KabarSatuNusa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Dinkes Bandung investigasi restoran Korea terkait dugaan keracunan

Published Oktober 7, 2026 · Updated Oktober 7, 2026 · By Christopher Jackson - kabarsatunusa.com

Foto : Christopher Jackson - kabarsatunusa.com

Dinkes Bandung Periksa Higiene Restoran Korea Usai Muncul Keluhan Kesehatan

Kabarsatunusa.com – Dinas Kesehatan Kota Bandung melakukan pemeriksaan kesehatan lingkungan di restoran 88 Seoul 23 Paskal, Jalan Pasirkaliki, menyusul dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah warga setelah mengonsumsi makanan dari tempat tersebut. Hingga Selasa (6/10) sore, Dinkes mencatat 24 kasus yang telah masuk melalui berbagai jalur pengaduan.

Pemeriksaan ini tidak hanya menyoroti makanan yang disajikan, tetapi juga rangkaian proses di dapur dan area pelayanan. Petugas memeriksa susunan ruang, kondisi peralatan, penanganan bahan pangan, hingga pelaksanaan prosedur operasional standar atau SOP oleh pihak restoran.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bandung, Dewi Primasari, menyampaikan bahwa inspeksi awal masih menemukan sejumlah bagian yang membutuhkan pembenahan dari sisi kebersihan dan sanitasi.

“Secara umum dari pemeriksaan awal memang masih ada beberapa hal terkait higiene dan sanitasi yang perlu diperbaiki lagi oleh pihak restoran,” ujar Dewi di Bandung, Rabu.

Penataan Bahan Makanan Jadi Perhatian

Salah satu fokus pemeriksaan adalah penempatan bahan makanan segar dan bahan makanan kering. Dinkes meminta pengelola memastikan bahan pangan tidak bercampur atau berdekatan dengan produk kimia, termasuk cairan pembersih dan sabun pencuci peralatan makan.

Pengaturan ruang menjadi penting karena lokasi restoran dinilai tidak terlalu luas. Dalam kondisi seperti ini, pemisahan area penyimpanan dan penataan alur kerja perlu dilakukan lebih cermat agar penanganan makanan tetap terjaga.

“Masih perlu diperbaiki pemisahan-pemisahannya. Kemudian karena lokasinya tidak begitu luas, perlu penataan ulang,” katanya.

Selain penempatan bahan, penyimpanan serta penggunaan bahan makanan turut menjadi perhatian. Dinkes melihat penerapan SOP terkait aspek tersebut belum tampak dengan jelas ketika pemeriksaan dilakukan. Kejelasan prosedur dibutuhkan agar pekerja memiliki pedoman yang sama sejak bahan diterima, disimpan, diolah, hingga makanan siap disajikan kepada pelanggan.

Pengawasan keamanan pangan di tempat usaha makan mencakup banyak unsur yang saling berkaitan. Kondisi bahan pangan, kebersihan permukaan kerja, peralatan masak, tata letak penyimpanan, dan kebiasaan pekerja dapat memengaruhi kualitas proses pengolahan makanan. Karena itu, perbaikan yang diminta tidak berhenti pada satu bagian saja, melainkan perlu dijalankan secara menyeluruh.

Penggunaan Masker dan Penutup Rambut

Dinkes juga meminta perhatian khusus pada perilaku para penjamah makanan, yakni pekerja yang terlibat dalam pengolahan maupun penyajian menu. Perlindungan diri seperti masker dan penutup rambut dinilai perlu diterapkan secara konsisten selama menjalankan tugas.

Bagi pekerja yang tidak mengenakan kerudung, termasuk pekerja laki-laki, penggunaan hair net menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam rekomendasi perbaikan. Langkah ini berkaitan dengan upaya menjaga kebersihan selama makanan ditangani di area dapur maupun penyajian.

“Dari faktor perilaku, penjamah makanan juga perlu diperbaiki. Pelindung dirinya, masker, kemudian yang tidak berkerudung atau laki-laki menggunakan hair net,” katanya.

Dalam pelayanan makanan, penerapan perlindungan diri merupakan bagian dari praktik higiene dasar. Penggunaan alat pelindung secara tepat membantu menjaga proses kerja tetap tertib, terutama ketika pekerja melakukan kontak langsung dengan bahan pangan atau makanan yang sudah siap dikonsumsi.

Rekomendasi Sudah Disampaikan kepada Pengelola

Dinkes Kota Bandung telah memberikan rekomendasi pembenahan secara langsung kepada pihak restoran. Setelah itu, pemantauan akan dilakukan untuk melihat tindak lanjut yang diambil pengelola terhadap temuan selama inspeksi.

“Biasanya kalau ada kasus seperti ini kami agak lebih intensif pemantauannya,” kata Dewi.

Pemantauan lanjutan diperlukan untuk memastikan perubahan yang diminta benar-benar diterapkan dalam kegiatan operasional sehari-hari. Perbaikan sanitasi tidak hanya berkaitan dengan kondisi saat inspeksi berlangsung, tetapi juga dengan konsistensi pengelolaan restoran setelah pemeriksaan selesai.

Kasus yang tercatat hingga Selasa sore berasal dari pengaduan melalui puskesmas dan informasi yang disampaikan masyarakat lewat kanal media sosial Dinkes Kota Bandung. Jumlah tersebut masih terus diperbarui seiring masuknya informasi baru dari berbagai jalur.

“Kami juga masih update terus. Sampai tadi sore yang sudah terlaporkan kepada kami melalui berbagai jalur itu 24 kasus,” ujarnya.

Warga Diminta Segera Melapor Bila Mengalami Keluhan

Dinkes mengimbau warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah makan di restoran tersebut untuk segera menyampaikan keluhan kepada puskesmas terdekat. Pelaporan juga dapat dilakukan melalui kanal resmi Dinkes Kota Bandung.

Pelaporan yang cepat dapat membantu petugas kesehatan memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai keluhan yang muncul, waktu terjadinya gejala, serta kebutuhan penanganan kesehatan di lapangan. Warga yang merasa tidak enak badan setelah mengonsumsi makanan dianjurkan memperhatikan kondisinya dan mencari bantuan layanan kesehatan apabila keluhan berlanjut atau memburuk.

Di sisi lain, pemeriksaan lingkungan yang sedang berjalan menjadi bagian dari langkah Dinkes untuk memastikan rekomendasi kebersihan, sanitasi, penataan bahan makanan, dan perlindungan pekerja dapat ditindaklanjuti oleh pengelola 88 Seoul 23 Paskal. Fokus utamanya adalah menjaga agar kegiatan pengolahan dan penyajian makanan memenuhi praktik higiene yang perlu diperhatikan dalam usaha kuliner.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Dinkes Bandung investigasi restoran Korea terkait?

Dinkes Bandung investigasi restoran Korea terkait is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dinkes Bandung investigasi restoran Korea terkait matter?

Dinkes Bandung investigasi restoran Korea terkait matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.