KabarSatuNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Mendukbangga: Renovasi rumah keluarga risiko stunting berkelanjutan

Published September 30, 2026 · Updated September 30, 2026 · By James Thomas - kabarsatunusa.com

Foto : James Thomas - kabarsatunusa.com

Renovasi Hunian Keluarga Berisiko Stunting Akan Dilanjutkan di Bandung Barat

Kabarsatunusa.com – Perbaikan tempat tinggal dan sanitasi bagi keluarga berisiko stunting menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah untuk melindungi tumbuh kembang anak. Di Kabupaten Bandung Barat, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan bahwa program renovasi rumah akan terus dijalankan melalui Gerakan Orang Tua Cegah Stunting atau Genting.

Komitmen itu disampaikan Wihaji saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah Bandung Barat pada Rabu. Dalam kegiatan tersebut, keluarga berisiko stunting juga menerima dukungan dari BRI senilai Rp50 juta yang diperuntukkan bagi pembenahan sanitasi rumah. Bantuan pemenuhan nutrisi berupa 10 ekor ayam turut disalurkan.

Intervensi ini menempatkan kondisi rumah sebagai salah satu unsur penting dalam pencegahan stunting. Pemenuhan makanan bergizi memang diperlukan, tetapi kebutuhan keluarga tidak berhenti di sana. Ketersediaan air bersih, akses sanitasi yang layak, lingkungan tempat tinggal yang aman, serta keberlanjutan pendidikan anak menjadi bagian dari perhatian dalam pendampingan keluarga.

Kondisi keluarga menjadi dasar penanganan

Dalam kunjungannya, Wihaji meninjau langsung situasi keluarga di Kampung Ciroyom, Cisarua. Keluarga tersebut memiliki sembilan anak dan menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih maupun fasilitas buang air besar. Kondisi itu menjadi alasan perlunya bantuan yang tidak hanya bersifat sementara, melainkan juga diarahkan pada perbaikan tempat tinggal.

“Kita cek memang memastikan keluarga risiko stunting, satu yang di sana (Kampung Ciroyom, Cisarua) tadi anaknya sembilan dan mohon maaf air bersihnya juga mencari di sumber yang jauh sekali, buang air besar-nya juga susah, maka nanti akan dibangunkan rumah oleh BRI. BRI ini orang tua asuh kementerian kita melalui Program Genting,” katanya.

Melalui skema orang tua asuh dalam Program Genting, keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan bagi keluarga yang membutuhkan. Dukungan dari lembaga maupun pihak lain dapat melengkapi upaya pemerintah dalam menangani persoalan yang dihadapi keluarga berisiko stunting secara lebih menyeluruh.

Perbaikan rumah dalam konteks ini tidak semata-mata berarti membangun fisik bangunan. Hunian yang lebih layak dapat mendukung kebiasaan hidup bersih, mempermudah keluarga menjaga sanitasi, dan membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak. Karena itu, tindak lanjut terhadap kebutuhan keluarga menjadi bagian penting agar bantuan yang diberikan benar-benar memberi manfaat dalam jangka panjang.

Jutaan keluarga masih memerlukan intervensi

Wihaji menyebut masih terdapat sekitar 8,6 juta keluarga berisiko stunting yang membutuhkan penanganan. Bentuk intervensi yang diperlukan mencakup pemenuhan gizi, peningkatan kondisi sanitasi, hingga edukasi kesehatan reproduksi. Angka tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting memerlukan kerja bersama dan pendampingan yang sesuai dengan kondisi setiap keluarga.

“Menyelamatkan satu orang sama dengan menyelamatkan satu generasi,” ujar Wihaji.

Pernyataan tersebut menggambarkan pentingnya melihat pencegahan stunting sebagai investasi bagi masa depan anak dan keluarganya. Ketika kebutuhan dasar anak diperhatikan sejak dini, keluarga memiliki peluang lebih baik untuk menjaga pertumbuhan, kesehatan, dan keberlanjutan pendidikan anak.

Pendekatan yang digunakan juga mempertimbangkan perbedaan keadaan di setiap daerah. Tidak semua keluarga menghadapi persoalan yang sama. Ada yang membutuhkan penguatan asupan nutrisi, sementara keluarga lain memerlukan akses air bersih, sanitasi, tempat tinggal, atau pendampingan terkait kesehatan. Karena itu, identifikasi kondisi di lapangan menjadi tahap penting sebelum bantuan dan program lanjutan diberikan.

Peran pendamping keluarga diperkuat

Kemendukbangga/BKKBN terus mengandalkan tim pendamping keluarga atau TPK untuk menjangkau keluarga berisiko stunting. Tim ini memiliki pemahaman yang lebih dekat terhadap keadaan demografi, kondisi geografis, serta aspek psikologis keluarga di wilayah pendampingannya.

Kehadiran TPK membantu memastikan program tidak berhenti setelah bantuan diberikan. Pendampingan diperlukan untuk melihat perkembangan keluarga, menghubungkan kebutuhan mereka dengan pihak yang relevan, serta memastikan anak-anak tetap memperoleh perhatian dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

“Ada beberapa program yang nanti kita sinergikan, baik nanti yang melanjutkan adalah orang tua asuh, maupun ada program lain yang nanti kita sampaikan kepada pihak yang terkait, tetapi, kita pastikan setelah kita bangun rumah, anaknya tetap bisa melanjutkan sekolah,” ucap Wihaji.

Keberlanjutan sekolah menjadi perhatian dalam penanganan keluarga berisiko stunting. Perbaikan hunian dan bantuan nutrisi akan lebih bermakna apabila diikuti dengan peluang anak untuk terus belajar. Pendekatan ini menempatkan anak bukan hanya sebagai penerima manfaat pada saat ini, tetapi juga sebagai bagian dari generasi yang perlu memperoleh dukungan untuk masa depannya.

Wihaji meminta keluarga penerima bantuan agar memanfaatkan 10 ekor ayam dan dukungan renovasi rumah sebaik mungkin. Bantuan nutrisi tersebut diharapkan dapat dijaga dan digunakan secara optimal untuk kebutuhan keluarga.

“Walaupun di sini belum terjangkau Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi insyaallah kita terus bantu nutrisi, dan kita pastikan ini dijaga dengan baik, Nanti kita koordinasikan dengan pihak-pihak terkait yang berkenaan dengan tindak lanjut masa depan anak-anak (dari keluarga risiko stunting) ini,” tuturnya.

Langkah di Bandung Barat memperlihatkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan penanganan yang saling terhubung: makanan bergizi, rumah yang layak, sanitasi, pendampingan keluarga, dan kepastian pendidikan anak. Kolaborasi melalui Program Genting diharapkan dapat menjaga keberlanjutan bantuan bagi keluarga yang paling membutuhkan perhatian.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Mendukbangga?

Mendukbangga is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mendukbangga matter?

Mendukbangga matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.