KabarSatuNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kapolda Kalsel gandeng TNI AL dan AU datangkan cairan inovasi karhutla

Published September 4, 2026 · Updated September 4, 2026 · By James Thomas - kabarsatunusa.com

Foto : James Thomas - kabarsatunusa.com

Polisi Kalsel Kembangkan Cairan Pemadam Khusus Gambut, Ajukan Dukungan Logistika TNI AL dan AU

Kabarsatunusa.com – Permasalahan kebakaran lahan gambut di Kalimantan Selatan selama bertahun-tahun menjadi salah satu sumber kabut asap terburuk di kawasan Kalimantan. Di tengah upaya mencari solusi yang lebih efektif daripada penyiraman air konvensional, Polda Kalimantan Selatan mengungkap inovasi cairan pemadam berbasis surfaktan nabati yang diklaim mampu memadamkan bara api tersembunyi di dalam tanah gambut. Kapolda Kalimantan Selatan, Inspektur Jenderal Rosyanto Yudha Hermawan, menyatakan kesiapan penuh untuk melibatkan TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara guna menjamin distribusi bahan baku dalam skala besar dari Pulau Jawa ke wilayah Kalsel.

Cairan Berbasis Surfaktan Nabati: Solusi untuk Bara Api yang Tak Terjangkau Air Biasa

Cairan pemadam tersebut diracik oleh Bidang Laboratorium dan Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel. Bahan utamanya adalah surfaktan nabati, yang berarti formulanya bersumber dari tumbuhan dan dikategorikan ramah lingkungan. Keunggulan utama cairan ini terletak pada kemampuannya menurunkan suhu tanah secara drastis dalam waktu singkat, sehingga bara api yang tertanam di lapisan gambut—yang selama ini nyaris mustahil dipadamkan dengan semprotan air biasa—dapat dijinakkan secara menyeluruh.

Yudha menjelaskan bahwa setelah cairan tersebut disemprotkan ke area terbakar, pengukuran menggunakan drone thermal menunjukkan penurunan suhu permukaan tanah yang sangat signifikan. Bara api di dalam gambut dilaporkan benar-benar padam, bukan sekadar tertekan sementara.

"Hasilnya suhu tanah signifikan turun jadi dingin dalam waktu cepat dan bara api dalam gambut benar-benar padam," ujar kapolda.

Mekanisme Aplikasi: Kolam Bioflok dan Suntik Gambut

Penggunaan cairan ini tidak dilakukan secara langsung ke titik api. Prosesnya melibatkan beberapa tahap teknis. Pertama, cairan hasil racikan Bidlabfor dicampurkan ke dalam air biasa yang ditampung di kolam bioflok. Campuran tersebut kemudian dialirkan ke dalam tanah gambut melalui metode suntik gambut, yaitu penyuntikan cairan ke lapisan bawah permukaan agar mencapai zona bara secara langsung.

Untuk mendukung distribusi cairan ke area yang lebih luas, Kapolda Yudha merancang pipa sepanjang dua meter yang ditancapkan ke dalam tanah. Pipa ini berfungsi sebagai saluran penyebaran cairan ke berbagai titik di lahan gambut yang terbakar, sehingga jangkauan pemadaman tidak terbatas pada permukaan saja.

Uji Lapangan di Dua Titik Banjarbaru

Pengaplikasian inovasi ini telah diuji langsung oleh Kapolda Yudha di dua lokasi kebakaran di Kota Banjarbaru. Titik pertama berada di kawasan Jalan Sempati Tegal Arum, Kelurahan Syamsudin Noor. Titik kedua berada di kawasan Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan. Kedua lokasi tersebut merupakan area permukiman yang berdekatan dengan lahan gambut, sehingga kebakaran di sana kerap menimbulkan dampak langsung terhadap kualitas udara dan kesehatan warga sekitar.

Kolaborasi Logistika dengan TNI AL dan TNI AU

Yudha menegaskan bahwa apabila cairan pemadam ini diproduksi dalam volume besar untuk kebutuhan musim kebakaran tahunan, kapasitas distribusi Polda Kalsel saja tidak akan memadai. Pengiriman bahan baku dari Pulau Jawa ke Kalimantan Selatan memerlukan armada logistik berskala besar, baik melalui jalur laut maupun udara.

"Jika nanti diproduksi dalam jumlah yang besar, tentu kita perlu bantuan TNI AU dan TNI AL untuk pengiriman bahan baku dari pulau Jawa ke Kalsel," kata Yudha di Banjarbaru, Kamis.

Keterlibatan TNI AL akan berperan dalam pengangkutan bahan baku melalui jalur pelayaran, sementara TNI AU dapat mendukung distribusi cepat melalui penerbangan kargo ke bandara-bandara di Kalimantan Selatan. Kolaborasi lintas institusi ini dinilai penting mengingat musim kebakaran lahan di Kalimantan Selatan umumnya berlangsung dari Juni hingga Oktober, dengan puncak intensitas yang menuntut ketersediaan bahan pemadam dalam jumlah besar dan waktu singkat.

Konteks dan Implikasi bagi Penanganan Karhutla di Kalimantan

Kalimantan Selatan memiliki luas lahan gambut yang sangat signifikan, menjadikannya salah satu provinsi paling rentan terhadap kebakaran lahan setiap musim kemarau. Metode pemadaman konvensional—penyiraman air dari permukaan—sering gagal memadamkan bara yang tertanam beberapa sentimeter hingga puluhan sentimeter di bawah permukaan gambut. Akibatnya, kebakaran dapat kembali menyala dalam hitungan jam setelah penyiraman selesai, menciptakan siklus berulang yang menguras sumber daya dan memperpanjang durasi kabut asap.

Cairan berbasis surfaktan nabati yang dikembangkan Bidlabfor Polda Kalsel menawarkan pendekatan berbeda: cairan tersebut tidak hanya membasahi permukaan, tetapi mampu menurunkan suhu di dalam lapisan gambut secara cepat dan merata melalui mekanisme suntik. Dengan demikian, bara api yang menjadi sumber utama kebakaran berulang dapat dieliminasi secara tuntas pada tahap awal, bukan sekadar ditunda.

Apabila inovasi ini terbukti efektif dalam skala operasional dan mendapat dukungan logistik dari TNI AL serta TNI AU, Kalimantan Selatan berpotensi memiliki instrumen pemadaman yang lebih presisi dan efisien dibandingkan pendekatan yang selama ini mengandalkan helikopter water bombing atau penyiraman manual. Hal ini dapat mengurangi durasi kebakaran, menekan emisi gas rumah kaca dari pembakaran gambut, serta melindungi kesehatan masyarakat dari paparan partikel halus akibat kabut asap.

Langkah Kapolda Yudha untuk menguji cairan secara langsung di lapangan dan sekaligus merancang infrastruktur distribusi berupa pipa suntik gambut menunjukkan pendekatan yang mengutamakan verifikasi teknis sebelum skala produksi diperluas. Keberhasilan uji di Banjarbaru menjadi prasyarat bagi tahap berikutnya, yaitu produksi massal dan distribusi lintas pulau yang memerlukan koordinasi logistik tingkat nasional.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kapolda Kalsel gandeng TNI AL dan AU?

Kapolda Kalsel gandeng TNI AL dan AU is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kapolda Kalsel gandeng TNI AL dan AU matter?

Kapolda Kalsel gandeng TNI AL dan AU matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.