speedboat.

Fokus pencarian berubah pada hari keempat, Jumat, 11 September, dengan perhatian lebih besar ke area dekat Gunung Anak Krakatau. Empat sektor reguler dan satu sektor khusus disiapkan. Sejumlah pulau di sekitar gunung juga diperiksa, termasuk Pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang.

Wilayah pulau-pulau tersebut berada sekitar 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Namun, penyisiran di lokasi itu belum menghasilkan petunjuk mengenai kapal atau para penumpangnya. Abu vulkanik, hembusan angin, dan gelombang yang berubah-ubah turut mempersulit operasi di lapangan.

Helikopter Dikerahkan pada Hari Kelima

Pada Sabtu, 12 September, pencarian memasuki hari kelima. Selain kapal-kapal pencari, tim memperkuat pemantauan dari udara menggunakan helikopter HR-3604 milik Basarnas. Langkah ini dilakukan untuk membantu menjangkau area laut yang lebih luas dan mengamati kemungkinan benda mencolok dari udara.

Beberapa benda ditemukan pada hari tersebut, berupa life jacket, helm, dan jeriken. Jeriken minyak berwarna biru ditemukan sekitar pukul 10.05 WIB, sementara helm merah ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB. Seperti temuan sebelumnya, benda-benda itu belum dapat dikonfirmasi sebagai bagian dari perlengkapan Arupadatu I.

Pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung juga belum memberikan hasil. Tidak adanya kepastian atas asal benda-benda yang ditemukan membuat tim harus tetap berhati-hati dalam menghubungkannya dengan perjalanan rombongan.

Operasi Ditutup, Pencarian Tidak Menemukan Kapal

Setelah berlangsung selama 10 hari, seluruh upaya pencarian belum menemukan keberadaan speedboat Arupadatu I maupun delapan orang yang berada di atasnya. Penutupan operasi pada 17 September menandai berakhirnya pencarian intensif yang mencakup perairan luas di Selat Sunda serta pulau-pulau di sekitar Anak Krakatau.

Peristiwa ini menggambarkan kompleksitas pencarian di kawasan laut yang dipengaruhi arus, cuaca, gelombang, dan aktivitas vulkanik. Meski berbagai sektor telah disisir melalui jalur laut maupun udara, belum ada bukti yang memastikan lokasi akhir kapal ataupun kondisi para penumpangnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Operasi SAR 5 jurnalis dihentikan ini fakta?

Operasi SAR 5 jurnalis dihentikan ini fakta is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Operasi SAR 5 jurnalis dihentikan ini fakta matter?

Operasi SAR 5 jurnalis dihentikan ini fakta matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.